banner 728x250

Terungkap! Agensi Park Hyung-sik Bantah Rumor Bayaran Fantastis Miliaran Rupiah

Park Hyung-sik kenakan jas hitam, bantah isu bayaran fantastis.
Agensi Park Hyung-sik bantah isu honor Rp4,75 miliar per episode, tak benarkan spekulasi media.
banner 120x600
banner 468x60

Agensi Park Hyung-sik, Reve Entertainment, akhirnya angkat bicara terkait rumor bayaran fantastis yang diterima aktor mereka. Kabar yang beredar menyebutkan Park Hyung-sik menerima hingga 400 juta won atau setara Rp4,75 miliar per episode untuk drama terbarunya. Namun, pihak agensi dengan tegas membantah spekulasi tersebut.

Menguak Angka Fantastis yang Bikin Geger

banner 325x300

Beberapa hari terakhir, jagat maya dihebohkan dengan pemberitaan mengenai honor Park Hyung-sik yang disebut-sebut mencapai angka fantastis. Rumor ini mencuat seiring dengan proyek-proyek drama terbarunya yang sangat dinantikan. Dua judul yang paling disorot adalah "Twelve" yang dijadwalkan tayang pada 2025, dan "Doctor Slump" yang sudah tayang di awal 2024.

Media ternama Dispatch bahkan sempat melaporkan bahwa Park Hyung-sik menerima 400 juta won per episode untuk drama "Twelve". Tak hanya itu, rumor sebelumnya juga mengklaim bahwa ia mendapatkan 500 juta won untuk "Doctor Slump". Angka-angka ini sontak memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pelaku industri hiburan Korea Selatan.

Klarifikasi Resmi dari Reve Entertainment

Menanggapi rumor yang semakin liar, Reve Entertainment selaku agensi Park Hyung-sik mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka dengan tegas membantah kebenaran angka-angka yang beredar luas di media. "Laporan tentang bayaran per episode Park Hyung-sik, dari Doctor Slump hingga Twelve yang baru-baru ini diberitakan, tidak benar," kata Reve Entertainment seperti diberitakan Korea Times pada Kamis (18/9).

Pihak agensi menekankan bahwa angka yang tidak akurat tersebut telah dianggap sebagai fakta oleh publik. Oleh karena itu, mereka merasa perlu untuk menyatakan posisi resmi mereka secara jelas. "Karena angka yang tidak akurat dianggap sebagai fakta, kami menyatakan dengan jelas posisi resmi kami," tambah perwakilan agensi.

Meski membantah rumor tersebut, Reve Entertainment memilih untuk tidak memberikan detail mengenai besaran bayaran sebenarnya yang diterima Park Hyung-sik. Mereka hanya meminta dukungan hangat dari penggemar untuk aktivitas aktor tersebut di masa mendatang. "Park Hyung-sik mempertimbangkan setiap proyek dengan tulus. Kami akan berterima kasih jika aktivitasnya di masa mendatang diikuti dengan dukungan yang hangat," tutup pernyataan agensi.

Mengapa Bayaran Aktor K-Drama Jadi Sorotan?

Spekulasi tentang tingginya gaji para aktor utama memang telah menarik perhatian yang semakin meningkat di industri drama Korea. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada Park Hyung-sik, melainkan menjadi tren umum yang memicu kekhawatiran. Melonjaknya biaya produksi secara keseluruhan menjadi isu utama yang membebani industri.

Pergeseran lanskap media dengan munculnya platform streaming global seperti Netflix, Disney+, dan lainnya, turut andil dalam fenomena ini. Platform-platform ini memiliki anggaran produksi yang lebih besar dan bersedia membayar mahal untuk mendapatkan konten eksklusif dengan bintang-bintang papan atas. Hal ini menciptakan persaingan ketat yang mendorong kenaikan honor aktor.

Fenomena "Gaji Sultan" di Balik Layar Hallyu

Gelombang Hallyu atau Korean Wave yang mendunia telah mengangkat popularitas aktor dan aktris Korea ke level internasional. Bintang-bintang ini tidak hanya dikenal di Asia, tetapi juga di Eropa, Amerika, dan berbagai belahan dunia lainnya. Popularitas global ini secara otomatis meningkatkan nilai jual mereka, baik untuk proyek drama maupun iklan.

Dengan basis penggemar yang masif di seluruh dunia, kehadiran seorang aktor papan atas dalam sebuah drama dianggap sebagai jaminan kesuksesan. Mereka mampu menarik jutaan penonton dan langganan baru untuk platform streaming. Oleh karena itu, studio produksi dan platform tidak ragu untuk menginvestasikan dana besar demi mengamankan talent terbaik.

Park Hyung-sik: Dari Idol ke Aktor Berkelas Dunia

Park Hyung-sik sendiri bukanlah nama baru di industri hiburan Korea. Ia memulai kariernya sebagai anggota grup idola ZE:A sebelum akhirnya fokus di dunia akting. Perannya dalam drama-drama populer seperti "Strong Woman Do Bong-soon," "Hwarang," dan "Happiness" telah mengukuhkan posisinya sebagai aktor papan atas.

Kemampuan aktingnya yang mumpuni dan karismanya yang kuat membuatnya menjadi salah satu aktor yang paling dicari. Proyek-proyek terbarunya, "Doctor Slump" yang berpasangan dengan Park Shin-hye, serta "Twelve" yang akan datang, semakin menunjukkan kualitasnya. Tidak heran jika spekulasi mengenai bayaran fantastisnya muncul, mengingat reputasi dan daya tariknya di pasar global.

Dilema Industri: Antara Kualitas dan Biaya Produksi

Kekhawatiran utama yang muncul dari fenomena "gaji sultan" ini adalah keberlanjutan industri drama Korea. Dengan biaya produksi yang terus meroket, tidak semua rumah produksi mampu bersaing. Hal ini bisa membatasi peluang bagi drama-drama dengan anggaran lebih kecil, meskipun memiliki cerita yang berkualitas.

Selain itu, tingginya honor aktor utama juga berpotensi mengorbankan alokasi dana untuk aspek produksi lainnya. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas visual, efek khusus, atau gaji kru dan penulis, terpaksa dialihkan untuk membayar bintang. Ini bisa menciptakan ketidakseimbangan yang pada akhirnya memengaruhi kualitas keseluruhan drama.

Kasus Lee Jung-jae dan Bayaran Miliaran Lainnya

Fenomena bayaran fantastis ini bukan hanya menimpa Park Hyung-sik. Kasus serupa juga pernah menjadi sorotan publik ketika media asing melaporkan bahwa aktor Lee Jung-jae dibayar US$1 juta atau setara Rp16,56 miliar per episode untuk "Squid Game" musim ketiga. Angka ini jauh lebih tinggi dari rumor Park Hyung-sik.

Lee Jung-jae sendiri kemudian mengatakan ada "beberapa kesalahpahaman" mengenai jumlah bayaran tersebut, tanpa memberikan detail lebih lanjut. Namun, spekulasi tentang bayaran miliaran won untuk para bintang papan atas, terutama dalam proyek streaming global yang sukses besar, terus menyebar dan menjadi perbincangan hangat. Ini menunjukkan bahwa isu gaji aktor adalah masalah sistemik yang perlu dicermati lebih jauh.

Masa Depan K-Drama: Akankah Transparansi Terwujud?

Melihat dinamika ini, pertanyaan besar muncul mengenai masa depan industri K-drama. Akankah agensi dan studio produksi lebih transparan mengenai struktur bayaran aktor? Atau akankah platform streaming mulai menetapkan batasan gaji untuk menjaga keberlanjutan ekosistem produksi?

Meskipun agensi memilih untuk tidak mengungkapkan angka pasti, bantahan tegas mereka setidaknya memberikan gambaran bahwa rumor yang beredar mungkin terlalu dibesar-besarkan. Namun, fakta bahwa spekulasi semacam ini terus muncul menunjukkan bahwa publik sangat tertarik dengan sisi finansial di balik gemerlap dunia hiburan. Diharapkan, industri dapat menemukan keseimbangan yang tepat antara menghargai talenta bintang dan menjaga keberlanjutan produksi drama berkualitas.

banner 325x300