banner 728x250

Swedia di Ambang Krisis? Belasan Ribu Anggota Geng Kriminal Bikin Negara Skandinavia Ini Ketar-Ketir!

swedia di ambang krisis belasan ribu anggota geng kriminal bikin negara skandinavia ini ketar ketir portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jumat, 07 Nov 2025 19:30 WIB

Citra Swedia sebagai negara damai dan makmur di Skandinavia kini tengah diuji. Sebuah laporan mengejutkan dari kepolisian setempat mengungkap fakta yang bikin geleng-geleng kepala: negara ini sedang menghadapi darurat geng kriminal dengan skala yang tak main-main.

banner 325x300

Situasi ini jauh dari bayangan banyak orang tentang Swedia. Dengan belasan ribu anggota aktif yang tersebar di berbagai kota, ancaman kejahatan terorganisir telah menjadi momok nyata yang mengganggu stabilitas dan keamanan publik.

Ancaman Nyata di Balik Citra Damai Swedia

Selama bertahun-tahun, Swedia dikenal sebagai salah satu negara paling aman dan sejahtera di dunia. Namun, di balik citra ideal tersebut, ada bayangan gelap yang terus memanjang, yaitu pertumbuhan pesat geng kriminal yang kini mencapai titik kritis.

Kondisi ini bukan lagi sekadar masalah kecil di pinggiran kota. Kejahatan terkait geng telah merajalela, mengubah lanskap sosial dan keamanan di berbagai wilayah, bahkan sampai ke pusat-pusat kota besar.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana negara dengan sistem kesejahteraan yang kuat seperti Swedia bisa sampai pada titik ini? Jawabannya terletak pada kompleksitas masalah sosial dan ekonomi yang menjadi lahan subur bagi pertumbuhan kelompok-kelompok kriminal.

Jumlah Fantastis: Belasan Ribu Anggota Aktif Teridentifikasi

Kepolisian Swedia membeberkan data yang mencengangkan: setidaknya ada 17.500 anggota aktif geng kriminal yang beroperasi di seluruh negeri. Angka ini menunjukkan betapa luasnya jaringan kejahatan yang telah mengakar dan beroperasi secara terstruktur.

Lebih jauh lagi, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 50.000 orang lainnya yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas geng kriminal ini. Mereka mungkin bukan anggota inti, tetapi terlibat dalam berbagai bentuk dukungan, logistik, atau jaringan kejahatan lainnya.

Angka-angka ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran serius. Dengan puluhan ribu individu yang terlibat langsung atau tidak langsung, upaya penegakan hukum menghadapi tantangan yang sangat besar dan kompleks untuk membongkar jaringan tersebut.

Perang Geng dan Narkoba: Pemicu Kekerasan Harian

Selama lebih dari satu dekade terakhir, Swedia berjuang keras menahan lonjakan kejahatan yang terkait dengan jaringan kriminal. Konflik antar geng dan perebutan wilayah kekuasaan, terutama dalam bisnis narkoba, menjadi pemicu utama kekerasan yang tak berkesudahan.

Akibatnya, insiden penembakan dan pengeboman terjadi hampir setiap hari di berbagai kota. Motifnya beragam, mulai dari balas dendam antar kelompok yang berujung pada siklus kekerasan, hingga perebutan kendali atas pasar gelap yang menggiurkan.

Kekerasan ini tidak hanya mengancam para anggota geng, tetapi juga membahayakan warga sipil yang tidak bersalah. Suasana ketakutan dan ketidakpastian pun mulai menyelimuti beberapa komunitas, mengikis rasa aman yang selama ini menjadi ciri khas Swedia.

Metode Penghitungan Baru dan Angka yang Masih Konservatif

Sebelumnya, pada laporan tahun 2024, kepolisian Swedia mencatat ada lebih dari 14.000 anggota geng kriminal dan narkoba. Namun, Kepala Polisi Swedia, Petra Lundh, menjelaskan bahwa ada perubahan dalam metode penghitungan yang dilakukan.

Lundh menyatakan bahwa meskipun angka tahun ini terlihat lebih tinggi, tidak ada indikasi jelas mengenai peningkatan atau penurunan signifikan. Penilaian ini kemungkinan masih konservatif, artinya jumlah sebenarnya bisa jadi lebih besar.

Ia menambahkan, kepolisian masih menggunakan "kriteria ketat tentang bagaimana mereka dianggap aktif" sebagai anggota geng kriminal. Ini berarti banyak individu yang terlibat secara tidak langsung mungkin belum sepenuhnya terhitung dalam statistik inti.

Definisi "kelompok geng penjahat yang aktif dan juga orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka" masih dianggap terlalu luas. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam memetakan jaringan kejahatan ini secara akurat dan menargetkan intervensi yang tepat.

Pemerintah Ambil Tindakan Tegas: Dari Usia Pidana hingga Wewenang Polisi

Menyikapi situasi darurat ini, pemerintahan Perdana Menteri Ulf Kristersson dari sayap kanan, yang berkuasa sejak 2022, telah berjanji untuk menindak tegas setiap bentuk kejahatan. Mereka tidak ingin Swedia terus-menerus terjerat dalam lingkaran kekerasan ini.

Pemerintah telah memberikan keleluasaan wewenang yang lebih besar kepada aparat kepolisian. Tujuannya jelas, agar polisi memiliki instrumen yang lebih kuat untuk menindak kejahatan, termasuk yang melibatkan remaja yang semakin banyak terlibat.

Salah satu rencana kontroversial adalah menurunkan usia pidana dari 15 menjadi 13 tahun. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi keterlibatan anak muda dalam aktivitas kriminal yang semakin mengkhawatirkan.

Selain itu, pemerintah juga berencana mendirikan sel khusus untuk para remaja pelaku kejahatan, menggantikan rumah tahanan remaja yang ada saat ini. Ini adalah upaya untuk memisahkan mereka dari lingkungan yang mungkin memperburuk perilaku kriminal dan memberikan rehabilitasi yang lebih terfokus.

Langkah-langkah lainnya termasuk penghapusan hukuman yang lebih ringan bagi para pelaku kejahatan remaja. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap tindakan kriminal, tanpa memandang usia, mendapatkan konsekuensi yang setimpal dan memberikan efek jera.

Polisi juga akan diberikan kemungkinan untuk menggunakan tindakan koersif yang lebih tegas terhadap remaja dalam upaya menangkap pelaku kejahatan. Ini adalah bagian dari strategi untuk menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap kejahatan, bahkan di kalangan termuda sekalipun.

Masa Depan Swedia: Antara Harapan dan Tantangan Berat

Upaya pemerintah dan kepolisian Swedia untuk menanggulangi darurat geng kriminal ini tentu bukan pekerjaan mudah. Akar masalah yang kompleks, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga integrasi imigran, memerlukan solusi jangka panjang yang komprehensif.

Meskipun langkah-langkah tegas telah diambil, tantangan di depan masih sangat besar. Keberhasilan dalam menekan angka kejahatan geng akan sangat bergantung pada konsistensi penegakan hukum dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Swedia kini berada di persimpangan jalan. Apakah negara Skandinavia ini mampu mengembalikan citranya sebagai surga damai, ataukah akan terus berjuang melawan bayangan gelap kejahatan terorganisir yang semakin menguat? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

[Gambas:Video CNN]

banner 325x300