Siapa sangka, industri modest fashion di Indonesia ternyata menyimpan potensi luar biasa yang bisa mengguncang panggung ekonomi global. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, baru-baru ini mengungkapkan sebuah prediksi yang bikin banyak orang terperangah: ekspor modest fashion dari Tanah Air berpotensi menembus angka miliaran dolar pada tahun 2030 mendatang. Ini bukan sekadar angan-angan, melainkan target ambisius yang didukung strategi matang.
Potensi Raksasa Modest Fashion Indonesia
Kamu mungkin berpikir, modest fashion hanya menyasar kalangan Muslim saja. Eits, jangan salah! Destry Damayanti menegaskan bahwa potensi pasar modest fashion jauh lebih luas dari itu. Gaya berbusana yang santun dan tertutup ini kini semakin diminati oleh berbagai kalangan, lintas agama dan budaya, karena menawarkan kenyamanan, estetika, dan nilai-nilai etika yang relevan dengan tren global.
Industri ini tidak hanya bicara soal pakaian, tapi juga gaya hidup. Dari hijab yang elegan, tunik yang modis, hingga gaun panjang yang menawan, modest fashion Indonesia punya ciri khas dan keragaman yang tak tertandingi. Kekayaan budaya dan kreativitas desainer lokal menjadi modal utama untuk bersaing di pasar internasional.
Strategi Jitu BI: Dari Lokal ke Panggung Dunia
Untuk mewujudkan target ekspor US$3 miliar, Bank Indonesia tidak tinggal diam. Mereka bergerak aktif membawa sejumlah desainer modest fashion ke Turki, salah satu pusat modest fashion dunia. Langkah ini bukan tanpa alasan, Turki adalah gerbang strategis untuk memperkenalkan produk lokal Indonesia ke pasar global yang lebih luas, khususnya di Eropa dan Timur Tengah.
Perjalanan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi desainer Indonesia untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka. Tujuannya jelas, agar produk lokal kita bisa dikenal, diminati, dan akhirnya menembus pasar internasional. BI berharap, dengan eksposur yang tepat, modest fashion Indonesia bisa menjadi primadona baru di kancah global.
Lebih dari Sekadar Gaya: Isu Lingkungan dan Keberlanjutan
Salah satu nilai tambah yang diusung oleh industri modest fashion Indonesia adalah perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Destry Damayanti menuturkan bahwa produk-produk ini tidak hanya memiliki kisah tersendiri dari setiap helai kainnya, tetapi juga sangat peduli terhadap dampak lingkungan. Ini adalah nilai jual yang sangat kuat di pasar global saat ini.
Banyak desainer lokal yang kini mulai mengadopsi konsep sustainable fashion, termasuk penggunaan bahan daur ulang. Inisiatif ini menunjukkan bahwa modest fashion Indonesia tidak hanya mengikuti tren gaya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi. Konsumen global semakin sadar akan pentingnya produk ramah lingkungan, dan ini menjadi keunggulan kompetitif yang patut dibanggakan.
Menembus Pasar Global: Apa Kuncinya?
Pertanyaan besar yang sering muncul adalah, bagaimana modest fashion Indonesia bisa benar-benar menembus pasar global yang sangat kompetitif? Kuncinya ada pada beberapa aspek krusial. Pertama, kualitas produk harus standar internasional, mulai dari bahan, jahitan, hingga detail desain.
Kedua, branding yang kuat dan strategi pemasaran digital yang efektif. Di era serba digital ini, kehadiran online menjadi sangat penting untuk menjangkau konsumen di seluruh dunia. Kolaborasi dengan influencer internasional dan partisipasi dalam event fashion global juga bisa menjadi strategi jitu.
Dampak Luas Industri Modest Fashion bagi Negeri
Industri modest fashion bukan hanya tentang keuntungan finansial semata. Lebih dari itu, industri ini memiliki potensi dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas bagi masyarakat Indonesia. Dengan berkembangnya ekspor, akan tercipta lebih banyak lapangan kerja, mulai dari penjahit, pengrajin kain, hingga tenaga pemasaran.
Ini juga berarti pemberdayaan ekonomi bagi banyak UMKM dan komunitas lokal. Mereka yang selama ini mungkin hanya berkreasi di tingkat lokal, kini punya kesempatan untuk unjuk gigi di panggung dunia. Modest fashion bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran Aktif Bank Indonesia dalam Mendampingi Industri
Lantas, apa saja yang sudah dilakukan BI untuk mendampingi industri modest fashion ini? Selain membawa desainer ke Turki, BI juga aktif memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Ini termasuk fasilitasi akses permodalan bagi UMKM, pelatihan peningkatan kualitas produk dan desain, serta pendampingan dalam strategi pemasaran.
BI memahami bahwa untuk bersaing di pasar global, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar modal. Mereka butuh pengetahuan, jaringan, dan dukungan kebijakan yang tepat. Dengan pendekatan holistik ini, BI berharap modest fashion Indonesia bisa tumbuh kuat dan mandiri.
Tantangan dan Peluang Menuju Puncak Dunia
Tentu saja, perjalanan menuju puncak tidak akan mudah. Tantangan seperti persaingan ketat, perubahan tren yang cepat, hingga hambatan logistik dan regulasi ekspor harus dihadapi. Namun, di balik tantangan selalu ada peluang. Digitalisasi membuka pintu bagi desainer kecil untuk menjangkau pasar global tanpa harus memiliki toko fisik di luar negeri.
Permintaan akan modest fashion yang terus meningkat di berbagai belahan dunia juga menjadi angin segar. Dengan kreativitas tanpa batas, dukungan pemerintah, dan semangat kolaborasi, modest fashion Indonesia punya semua modal untuk menjadi raja di pasar global.
Penasaran dengan detail strategi BI dan cerita seru di balik perjalanan modest fashion Indonesia menembus pasar global? Kamu wajib banget dengarkan Podcast Money Honey Special Edition di Turki! Destry Damayanti akan buka-bukaan bersama anchor CNN Indonesia, Mayfree Syari. Jangan sampai ketinggalan! Saksikan pada Jumat (19/9) jam 20.30 WIB di Aplikasi CNN Indonesia dan YouTube CNN Indonesia. Ini kesempatan emas untuk tahu lebih banyak tentang masa depan modest fashion kebanggaan kita!


















