banner 728x250

Hilang Usai Demo Jakarta, Bima Ditemukan Jualan Barongsai di Klenteng Malang! Ini Kisah Lengkapnya

Sekelompok pemuda berkumpul dengan motor di depan area yang terbakar dan puing-puing.
Sejumlah orang berkumpul di dekat lokasi kejadian pasca-demonstrasi.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari Kota Malang, Jawa Timur, membawa secercah harapan bagi keluarga yang cemas. Bima Permana Putra (BPP), salah satu dari tiga orang yang dilaporkan hilang pasca-demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu, akhirnya ditemukan. Ia kedapatan tengah berjualan mainan barongsai di Klenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata No. 1 Kota Lama, Kedung Kandang, Malang.

Penemuan Bima ini mengakhiri penantian panjang dan kecemasan yang menyelimuti banyak pihak. Tim kepolisian dari Polda Metro Jaya berhasil menorehkan titik terang dalam kasus orang hilang yang sempat menjadi perhatian publik. Momen penemuan ini terjadi pada hari Rabu pukul 13.55 WIB, setelah serangkaian penelusuran dan analisis mendalam.

banner 325x300

Kabar Hilangnya Bima: Dari Jakarta ke Sorotan Nasional

Sebelum penemuan ini, nama Bima Permana Putra menjadi salah satu dari tiga individu yang dilaporkan hilang sejak 31 Agustus lalu. Ia bersama Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo, dikabarkan tak kembali ke rumah setelah mengikuti aksi unjuk rasa di ibu kota. Hilangnya mereka sontak memicu kekhawatiran dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Keluarga dan kerabat tentu saja dilanda kepanikan luar biasa. Setiap hari adalah penantian yang menyiksa, berharap ada kabar baik dari pihak berwajib atau siapa pun yang melihat keberadaan mereka. Kasus ini pun segera menarik perhatian publik, mendorong kepolisian untuk bertindak cepat.

Detik-detik Penemuan di Kota Apel

Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi penemuan Bima. "Petugas lakukan serangkaian penelusuran dan analisa sehingga berhasil menemukan saudara BPP pada hari ini pukul 13.55 WIB di Kota Malang," ujarnya di Jakarta. Penemuan ini menunjukkan kerja keras tim gabungan yang tak kenal lelah.

Bayangkan saja, seorang yang dicari di Jakarta, justru ditemukan ratusan kilometer jauhnya di Malang, tengah beraktivitas normal. Bima ditemukan sedang menjajakan mainan barongsai, sebuah pemandangan yang mungkin tak terduga bagi mereka yang mencarinya. Klenteng Eng An Kiong, yang menjadi saksi bisu penemuan ini, adalah salah satu situs bersejarah di Kota Malang.

Upaya Gigih Polda Metro Jaya: Posko dan Tim Gabungan

Polda Metro Jaya memang tidak tinggal diam sejak awal kabar hilangnya ketiga orang tersebut mencuat. Mereka segera membentuk posko pengaduan orang hilang di Aula Satiaha Prabu, Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi laporan dari masyarakat dan keluarga.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, sebelumnya menjelaskan bahwa informasi awal banyak didapatkan melalui media sosial. Meskipun demikian, laporan resmi secara "offline" atau datang langsung ke posko masih minim. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

"Kami sudah mendapatkan informasi tersebut dari media sosial juga. Tentunya kami dari Polda Metro saat ini sudah membuat posko pengaduan orang hilang," kata Wira pada Senin (15/9) malam. Ia menambahkan bahwa banyak pesan WA yang masuk hanya berupa ucapan terima kasih atas dibentuknya posko, namun belum ada laporan detail orang hilang.

Untuk mempercepat proses, tim gabungan pencarian orang hilang juga telah dibentuk. Tim ini bekerja siang dan malam, menyisir berbagai informasi dan petunjuk yang ada. Penemuan Bima adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim tersebut, memberikan angin segar bagi upaya pencarian lainnya.

Misteri Tiga Orang Hilang: Pencarian Masih Berlanjut

Meskipun Bima Permana Putra telah ditemukan, pencarian untuk dua orang lainnya, Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo, masih terus berlanjut. Keluarga mereka tentu masih menanti kabar baik dengan penuh harap. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus bekerja hingga semua yang dilaporkan hilang dapat ditemukan.

Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi dan informasi dari masyarakat. Setiap petunjuk, sekecil apa pun, bisa menjadi kunci dalam mengungkap keberadaan seseorang. Oleh karena itu, Polda Metro Jaya terus mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika memiliki informasi relevan.

Langkah Selanjutnya untuk Bima dan Keluarga

Setelah ditemukan, Bima Permana Putra segera dibawa ke Mapolda Metro Jaya. "Selanjutnya saudara BPP dibawa ke Polda Metro untuk penanganan lebih lanjut," jelas Ade Ary. Penanganan lebih lanjut ini kemungkinan besar meliputi pemeriksaan kesehatan, wawancara untuk mengetahui kronologi hilangnya, serta tentu saja, proses reuni dengan keluarga yang telah lama menanti.

Pertemuan kembali Bima dengan keluarganya pasti akan menjadi momen haru yang tak terlupakan. Setelah berhari-hari, bahkan mungkin berminggu-minggu, diliputi kecemasan, akhirnya mereka bisa bernapas lega. Ini adalah kisah yang mengingatkan kita akan kekuatan harapan dan pentingnya peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pentingnya Laporan Resmi dan Peran Masyarakat

Kasus Bima Permana Putra menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya melaporkan kehilangan orang secara resmi. Meskipun media sosial sangat membantu dalam menyebarkan informasi, laporan resmi ke pihak berwajib adalah dasar bagi kepolisian untuk melakukan tindakan investigasi yang terstruktur. Tanpa laporan resmi, proses pencarian bisa menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

Polda Metro Jaya juga telah menyediakan pusat pengaduan orang hilang yang siaga 24 jam di nomor 0812-8559-9191. Nomor ini menjadi saluran penting bagi siapa pun yang memiliki informasi atau ingin melaporkan kehilangan. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam membantu tugas kepolisian.

Kisah Bima yang ditemukan berjualan barongsai di Malang setelah hilang pasca-demo di Jakarta adalah sebuah cerita dengan akhir yang melegakan. Ini bukan hanya tentang penemuan satu orang, tetapi juga tentang dedikasi aparat, kekuatan informasi, dan harapan yang tak pernah padam. Semoga Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo juga segera menyusul ditemukan, membawa kelegaan bagi keluarga mereka.

banner 325x300