Masa Orientasi Kampus (MOKA) adalah gerbang awal bagi ribuan mahasiswa baru untuk mengenal dunia perkuliahan. Di Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, MOKA 2025 bukan hanya sekadar perkenalan, melainkan sebuah komitmen serius untuk menciptakan pengalaman yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Acara penting ini akan diselenggarakan serentak di tiga kampus utama UNM, yaitu UNM Margonda Depok, UNM Jatiwaringin Jakarta Timur, dan UNM Pemuda Rawamangun Jakarta Timur, pada Jumat, 19 September 2025.
MOKA 2025: Lebih dari Sekadar Orientasi Biasa
MOKA UNM 2025 dirancang sebagai fondasi awal bagi perjalanan akademik mahasiswa baru. Ini adalah momen krusial di mana mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan fisik kampus, tetapi juga nilai-nilai, budaya, dan ekspektasi akademik yang akan membentuk karakter mereka selama bertahun-tahun ke depan. Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM ingin memastikan bahwa pendekatan mereka terhadap orientasi juga mencerminkan inovasi dan kepedulian.
Konsep MOKA tahun ini jauh melampaui tradisi lama yang seringkali diwarnai dengan praktik-praktik yang tidak mendidik. UNM bertekad untuk menyajikan sebuah program yang informatif, interaktif, dan memberdayakan, sekaligus menjamin kenyamanan dan keamanan setiap peserta. Ini adalah langkah maju yang menunjukkan bahwa modernitas tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang humanisme dan kesejahteraan mahasiswa.
Komitmen UNM untuk Lingkungan Tanpa Kekerasan
Isu kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa telah menjadi sorotan nasional. UNM mengambil sikap tegas dan proaktif untuk memastikan MOKA 2025 berjalan mulus tanpa insiden yang tidak diinginkan. Komitmen ini bukan hanya janji di atas kertas, melainkan diwujudkan melalui pengerahan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNM secara penuh.
Ketua Satgas PPK UNM, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun. “MOKA adalah titik awal perjalanan akademik mahasiswa. Satgas PPK hadir memastikan kegiatan ini tidak mengandung kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujar Arfhan dalam rilis yang diterima. Ia menambahkan, “Kami ingin mahasiswa baru langsung merasakan budaya akademik yang sehat dan penuh penghargaan.” Pernyataan ini menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan MOKA yang berintegritas.
Peran Krusial Satgas PPK: Penjaga Keamanan MABA
Satgas PPK UNM bukan sekadar tim pengawas pasif. Mereka adalah garda terdepan yang dibekali dengan pelatihan khusus untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani potensi kekerasan. Anggota Satgas PPK akan disebar di seluruh area kegiatan MOKA di ketiga kampus, melakukan patroli aktif, dan siap merespons setiap laporan atau indikasi adanya pelanggaran.
Tim ini juga akan mendirikan posko aduan yang mudah diakses oleh mahasiswa baru, memastikan setiap keluhan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan rahasia. Mereka dilatih untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan, mulai dari verbal, psikologis, fisik, hingga seksual, serta memahami prosedur pelaporan dan penanganan yang sesuai. Kolaborasi erat dengan pihak keamanan kampus dan departemen kemahasiswaan juga menjadi kunci efektivitas Satgas PPK dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar aman.
Program Edukasi Komprehensif: Membangun Kesadaran Sejak Dini
Selain pengawasan ketat, UNM juga mengintegrasikan program edukasi yang mendalam sebagai bagian tak terpisahkan dari MOKA 2025. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya lingkungan belajar yang aman dan etis. Materi edukasi mencakup tiga pilar utama yang sangat relevan.
Pertama, Pencegahan Kekerasan. Mahasiswa akan diajarkan mengenai definisi dan jenis-jenis kekerasan, cara mengidentifikasi tanda-tandanya, serta prosedur pelaporan yang aman dan efektif. Mereka juga akan diberi pemahaman tentang hak-hak mereka sebagai mahasiswa dan sumber daya yang tersedia jika mereka membutuhkan bantuan.
Kedua, Etika Pergaulan. Materi ini fokus pada pentingnya komunikasi yang efektif, saling menghargai perbedaan, dan menetapkan batasan personal yang sehat dalam interaksi sosial. UNM ingin menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan inklusivitas sejak dini, membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter.
Ketiga, Budaya Akademik. Ini mencakup integritas akademik, pentingnya kejujuran, kolaborasi yang sehat, dan menghindari plagiarisme. Mahasiswa akan diajak untuk memahami bahwa lingkungan akademik yang sehat adalah fondasi bagi pengembangan diri dan inovasi. Pendekatan edukatif ini disampaikan melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, dan mungkin simulasi, agar pesan tersampaikan dengan optimal.
Menjamin Keseragaman Pengalaman di Tiga Kampus
Menyelenggarakan MOKA secara simultan di tiga lokasi berbeda tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga standar keamanan dan kualitas program. Namun, UNM telah menyiapkan strategi matang untuk memastikan keseragaman pengalaman bagi seluruh mahasiswa baru, tanpa memandang kampus tempat mereka mendaftar.
Standard Operating Procedures (SOP) yang ketat dan terpusat telah disusun untuk semua aspek MOKA, mulai dari materi edukasi, jadwal kegiatan, hingga protokol keamanan. Koordinasi antar kampus dilakukan secara intensif, dengan tim Satgas PPK di setiap lokasi yang bekerja di bawah satu komando. Ini memastikan bahwa setiap mahasiswa baru, baik di Margonda, Jatiwaringin, maupun Pemuda, akan menerima perlakuan dan pengalaman yang sama aman dan berkualitasnya.
Mengapa Lingkungan Aman Penting untuk Mahasiswa Baru?
Lingkungan yang aman dan nyaman adalah prasyarat fundamental bagi keberhasilan akademik dan perkembangan pribadi mahasiswa. Ketika mahasiswa baru merasa aman, mereka cenderung lebih percaya diri untuk berinteraksi, bertanya, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus. Ini secara langsung berdampak pada adaptasi mereka terhadap kehidupan perkuliahan yang baru.
Rasa aman juga mengurangi tingkat stres dan kecemasan, memungkinkan mahasiswa untuk fokus pada studi mereka dan membangun jaringan pertemanan yang positif. UNM memahami bahwa pengalaman negatif di awal perkuliahan dapat membayangi seluruh perjalanan akademik seseorang. Oleh karena itu, investasi dalam keamanan dan kenyamanan adalah investasi dalam masa depan mahasiswa itu sendiri, serta dalam reputasi kampus sebagai institusi pendidikan yang peduli.
UNM: Lebih dari Sekadar Kampus Digital, Tapi Juga Humanis
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM seringkali diasosiasikan dengan inovasi teknologi dan keunggulan di bidang digital. Namun, komitmen mereka terhadap MOKA yang aman dan bebas kekerasan menunjukkan bahwa UNM adalah institusi yang seimbang, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi dan bisnis, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan para mahasiswanya.
Ini adalah bukti bahwa inovasi sejati tidak hanya terletak pada perangkat keras atau perangkat lunak, tetapi juga pada cara sebuah institusi berinteraksi dengan sumber daya manusianya yang paling berharga: para mahasiswa. UNM ingin menjadi contoh bahwa kampus modern adalah kampus yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan etika, empati, dan kepedulian yang mendalam terhadap setiap individu.
Harapan dan Visi Jangka Panjang UNM
Arfhan Prasetyo mengungkapkan harapan besar agar MOKA 2025 menjadi pengalaman yang berkesan, mendidik, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh mahasiswa baru. Lebih dari itu, UNM memiliki visi jangka panjang untuk terus menjaga dan meningkatkan standar keamanan serta kesejahteraan mahasiswa di luar kegiatan orientasi.
Satgas PPK dan unit-unit terkait akan terus menjalankan program-program pencegahan kekerasan, menyediakan layanan konseling, dan secara rutin mengevaluasi kebijakan kampus untuk memastikan lingkungan belajar yang suportif. UNM bercita-cita untuk menciptakan komunitas akademik yang tidak hanya unggul secara digital, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, di mana setiap mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, aman, dan nyaman.
Dengan segala persiapan dan komitmen yang telah ditunjukkan, MOKA UNM 2025 siap menyambut generasi penerus bangsa dengan cara yang paling positif dan memberdayakan. Mahasiswa baru tidak perlu khawatir, karena UNM telah memastikan bahwa perjalanan awal mereka di dunia perkuliahan akan dimulai dengan rasa aman dan nyaman.


















