Ibu Kota Jakarta kembali diwarnai berbagai peristiwa kriminal yang menyita perhatian publik sepanjang pekan ini. Dari kabar mengejutkan seputar dunia hiburan hingga ancaman kejahatan siber yang semakin meresahkan, aparat kepolisian bekerja keras mengungkap dan menindak berbagai pelanggaran hukum. Mari kita telusuri rangkuman lengkap insiden-insiden paling menonjol yang mengguncang Jakarta dalam tujuh hari terakhir.
Skandal Narkoba Onad: Ganja dan Ekstasi Terdeteksi, Istri Negatif
Salah satu berita paling menghebohkan datang dari dunia hiburan, di mana artis Leonardo Arya atau yang akrab disapa Onad, dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hasil tes urine yang dilakukan di Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan adanya kandungan ganja dan ekstasi dalam tubuhnya, sebuah fakta yang mengejutkan banyak pihak. Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat Onad dikenal sebagai figur publik yang aktif di berbagai platform media.
Berbeda dengan sang suami, Beby Prisillia, istri Onad, berhasil melewati tes urine dengan hasil negatif narkoba. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, mengonfirmasi perbedaan hasil tes ini, memberikan sedikit kelegaan di tengah pusaran kasus yang menimpa keluarga selebriti tersebut. Penyelidikan lebih lanjut kini tengah dilakukan untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan Onad dan bagaimana ia bisa terjerat dalam penyalahgunaan barang haram tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa jerat narkoba bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang berada di puncak popularitas. Dampak dari kasus ini tentu tidak hanya pada aspek hukum, tetapi juga pada citra dan karier Onad di industri hiburan. Publik kini menanti perkembangan selanjutnya dari proses hukum yang akan dijalani oleh mantan vokalis band Killing Me Inside ini.
Jakarta Darurat Siber? Polda Metro Jaya Catat Ribuan Laporan dengan Kerugian Fantastis
Ancaman kejahatan siber di Jakarta mencapai titik mengkhawatirkan, dengan Polda Metro Jaya mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah laporan. Sejak Januari hingga Agustus 2025, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya telah menerima sebanyak 2.597 laporan terkait tindak pidana siber, sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya serangan digital di Ibu Kota. Yang lebih mencengangkan, total kerugian finansial akibat kejahatan ini telah mencapai angka fantastis Rp24,3 miliar.
Modus penipuan daring menjadi bentuk kejahatan siber paling dominan yang merugikan masyarakat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa "online scam," "phishing," dan "pinjaman online ilegal (pinjol)" menjadi tiga jenis penipuan yang paling sering dilaporkan. Para pelaku kejahatan ini memanfaatkan berbagai celah digital dan kelengahan korban untuk menguras harta benda mereka.
Online scam seringkali berkedok hadiah palsu, investasi bodong, atau tawaran pekerjaan yang terlalu menggiurkan, menjebak korban dengan janji-janji manis. Sementara itu, phishing berusaha mencuri data pribadi dan finansial melalui tautan atau email palsu yang menyerupai institusi resmi, seringkali sangat sulit dibedakan. Pinjol ilegal, di sisi lain, menjerat korban dengan bunga mencekik dan praktik penagihan yang intimidatif, seringkali berujung pada teror dan pemerasan yang merusak mental korban.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak masuk akal di dunia maya. Verifikasi informasi, penggunaan kata sandi yang kuat, serta tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan adalah langkah-langkah krusial untuk melindungi diri dari ancaman siber yang terus berevolusi. Polda Metro Jaya terus berupaya meningkatkan kapasitas dalam menindak kejahatan ini, namun peran serta masyarakat dalam pencegahan juga sangat vital.
Dugaan Penukaran Label SNI dan Halal di Program Makan Bergizi Gratis: Ancaman Serius bagi Konsumen
Sebuah dugaan pelanggaran serius terkait keamanan pangan dan etika bisnis mencuat di Jakarta Utara. Polres Metro Jakarta Utara tengah mendalami kasus dugaan penukaran label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pemasangan label halal yang tidak sesuai ketentuan. Pelanggaran ini diduga dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ancol, Pademangan, khususnya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Plt Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Maryati Jonggi mengungkapkan bahwa pengecekan telah dilakukan di salah satu ruko di wilayah Ancol pada Jumat (31/10). Dugaan penukaran label SNI dan halal ini sangat mengkhawatirkan karena menyangkut standar kualitas dan kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat, apalagi dalam program yang menyasar gizi gratis yang rentan terhadap manipulasi. Label SNI menjamin produk telah memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan pemerintah, sementara label halal memastikan produk sesuai syariat Islam.
Jika terbukti benar, tindakan ini tidak hanya merugikan konsumen secara finansial, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan mereka. Kualitas bahan makanan yang tidak sesuai standar SNI bisa jadi mengandung zat berbahaya atau tidak layak konsumsi, menimbulkan risiko kesehatan serius. Begitu pula dengan label halal palsu yang menipu kepercayaan umat, merusak integritas sistem sertifikasi. Polisi akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas, mencari tahu siapa saja yang bertanggung jawab dan motif di balik praktik curang tersebut.
Mediasi Lanjutan DJ Panda dan Erika Carlina: Babak Baru Konflik Selebriti
Dunia hiburan kembali disorot dengan perkembangan kasus antara DJ Giovanni Surya Saputra, atau DJ Panda, dan selebgram Erika Carlina. Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak, yakni terlapor DJ Panda dan pelapor Erika Carlina, akan kembali melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menjadi babak baru dalam upaya penyelesaian konflik yang melibatkan dua figur publik tersebut.
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Iskandarsyah menyampaikan hasil pertemuan sebelumnya yang telah berlangsung pada Jumat (31/10) di Polda Metro Jaya. Meskipun detail perselisihan awal tidak disebutkan, pertemuan lanjutan ini mengindikasikan adanya upaya mediasi atau klarifikasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian. Konflik di kalangan selebriti seringkali menarik perhatian publik, dan penyelesaiannya melalui jalur hukum atau mediasi menjadi penting untuk menjaga nama baik semua pihak.
Diharapkan pertemuan mendatang dapat menghasilkan titik terang atau kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan merugikan karier mereka. Mediasi seringkali menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan, menghindari proses hukum yang panjang dan melelahkan, serta menjaga hubungan baik di kemudian hari. Publik menanti hasil dari pertemuan ini, berharap ada resolusi damai bagi konflik antara DJ Panda dan Erika Carlina.
60 Tersangka Penyerangan Mapolres Jakut Diserahkan ke Kejaksaan: Keadilan di Depan Mata
Langkah tegas aparat penegak hukum kembali ditunjukkan dengan penyerahan 60 tersangka dan barang bukti terkait kerusuhan serta penyerangan Mako Polres Metro Jakarta Utara. Insiden penyerangan yang terjadi pada 31 Agustus 2025 ini telah melalui proses penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara. Kini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Kepala Satuan Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar menegaskan bahwa kasus ini sudah masuk tahap dua, menandakan bahwa berkas perkara telah lengkap dan siap untuk proses penuntutan. Penyerahan ini dilakukan pada Kamis (30/10), menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menindak tegas pelaku tindak pidana yang mengganggu ketertiban umum, apalagi yang berani menyerang institusi penegak hukum yang bertugas menjaga keamanan.
Penyerangan terhadap markas polisi merupakan tindakan serius yang tidak bisa ditolerir, karena mengancam keamanan dan stabilitas. Ke-60 tersangka ini akan menghadapi proses hukum lebih lanjut di kejaksaan, di mana mereka akan dituntut sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Harapannya, proses hukum ini dapat berjalan adil dan memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat melakukan tindakan serupa di masa mendatang, demi menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
Berbagai kasus kriminal yang terjadi di Jakarta sepanjang pekan ini menunjukkan kompleksitas tantangan keamanan di Ibu Kota. Dari kasus narkoba yang melibatkan figur publik, ancaman siber yang mengintai setiap pengguna internet, hingga pelanggaran serius terhadap standar pangan, aparat kepolisian terus berupaya menjaga ketertiban dan keadilan. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi semua.


















