Misteri hilangnya Eko Purnomo, salah satu nama yang sempat ramai diperbincangkan pasca aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap. Setelah berbulan-bulan menjadi tanda tanya, Eko ditemukan dalam kondisi yang sangat tak terduga: ia telah beralih profesi menjadi seorang nelayan di Kalimantan Tengah. Sebuah plot twist yang mengejutkan banyak pihak, dari keluarga hingga aparat kepolisian.
Kabar penemuan Eko ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi. Ia menjelaskan bahwa Eko Purnomo berhasil ditemukan di sebuah daerah terpencil, jauh dari hiruk pikuk ibu kota, tepatnya di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Sebuah lokasi yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh siapa pun.
Perjalanan Pencarian yang Penuh Teka-teki
Kisah penemuan Eko ini bermula dari keresahan publik dan laporan yang masuk ke pihak kepolisian. Pasca-aksi unjuk rasa besar di Jakarta, sejumlah nama dilaporkan hilang, termasuk Eko Purnomo. Informasi ini menyebar cepat, terutama melalui media sosial, memicu kekhawatiran dan desakan agar pihak berwenang segera bertindak.
Menanggapi laporan tersebut, Polda Metro Jaya tidak tinggal diam. Sebuah tim khusus gabungan segera dibentuk, melibatkan Subdit IV Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang bertugas di posko aduan orang hilang. Tim ini memiliki misi penting: menelusuri setiap petunjuk, sekecil apa pun, untuk menemukan orang-orang yang dikabarkan menghilang.
Penyelidikan dimulai dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Salah satu titik terang datang dari keterangan orang tua Eko. Mereka mengungkapkan bahwa Eko sempat mengabari mereka melalui pesan instan WhatsApp. Dalam pesannya, Eko menyatakan niatnya untuk merantau ke Kalimantan, sebuah petunjuk krusial yang mengarahkan tim pencari ke arah yang benar.
Dari informasi tersebut, tim khusus melakukan analisis mendalam terhadap data dan keterangan yang ada. Mereka berusaha memetakan kemungkinan lokasi Eko berdasarkan pesan WhatsApp dan informasi lain yang berhasil dikumpulkan. Hasilnya mengerucut pada satu daerah: Desa Kuala Jelai, Kecamatan Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Kehidupan Baru di Ujung Borneo
Dengan petunjuk yang semakin kuat, tim pencari tidak membuang waktu. Mereka segera bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan Eko. Perjalanan ke Kuala Jelai, sebuah daerah yang mungkin asing bagi banyak orang, tentu bukan hal yang mudah. Namun, demi menemukan Eko, segala upaya dikerahkan.
Setibanya di lokasi, tim melakukan pengecekan langsung. Dan benar saja, di tengah kesederhanaan hidup masyarakat pesisir Kuala Jelai, mereka menemukan Eko Purnomo. Ia tidak lagi terlibat dalam hiruk pikuk kota, melainkan telah sepenuhnya menjalani kehidupan baru sebagai penangkap ikan atau nelayan. Sebuah perubahan profesi yang drastis dan tak terduga.
Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi hal ini. "Saudara Eko Purnomo sudah ditemukan dan benar bekerja sebagai penangkap ikan di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah," ujarnya. Penemuan ini membawa kelegaan luar biasa, terutama bagi keluarga Eko yang selama ini diliputi kecemasan.
Setelah memastikan keberadaan Eko, tim pencari segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat, yakni Polsek Kuala Jelai dan Polres Sukamara, di bawah naungan Polda Kalimantan Tengah. Koordinasi ini penting untuk mendokumentasikan penemuan Eko dan memastikan segala prosedur berjalan sesuai aturan. Keberadaan Eko bahkan tercatat dalam laporan polisi pada Selasa, 16 September.
Bukan Hanya Eko: Kisah Bima Permana Putra
Kisah Eko Purnomo bukan satu-satunya yang menarik perhatian. Selain Eko, Polda Metro Jaya juga berhasil menemukan Bima Permana Putra, nama lain yang juga dilaporkan hilang pasca-aksi unjuk rasa di Jakarta. Penemuan Bima juga tak kalah mengejutkan dan menunjukkan bagaimana seseorang bisa memulai lembaran baru di tempat yang berbeda.
Bima Permana Putra ditemukan di Kota Malang, Jawa Timur. Ia tidak lagi berada di Jakarta, melainkan tengah berjualan mainan barongsai. Tepatnya di Klenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata No. 1 Kota Lama, Kedung Kandang. Penemuan Bima pada Rabu, 17 September, menambah daftar panjang orang-orang yang berhasil ditemukan setelah sempat dikabarkan hilang.
Kedua kisah ini, baik Eko maupun Bima, memberikan gambaran bahwa di balik laporan kehilangan, ada cerita-cerita personal tentang pilihan hidup dan upaya memulai lembaran baru. Mereka mungkin memilih untuk menjauh dari ingar-bingar kota dan mencari ketenangan atau kesempatan di tempat lain.
Pencarian Masih Berlanjut
Meskipun Eko Purnomo dan Bima Permana Putra telah ditemukan, tugas kepolisian belum sepenuhnya selesai. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh KontraS, terdapat empat orang pendemo yang diduga hilang. Dua di antaranya, Eko Purnomo dan Bima Permana Putra, kini sudah berhasil ditemukan.
Namun, dua nama lainnya, yakni Reno Syachputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, masih dalam pencarian. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyelidikan dan pencarian hingga semua orang yang dilaporkan hilang dapat ditemukan. Posko pengaduan orang hilang yang disediakan Polda Metro Jaya juga tetap beroperasi untuk menerima informasi dan membantu keluarga yang mencari kerabatnya.
Penemuan Eko dan Bima menjadi secercah harapan bagi keluarga Reno dan Farhan, serta bagi siapa pun yang masih mencari kerabatnya. Ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, misteri hilangnya seseorang bisa terungkap, bahkan jika mereka telah memulai kehidupan baru di tempat yang jauh dan tak terduga. Sebuah pengingat bahwa di setiap sudut negeri, selalu ada cerita yang menunggu untuk ditemukan.


















