Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang peduli masyarakat. Kali ini, mereka menggandeng Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan Puskesmas Ragunan dalam sebuah kolaborasi strategis. Fokus utamanya? Melawan ancaman stunting dan penyakit kronis yang masih menghantui banyak keluarga di wilayah Jakarta Selatan.
Pertemuan perdana yang berlangsung di Puskesmas Ragunan menjadi titik awal kesepakatan penting. Berbagai strategi penanganan dibahas, termasuk adopsi inovasi teknologi terbaru. Salah satu yang paling menarik adalah penggunaan SehatLink, sebuah platform pemantauan kesehatan keluarga terintegrasi yang dikembangkan langsung oleh UNM.
Mengapa Stunting dan Penyakit Kronis Jadi Fokus Utama?
Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, bukan sekadar masalah tinggi badan. Dampaknya jauh lebih serius, memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan. Di perkotaan seperti Jakarta Selatan, masalah ini seringkali tersembunyi di balik gaya hidup modern dan kurangnya edukasi gizi yang tepat.
Tak hanya stunting, penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung juga menjadi momok. Gaya hidup sedentari, pola makan tidak sehat, dan kurangnya kesadaran akan deteksi dini membuat penyakit-penyakit ini semakin merajalela. Pencegahan adalah kunci, dan inilah mengapa kolaborasi ini menjadi sangat krusial.
Sinergi Tiga Pilar: UNM, Sudin Kesehatan, dan Puskesmas Ragunan
Kolaborasi ini mempertemukan kekuatan akademisi, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan primer. Setiaji dan Titin Kristiana, dua pakar dari program studi Sistem Informasi UNM, menjadi garda terdepan dalam merancang solusi digital. Mereka bekerja sama erat dengan tenaga kesehatan Puskesmas Ragunan untuk memahami kebutuhan riil masyarakat.
Diskusi mendalam meliputi identifikasi masalah gizi, pola hidup sehat, hingga tantangan dalam menjangkau keluarga-keluarga rentan. Tenaga kesehatan Puskesmas Ragunan menyambut baik inisiatif ini, menganggapnya sebagai angin segar yang memperkuat peran mereka sebagai ujung tombak layanan kesehatan. Dukungan perguruan tinggi dinilai mampu memberikan perspektif baru dan solusi inovatif.
Devy, perwakilan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, menegaskan pentingnya sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan kampus adalah langkah cerdas untuk memperluas jangkauan program kesehatan keluarga. Terutama di wilayah perkotaan yang padat dan kompleks, pendekatan inovatif sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan perhatian yang layak.
"Dukungan akademisi dan mahasiswa dinilai mampu menghasilkan kader kesehatan yang inovatif," kata Devy. Ia percaya bahwa sentuhan teknologi dan pemikiran segar dari mahasiswa dapat menciptakan program yang lebih efektif dan menarik bagi masyarakat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan komunitas.
SehatLink: Inovasi Digital dari UNM untuk Kesehatan Keluarga
Inilah bintang utama dalam kolaborasi ini: SehatLink. Aplikasi ini bukan sekadar pencatat data, melainkan sebuah ekosistem pemantauan kesehatan keluarga terintegrasi. Bayangkan, kamu bisa memantau pertumbuhan anak, status gizi, hingga riwayat kesehatan seluruh anggota keluarga dalam satu genggaman.
SehatLink dirancang untuk memudahkan masyarakat dan tenaga kesehatan. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, aplikasi ini memungkinkan pencatatan data kesehatan secara berkala. Mulai dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala balita, hingga tekanan darah dan gula darah orang dewasa, semuanya bisa terekam dengan akurat.
Data yang terkumpul tidak hanya disimpan, tetapi juga dianalisis untuk memberikan rekomendasi kesehatan personal. Misalnya, jika terdeteksi indikasi stunting pada anak, SehatLink bisa memberikan saran gizi atau mengingatkan jadwal imunisasi. Untuk orang dewasa, aplikasi ini bisa menjadi pengingat untuk kontrol rutin atau saran pola hidup sehat berdasarkan riwayat kesehatan.
Bagi tenaga kesehatan, SehatLink adalah alat bantu yang revolusioner. Mereka bisa memantau kondisi kesehatan keluarga di wilayah binaan secara real-time, mengidentifikasi kelompok rentan, dan merencanakan intervensi yang lebih tepat sasaran. Ini memangkas birokrasi dan mempercepat respons terhadap masalah kesehatan yang muncul.
Dampak Nyata dan Visi Jangka Panjang
Sukmawati Anggraeni Putri, Ketua PKM UNM, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen kampus. "Kami percaya pendidikan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi harus memberikan dampak nyata," ujarnya. Melalui pengabdian ini, UNM ingin membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Visi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis tercermin jelas dalam inisiatif ini. Mereka tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah sosial. SehatLink adalah representasi sempurna dari bagaimana inovasi digital dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di masyarakat.
Dengan adanya sinergi ini, program kesehatan keluarga terintegrasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Tidak hanya terbatas di Ragunan, tetapi juga berpotensi diperluas ke berbagai wilayah lain di Jakarta Selatan. Bayangkan, setiap keluarga di Jakarta Selatan memiliki akses ke alat pemantau kesehatan canggih yang bisa mencegah masalah kesehatan sebelum terlambat.
Perguruan Tinggi sebagai Agen Perubahan Kesehatan
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi aktif dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat. UNM tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi inkubator solusi dan inovasi. Mereka membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus membumi, menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Melalui program pengabdian masyarakat seperti ini, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga. Mereka terlibat langsung dalam implementasi teknologi, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami tantangan kesehatan di lapangan. Ini membentuk kader-kader kesehatan masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial.
Pada akhirnya, tujuan besar dari kolaborasi ini adalah menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat. Dengan SehatLink sebagai jembatan teknologi, diharapkan angka stunting bisa ditekan, dan masyarakat Jakarta Selatan semakin sadar akan pentingnya pencegahan penyakit kronis. Ini adalah langkah maju menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, dimulai dari keluarga.


















