banner 728x250

Ditjen Pesantren Era Prabowo: Hasto PDIP Ungkap Misi Besar Santri untuk Indonesia Maju!

ditjen pesantren era prabowo hasto pdip ungkap misi besar santri untuk indonesia maju portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyambut hangat kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menginisiasi pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Langkah ini bukan sekadar restrukturisasi birokrasi, melainkan sebuah pengakuan fundamental terhadap peran historis dan strategis pesantren dalam membangun bangsa.

Menurut Hasto, kebijakan ini merupakan manifestasi nyata dari penghargaan negara terhadap kontribusi tak ternilai para santri. Sejak awal kemerdekaan, semangat perjuangan yang digelorakan dari lingkungan pesantren telah menjadi pilar penting dalam mempertahankan kedaulatan dan identitas bangsa Indonesia.

banner 325x300

Ia menekankan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga kawah candradimuka bagi patriotisme dan nasionalisme. Oleh karena itu, pembentukan Ditjen Pesantren adalah momentum krusial untuk semakin memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan komunitas pesantren yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

PDIP Siap Perkuat Narasi Patriotisme di Pesantren

Tak berhenti pada dukungan verbal, Hasto menegaskan bahwa PDIP siap bahu-membahu dengan pemerintah untuk memperkuat Ditjen Pesantren. Fokus utamanya adalah menggaungkan narasi patriotisme dan cinta tanah air, yang dianggap sebagai bagian integral dari dedikasi terhadap agama. Ini adalah komitmen nyata dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Konsep "Hubbul Watan Minal Iman" atau cinta tanah air sebagian dari iman, akan menjadi spirit utama yang didorong oleh PDIP. Ini menunjukkan komitmen partai untuk memastikan bahwa penguatan pesantren juga berarti penguatan fondasi kebangsaan yang kokoh, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Hasto percaya bahwa dengan narasi yang kuat, para santri akan semakin menyadari peran mereka sebagai penjaga moral dan penjuru kemajuan bangsa. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga agen perubahan yang berintegritas dan berwawasan luas.

Pesantren sebagai Motor Kemajuan: Harmoni Agama dan Ilmu Pengetahuan

Lebih jauh, Hasto menggarisbawahi pentingnya mengiringi penguatan pesantren dengan pembangunan kesadaran kebangsaan yang mendalam serta dorongan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Ia percaya bahwa kedua elemen ini harus berjalan beriringan untuk menciptakan generasi pesantren yang unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Gagasan ini, menurut Hasto, sangat selaras dengan pemikiran Proklamator RI, Bung Karno. Sang Bapak Bangsa selalu menekankan bahwa Islam harus bersekutu erat dengan ilmu pengetahuan, bukan sebagai dua entitas yang terpisah, melainkan saling melengkapi dan menguatkan untuk kemajuan peradaban.

Dalam konteks modern, hal ini berarti pesantren tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi dan inovasi. Mereka harus mampu mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum, menghasilkan lulusan yang kompeten di berbagai bidang.

Mewujudkan Visi Indonesia Emas Melalui Pesantren

Visi besar di balik penguatan pesantren adalah menjadikan mereka motor penggerak kemajuan bangsa, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Hasto berharap pesantren dapat melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan inovatif.

Indonesia, dengan kekayaan budaya dan spiritualnya, memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di kancah dunia. Pesantren, dengan tradisi keilmuan dan moralitasnya, diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan cita-cita tersebut, bergerak cepat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang terus berubah.

Ini adalah panggilan bagi pesantren untuk tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berinovasi. Mereka harus menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Implikasi Kebijakan dan Harapan ke Depan

Pembentukan Ditjen Pesantren ini menandai babak baru dalam hubungan negara dengan lembaga pendidikan Islam tradisional. Ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang pengakuan, pemberdayaan, dan integrasi pesantren dalam arus utama pembangunan nasional secara lebih terstruktur dan komprehensif.

Dengan dukungan lintas partai seperti yang ditunjukkan oleh PDIP, diharapkan Ditjen Pesantren dapat segera merumuskan program-program strategis yang efektif. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, hingga fasilitasi akses terhadap teknologi dan inovasi.

Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pesantren yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing. Sebuah ekosistem yang tidak hanya melahirkan ulama dan cendekiawan agama, tetapi juga inovator, pemimpin, dan warga negara yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan Indonesia yang adil dan makmur. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh elemen bangsa.

banner 325x300