banner 728x250

Kematian Affan Kurniawan Picu Amarah! Ribuan Ojol Siap Kepung DPR 17 September, Tuntut Keadilan dan Potongan Aplikasi

Ribuan pengemudi ojol unjuk rasa di depan Gedung DPR RI membawa bendera dan spanduk.
Ribuan pengemudi ojol dijadwalkan gelar aksi besar di DPR RI pada 17 September 2025 menuntut keadilan atas kematian rekan mereka.
banner 120x600
banner 468x60

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Garda Indonesia bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 17 September 2025. Demonstrasi ini direncanakan akan mengepung Gedung DPR RI, membawa serta tuntutan baru yang mendesak: pengusutan tuntas kasus kematian rekan mereka, Affan Kurniawan. Kematian Affan yang tragis, dilindas kendaraan taktis aparat saat demo pekan lalu, telah menyulut kemarahan dan solidaritas di kalangan komunitas ojol.

Aksi Besar Ojol 17 September: Mengapa Mereka Turun ke Jalan?

banner 325x300

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah seruan keadilan yang mendalam, terutama setelah insiden yang menimpa Affan Kurniawan. Diperkirakan sekitar 5.000 ojol akan tumpah ruah di jalanan Jakarta, menyuarakan aspirasi mereka yang selama ini terpendam.

Tuntutan utama yang akan dibawa kali ini adalah penuntasan perkara gugurnya Affan Kurniawan. Mereka menginginkan agar kasus ini diusut secara transparan dan tuntas, memastikan keluarga almarhum mendapatkan keadilan yang layak. Ini menjadi poin krusial yang menambah daftar panjang perjuangan para ojol.

Kematian Affan Kurniawan: Pemicu Amarah yang Tak Terbendung

Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan pada Kamis, 28 Agustus lalu, telah menjadi titik balik. Affan, seorang pengemudi ojol, tewas setelah dilindas kendaraan taktis aparat saat terlibat dalam aksi demonstrasi. Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan di seluruh komunitas ojol, yang merasa keselamatan mereka terancam bahkan saat menyuarakan hak.

Kematian Affan bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan simbol dari potensi bahaya yang dihadapi para pekerja jalanan. Insiden ini membangkitkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan bagi pengemudi ojol masih sangat minim, terutama dalam situasi konflik massa. Garda Indonesia merasa wajib untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Lima Sikap Tegas Garda Indonesia Menuntut Keadilan

Menyikapi insiden memilukan ini, Garda Indonesia telah merumuskan lima sikap tegas yang akan menjadi dasar perjuangan mereka. Sikap-sikap ini mencerminkan keinginan kuat untuk keadilan dan perubahan sistematis. Mereka tidak ingin kematian Affan menjadi sia-sia tanpa adanya pertanggungjawaban.

Pertama, Garda Indonesia mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta yang independen. Tim ini diharapkan dapat mengusut tuntas tindakan represif yang menyebabkan hilangnya nyawa Affan Kurniawan, tanpa pandang bulu. Mereka percaya bahwa aparat negara seharusnya melindungi rakyat, bukan justru menimbulkan korban jiwa.

Kedua, mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari Kepolisian Republik Indonesia. Garda ingin kronologi peristiwa yang menyebabkan Affan Kurniawan meninggal dunia diungkap secara jelas dan terbuka kepada publik. Ini penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Ketiga, Garda menuntut agar para pelaku yang lalai atau sengaja melakukan pelindasan terhadap korban dihukum setimpal. Proses hukum harus berjalan secara transparan agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Akuntabilitas individu adalah kunci untuk menegakkan keadilan.

Keempat, seruan solidaritas nasional digaungkan kepada seluruh pengemudi ojek online dan masyarakat sipil. Mereka diajak untuk bersama-sama mengawal kasus ini sampai tuntas, demi tegaknya keadilan bagi korban. Solidaritas dianggap sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan ini.

Terakhir, Garda mendesak pemerintah untuk memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek online. Para ojol setiap hari bekerja di jalanan dan sangat rawan terjebak dalam konflik massa, sehingga jaminan keselamatan adalah hak fundamental yang harus dipenuhi. Ini adalah tuntutan jangka panjang yang sangat relevan.

Potongan Aplikasi 10 Persen: Tuntutan Lama yang Kembali Mengemuka

Selain tuntutan terkait kematian Affan, Garda Indonesia juga kembali mengangkat isu lama yang tak kalah penting: potongan tarif aplikasi. Mereka menuntut pemerintah untuk segera membuat kebijakan yang menurunkan potongan tarif aplikasi dari 15 persen menjadi 10 persen. Isu ini telah menjadi keluhan utama para ojol selama bertahun-tahun.

Raden Igun Wicaksono menjelaskan bahwa potongan 15 persen sangat membebani penghasilan pengemudi. Dengan biaya operasional yang terus meningkat, potongan yang besar membuat pendapatan bersih mereka semakin menipis. Penurunan menjadi 10 persen dianggap akan memberikan sedikit kelonggaran finansial dan meningkatkan kesejahteraan para ojol.

Implikasi Demo: Tekanan pada Pemerintah dan Aplikasi

Aksi unjuk rasa 17 September ini bukan sekadar gertakan. Igun Wicaksono menegaskan bahwa para ojol akan terus berunjuk rasa tanpa henti sampai tuntutan mereka terkabul. "Sampai tuntutan utama Potongan Aplikasi 10 persen dikabulkan, maka kami akan tetap aksi tanpa henti," ujarnya. Ini menunjukkan tekad bulat dan keseriusan mereka dalam memperjuangkan hak-haknya.

Menteri Perhubungan (Menhub) didesak untuk segera merevisi aturan terkait potongan biaya aplikasi. Tekanan dari ribuan massa ojol di depan DPR diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pemerintah dan pihak aplikasi untuk lebih serius menanggapi keluhan para pengemudi. Demo ini akan menjadi ujian bagi responsivitas pemerintah terhadap aspirasi rakyat kecil.

Aksi ini juga akan menjadi sorotan publik terhadap kondisi kerja para ojol di Indonesia. Kematian Affan Kurniawan dan tuntutan potongan aplikasi adalah dua sisi mata uang yang sama: perjuangan untuk martabat dan kesejahteraan. Komunitas ojol berharap suara mereka kali ini tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada mereka.

banner 325x300