Setelah menghilang bak ditelan bumi selama satu setengah bulan, politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya menampakkan diri. Kemunculannya ini terjadi pasca-insiden penjarahan yang menimpa rumah pribadinya di Jakarta Utara, memicu banyak pertanyaan publik.
Yang menarik, Sahroni terlihat bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga, atau akrab disapa Bro Ron. Pertemuan ini sontak memanaskan spekulasi tentang kemungkinan Sahroni mengikuti jejak koleganya, Ahmad Ali, untuk bergabung dengan PSI.
Jejak Sang Politikus Setelah Insiden Penjarahan
Sebelum pertemuan dengan Bro Ron yang menghebohkan, Sahroni memang sempat ‘menghilang’ dari sorotan publik. Bro Ron mengonfirmasi bahwa Sahroni sempat ke luar negeri setelah aksi massa dan penjarahan yang menimpa kediamannya, mungkin untuk menenangkan diri atau menghindari sorotan.
Kemunculan perdananya secara publik adalah melalui video rekaman dalam Musyawarah Nasional Ikatan Motor Indonesia (IMI) X 2025 pada 20 September 2025. Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal IMI, ia memberikan sambutan dengan mengenakan pakaian dan topi lebar berwarna putih, menandai kembalinya ia ke hadapan publik setelah insiden.
Tak lama berselang, pada 13 Oktober 2025, momen pertemuannya dengan Bro Ron di sebuah restoran diunggah di akun Instagram Bro Ron, @brorondm. Pada foto tersebut, Sahroni nampak duduk berhadapan dengan Bro Ron, menunjukkan keakraban di antara keduanya.
Sehari setelahnya, pada 14 Oktober 2025, Sahroni kembali terlihat menghadiri acara wisuda di Jakarta International Convention Center (JICC). Ia diwisuda sebagai doktor dari Universitas Borobudur, dengan disertasi berjudul "Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimatum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Uang Negara."
Sahroni tampak mengenakan toga berwarna hitam dengan list merah, sesuai identitas prodi hukum kampusnya. Dari video yang ditayangkan channel YouTube Universitas Borobudur, ia terlihat berjalan penuh percaya diri, menebar senyum, dan sangat akrab saat bersalaman dengan para petinggi kampus.
Spekulasi Gabung PSI, Benarkah?
Pertemuan Sahroni dengan Bro Ron memang menjadi pemicu utama spekulasi kepindahan partai yang santer beredar. Apalagi, jejak koleganya di NasDem, Ahmad Ali, yang sudah lebih dulu bergabung dengan PSI, semakin memperkuat dugaan ini.
Namun, Bro Ron sendiri menolak berkomentar langsung mengenai peluang Sahroni bergabung dengan partai berlambang gajah tersebut. Ia memilih untuk tidak mengonfirmasi maupun membantah rumor yang beredar.
Meski begitu, ia memberikan bocoran yang bikin penasaran dan memancing spekulasi lebih lanjut. "Saya yakin, akan banyak yang surprise di tanggal 10 November nanti," katanya kepada Liputan6.com pada Rabu (15/10/2025).
Pernyataan ini tentu saja membuat publik bertanya-tanya, kejutan apa yang akan datang? Apakah ini terkait dengan masa depan politik Sahroni, ataukah ada pengumuman besar lain yang disiapkan oleh PSI?
Badai di Internal NasDem: Dicopot hingga Disidang Partai
Di tengah semua spekulasi ini, masa depan Sahroni di Partai NasDem sendiri sedang di ujung tanduk, bahkan bisa dibilang sedang menghadapi badai. Ia telah dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sebuah posisi strategis yang sebelumnya ia pegang.
Posisinya di Komisi III DPR kini digantikan oleh anggota Komisi I DPR, Rusdi Masse Mappasessu, yang menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur fraksi NasDem. Tidak hanya itu, Sahroni juga ditarik dari DPR secara keseluruhan, dengan instruksi untuk menyetop gaji, tunjangan, dan hak-haknya sebagai anggota dewan.
Puncaknya, Sahroni akan disidang di Mahkamah Partai NasDem, sebuah langkah serius yang menunjukkan adanya pelanggaran internal. Ini adalah buntut dari polemik ucapannya yang menyinggung seruan pembubaran DPR, yang dianggap kontroversial oleh partainya.
Sekjen Partai NasDem, Hermawi F Taslim, menegaskan bahwa setelah pembekuan hak-hak, yang bersangkutan akan segera dibawa ke Mahkamah Partai. Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025, sebagai respons terhadap isu pembubaran DPR yang sempat ramai di media sosial.
Dengan serangkaian peristiwa ini, mulai dari insiden penjarahan, kemunculan kembali, hingga badai di internal partai, masa depan politik Ahmad Sahroni menjadi teka-teki besar. Apakah ‘kejutan’ 10 November nanti akan menjawab semua pertanyaan ini dan membawa babak baru dalam karier politiknya? Publik menanti dengan penuh harap.


















