Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), kini tengah menjadi sorotan tajam. Namanya terseret dalam pusaran penyelidikan kasus korupsi aliran dana Bank Jawa Barat (BJB) yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dugaan terbaru yang mengejutkan adalah ia diduga menggunakan uang hasil korupsi tersebut untuk membeli sebuah mobil mewah klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Dugaan Korupsi Dana BJB Menyeret Nama Ridwan Kamil
Penyelidikan KPK terhadap kasus korupsi dana BJB semakin intensif, dan kini fokusnya mengarah pada keterlibatan RK. Mantan pemimpin Jawa Barat ini diselidiki terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan aliran dana yang tidak semestinya. Kasus ini menjadi perhatian publik yang luas, mengingat posisi RK sebagai pejabat publik yang seharusnya menjaga integritas.
KPK tengah mendalami bagaimana dana tersebut diduga dialirkan dan digunakan. Dugaan kuat mengindikasikan bahwa sebagian dari dana haram itu dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian aset bernilai tinggi yang kini menjadi barang bukti.
Mobil Klasik Bersejarah: Mercedes-Benz Pagoda Milik BJ Habibie
Aset yang kini menjadi sorotan utama adalah sebuah mobil Mercedes-Benz klasik yang sangat istimewa. Mobil tersebut bukan sembarang kendaraan, melainkan bekas milik Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, yang kemudian dibeli dari putranya, Ilham Akbar Habibie. Keterkaitan dengan nama besar BJ Habibie menambah dimensi sejarah dan daya tarik pada kasus yang sedang berjalan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik mendalami penjualan aset milik Ilham Habibie kepada RK. "Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait penjualan aset miliknya (Ilham Habibie) kepada Saudara RK, yang diduga pembeliannya tersebut berasal dari hasil dugaan tindak pidana korupsi ini," ujarnya pada Rabu (3/9).
Pesona Mercedes-Benz 280 SL ‘Pagoda’ yang Ikonis
Mobil yang dimaksud adalah Mercedes-Benz 280 SL, sebuah sedan lawas yang diproduksi antara tahun 1967 hingga 1971. Model ini dikenal luas dengan julukan "Pagoda" karena desain atap keras (hardtop) yang unik dan cekung, menyerupai arsitektur kuil tradisional Asia. Tampilannya memadukan aura sporty dan klasik yang tak lekang oleh waktu, menjadikannya incaran para kolektor.
Dengan kap depan memanjang, lampu utama membulat, dan hanya dua pintu, Pagoda menawarkan estetika yang sangat menarik. Di balik kapnya, tersemat mesin 2.800 cc 6 silinder segaris yang mampu menghasilkan tenaga 170 hp, menjadikannya lebih bertenaga dibandingkan varian 230 SL atau 250 SL yang merupakan saudaranya.
Keistimewaan mobil ini tidak hanya pada desain dan performanya, tetapi juga pada sejarah kepemilikannya yang melekat dengan sosok BJ Habibie. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebutkan bahwa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil ini masih atas nama BJ Habibie. "Yang menjadikannya bernilai, kalau tidak salah, STNK-nya masih STNK atas nama papa-nya (ayah Ilham Akbar Habibie, atau B. J. Habibie, red.) ya," jelas Asep, melansir detik. Hal ini tentu saja menambah nilai historis dan daya tarik mobil tersebut.
Skema Pembelian yang Belum Tuntas dan Kontroversi Perubahan Warna
Fakta menarik lainnya adalah skema pembelian mobil ini yang belum tuntas sepenuhnya. RK diketahui membeli mobil tersebut dengan harga Rp2,6 miliar, namun pembayaran dilakukan secara mencicil. Hingga saat ini, RK baru melunasi setengahnya, yaitu Rp1,3 miliar.
Ilham Akbar Habibie membenarkan bahwa kesepakatan terjadi pada tahun 2021, namun ia tidak terlibat langsung dalam detail penjualan. Ia menegaskan bahwa mobil tersebut belum sepenuhnya menjadi milik RK karena cicilannya belum lunas. "Mobil itu dibeli, dicicil tapi belum lunas. Jadi belum milik dia. Saya menyatakan, kalau ini tidak dilunasi dalam waktu dekat, saya tarik kembali dan dia (RK) setuju," kata Ilham.
Yang lebih mengejutkan, meskipun mobil belum lunas dan status kepemilikannya masih belum penuh, RK telah melakukan perubahan signifikan pada kendaraan tersebut. Ia mengganti warna cat mobil dari semula silver menjadi biru. "Waktu sudah digunakan sama Pak RK, beliau rupanya di tahun berapa itu ganti warna. Terus terang tanpa pengetahuan kami," ungkap Ilham, menunjukkan ketidaksetujuannya atas tindakan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang etika dan hak kepemilikan atas barang yang belum lunas.
Aset Disita KPK, Menanti Kelanjutan Kasus
Kini, Mercedes-Benz Pagoda yang ikonik itu telah disita oleh KPK sebagai barang bukti penting dalam kasus dugaan korupsi dana BJB. Penyitaan ini menjadi langkah konkret KPK dalam mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penyalahgunaan dana publik. Ini juga menunjukkan keseriusan lembaga antirasuah dalam menindak kasus korupsi, terutama yang melibatkan pejabat publik.
Kasus ini masih terus bergulir, dan publik menantikan transparansi serta keadilan dari proses hukum yang berjalan. Keterlibatan nama besar seperti Ridwan Kamil dan aset bersejarah milik BJ Habibie menambah kompleksitas dan daya tarik kasus ini di mata masyarakat. Perkembangan selanjutnya dari penyelidikan ini akan terus menjadi perhatian luas.


















