Dunia musik indie Tanah Air kembali diguncang kabar mengejutkan. Label rekaman Lamunai Records secara resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan band pop asal Jakarta, Harum Manis. Keputusan drastis ini diambil menyusul riuhnya dugaan pelecehan yang menyeret nama vokalis band tersebut, Sulthon Kamil.
Terhitung sejak 10 September 2024, Lamunai Records tak lagi berafiliasi dengan Harum Manis. Pengumuman ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat posisi Harum Manis yang sedang naik daun dan Lamunai Records sebagai salah satu label independen terkemuka.
Lamunai Records Ambil Sikap Tegas: Solidaritas untuk Korban
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Rabu (10/9), Lamunai Records dengan tegas menyatakan solidaritas dan dukungan penuh kepada para korban. Mereka menegaskan tidak akan menoleransi tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun.
"Lamunai Records menyatakan solidaritas dan dukungan kepada korban dalam kasus pelecehan yang melibatkan terduga Sulthon Kamil dari Harum Manis," tulis label tersebut. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat label terhadap isu sensitif ini.
"Per 10 September 2024, Lamunai Records resmi menghentikan seluruh hubungan kerja sama dengan yang bersangkutan," lanjut mereka. Pihak label juga memastikan bahwa semua kewajiban dan kontrak kerja sama antara Lamunai Records dan Harum Manis telah diurus sesuai aturan yang berlaku, termasuk berbagai dampak dan konsekuensi yang menyertainya.
Keputusan ini menjadi preseden penting dalam industri musik, menunjukkan bahwa integritas dan etika jauh lebih berharga daripada popularitas. Lamunai Records berharap langkah ini dapat menjadi pesan kuat tentang pentingnya lingkungan yang aman dan bebas dari pelecehan.
Dugaan Pelecehan yang Menjerat Sulthon Kamil: Isu Grooming Anak di Bawah Umur
Lantas, apa sebenarnya yang memicu keputusan berat ini? Nama Sulthon Kamil, vokalis Harum Manis, memang tengah menjadi perbincangan panas di jagat maya. Kecaman demi kecaman dilontarkan oleh netizen, terutama para pendengar setia Harum Manis, setelah dugaan pelecehan mencuat.
Beberapa akun di media sosial ramai-ramai mengungkap tangkapan layar dan kesaksian yang diduga melibatkan Sulthon Kamil. Ia dituding melakukan grooming atau manipulasi terhadap anak-anak di bawah umur.
Grooming adalah tindakan manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membangun hubungan emosional dengan korban, seringkali dengan tujuan eksploitasi seksual. Tuduhan serius ini sontak memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan publik.
Meskipun kasus ini belum menemukan titik terang secara hukum, riuhnya perbincangan di media sosial dan bukti-bukti yang beredar sudah cukup untuk mengguncang reputasi sang vokalis dan bandnya. Isu pelecehan, apalagi yang melibatkan anak di bawah umur, selalu menjadi sorotan tajam dan tidak bisa ditoleransi.
Harum Manis: Dari Puncak Popularitas ke Pusaran Kontroversi
Sebelum terjerat kontroversi ini, Harum Manis dikenal sebagai band pop yang cukup menjanjikan di kancah musik independen. Digawangi Sulthon Kamil (vokal, gitar, piano) dan Adib Arkan (bass, piano), mereka mengusung genre baroque pop yang unik.
Genre ini memadukan gaya klasik (barok) dengan sentuhan pop modern, menciptakan nuansa musik yang khas dan berbeda. Band asal Jakarta ini telah berkiprah sejak 2014, sering tampil di berbagai panggung dan berhasil membangun basis penggemar yang loyal.
Popularitas mereka semakin meroket setelah merilis album "Hentikan Pernikahan Ini" pada 12 Januari 2024. Album ini berhasil menarik perhatian luas dan menempatkan Harum Manis sebagai salah satu band yang patut diperhitungkan. Ironisnya, di tengah puncak kesuksesan, badai kontroversi justru menerpa.
Bungkamnya Sang Vokalis dan Masa Depan Band yang Suram
Hingga berita ini diturunkan, Sulthon Kamil masih memilih bungkam terkait tuduhan yang menjeratnya. Tidak ada klarifikasi atau pernyataan resmi yang keluar dari mulut sang vokalis. Pihak Harum Manis pun belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai polemik yang tengah dihadapi vokalis mereka.
Sikap diam ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan di kalangan penggemar dan publik. Ketiadaan respons hanya memperkeruh suasana dan memperkuat dugaan yang beredar.
Apa yang akan terjadi pada Harum Manis tanpa Lamunai Records dan dengan vokalis yang tersandung skandal serius? Masa depan band ini kini berada di ujung tanduk. Pemutusan kontrak oleh label besar seperti Lamunai Records adalah pukulan telak yang bisa mengakhiri perjalanan karier sebuah band.
Pesan Solidaritas dan Dukungan untuk Korban
Dalam pengumuman penutupnya, Lamunai Records juga menegaskan bahwa keterlibatan pihak lain dalam karya maupun hak cipta Harum Manis berada di luar lingkup kerja sama mereka. Dengan demikian, Harum Manis secara resmi bukan lagi bagian dari keluarga Lamunai Records.
"Kami sangat prihatin dan menyesalkan situasi yang terjadi, sekaligus berharap korban yang terdampak memperoleh dukungan serta pemulihan yang sebaik-baiknya," tutup Lamunai Records. Pernyataan ini menyisakan keprihatinan mendalam di tengah industri musik yang seharusnya menjadi ruang aman bagi semua pihak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri hiburan tentang pentingnya menjaga etika dan moral. Kepercayaan publik adalah aset tak ternilai yang bisa hancur dalam sekejap karena tindakan tidak bertanggung jawab.
Sebagai informasi tambahan, jika kamu atau orang terdekat mengalami, melihat, mendengar, atau mengetahui tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak, jangan ragu untuk mencari bantuan. Kamu bisa menghubungi SAPA via telepon 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129. Dukungan dan pemulihan adalah hak setiap korban.


















