Siapa bilang guru ketinggalan zaman? Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) justru membuktikan sebaliknya. Melalui inisiatif luar biasa, UMJ berkomitmen penuh untuk membekali para pendidik dengan keahlian di bidang kecerdasan artifisial (AI), membuka gerbang menuju masa depan pendidikan yang lebih canggih dan relevan.
Langkah strategis ini diwujudkan dalam Workshop KOPIKA (Komunitas Pintar Kecerdasan Artifisial) yang sukses besar. Acara ini menjadi bukti nyata keseriusan UMJ dalam mencetak guru-guru yang siap menghadapi tantangan era digital.
Mengapa Guru Harus Melek AI? Tantangan Era Digital di Depan Mata
Dunia bergerak cepat, dan kecerdasan artifisial (AI) bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan realita yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari gawai di tangan hingga sistem yang menggerakkan berbagai sektor, AI telah meresap ke setiap lini.
Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Kemendikdasmen, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, SF, SH, MM, menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi. Adaptasi terhadap AI menjadi krusial.
Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang mahir sebagai pengguna teknologi. Lebih dari itu, kita butuh inovator handal yang mampu menciptakan solusi digital dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen sangat mendorong adanya kurikulum baru yang adaptif. Tujuannya jelas, agar pendidik mampu beradaptasi dan meningkatkan literasi digital mereka dengan lebih baik.
KOPIKA: Jurus Jitu UMJ Wujudkan Guru Berkompetensi AI
Menjawab tantangan tersebut, UMJ tak tinggal diam. Melalui Workshop KOPIKA, mereka berkomitmen penuh mendukung para pendidik untuk menguasai kecerdasan artifisial. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan Indonesia.
Acara bergengsi ini, yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMJ, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Yayasan Article 33, sukses digelar di Aula Nusantara Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Kota Depok.
Diikuti oleh 60 sekolah dari seluruh Jabodetabek, workshop ini menandai gelaran kedua yang sukses besar. Sebelumnya, kegiatan serupa menyasar guru-guru SD, dan kali ini giliran guru SMA dan SMK yang mendapatkan kesempatan emas ini.
Muchlas Rowi mengapresiasi tinggi kesuksesan ini, menyebutnya sebagai bukti nyata kompetensi kuat UMJ di bidang AI. Berbagai karya inovatif, mulai dari pengembangan IoT pertanian hingga rekayasa perangkat lunak dan AI, telah dihasilkan oleh UMJ.
Kurikulum Masa Depan: Literasi Digital dan Etika Jadi Fondasi
Kemendikdasmen sendiri sangat mendorong adanya kurikulum baru yang adaptif. Tujuannya jelas, agar pendidik mampu beradaptasi dan meningkatkan literasi digital mereka dengan lebih baik.
"Indonesia tidak hanya butuh generasi yang siap menjadi user, tetapi juga generasi yang siap menjadi inovator," tegas Muchlas. "Untuk itu, dibutuhkan guru-guru yang kompeten dengan literasi digital yang baik, kreatif, komunikatif, memahami implementasi koding dan Kecerdasan Artifisial."
Namun, kecanggihan teknologi tak boleh melupakan nilai-nilai luhur. Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., mengingatkan pentingnya menjaga inovasi teknologi dalam koridor etika dan nilai agama.
"Kecerdasan artifisial bisa membawa manfaat besar, tetapi jika disalahgunakan justru berbahaya," ujarnya. Keseimbangan antara kemajuan teknologi dan moralitas menjadi kunci agar AI benar-benar membawa kebaikan.
Apa Saja yang Dipelajari di KOPIKA? Dari Koding Hingga AI Generatif!
Ketua Prodi Teknik Informatika FT UMJ, Jumail, B.Sc, M.Sc, menjelaskan bahwa workshop KOPIKA ini adalah langkah krusial dalam pembentukan KOPIKA Indonesia. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas guru SMA dan SMK dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran.
"Harapannya, guru-guru mampu menyiapkan materi pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan informatif," jelas Jumail. Ini adalah misi utama dari workshop yang berlangsung pada 17-18 September 2025 ini.
Selama dua hari penuh, para peserta digembleng dengan materi dan praktik intensif. Pada hari pertama, mereka mendalami Dasar Koding untuk Guru yang disampaikan Dosen UM Tangerang.
Dilanjutkan dengan praktik membuat program sederhana menggunakan Scratch bersama Praktisi Educourse. Ini adalah fondasi penting untuk memahami logika pemrograman.
Tak berhenti di situ, hari kedua semakin seru dengan praktik membuat aplikasi menggunakan Pemrograman Python bersama IT Trainer dari LKP Koding Next. Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer untuk AI.
Peserta juga dibekali Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial (AI) dan Implementasinya dalam Pembelajaran oleh Dosen UMJ. Puncaknya, mereka praktik langsung membuat konten pembelajaran dengan AI Generatif yang dipandu Senior Curriculum Specialist Coding Next, membuka wawasan baru dalam kreasi materi ajar.
UMJ: Pelopor Inovasi Digital untuk Pendidikan
Peran UMJ dalam memajukan pendidikan digital di Indonesia patut diacungi jempol. Dengan berbagai inovasi dan kompetensi yang terbukti, UMJ tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi motor penggerak.
Komitmen mereka untuk memberdayakan guru dengan keterampilan AI adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Guru yang kompeten akan melahirkan siswa yang inovatif, kritis, dan siap bersaing di kancah global.
Berbagai karya yang telah dihasilkan UMJ, termasuk inovasi pengembangan IoT untuk sektor pertanian, rekayasa perangkat lunak, dan kecerdasan artifisial, menunjukkan kapasitas mereka. Ini adalah bukti bahwa UMJ memiliki kompetensi kuat di bidang teknologi.
Harapan Besar untuk Pendidikan Indonesia
Workshop KOPIKA ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah jembatan menuju ekosistem pendidikan yang lebih maju dan adaptif. Ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan guru-guru menghadapi tantangan dan peluang di era digital.
Dengan guru-guru yang melek AI dan literasi digital, diharapkan Indonesia mampu mencetak generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pemimpin di era digital. Mereka akan menjadi agen perubahan yang membentuk masa depan bangsa.
Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan mereka yang berani berinovasi dan beradaptasi. Dan UMJ, bersama para guru, siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi pendidikan yang lebih cerdas dan beretika.


















