banner 728x250

Vietnam Bikin Geger! Musim Sepi Malah Rekor, Ini Rahasia di Balik Lonjakan Turis 2025

vietnam bikin geger musim sepi malah rekor ini rahasia di balik lonjakan turis 2025 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Gak main-main, Vietnam berhasil mencatat sejarah baru di dunia pariwisata. Juli dan Agustus 2025 yang seharusnya jadi "musim sepi" alias low season justru memecahkan rekor jumlah wisatawan. Ini adalah pencapaian luar biasa yang bikin banyak negara lain iri!

Lonjakan Tak Terduga di Musim Sepi

banner 325x300

Selama ini, musim panas di Vietnam, terutama Juli dan Agustus, dikenal sebagai periode di mana jumlah turis cenderung menurun. Namun, tahun 2025 ini ceritanya beda. Angka kunjungan justru meroket tajam, mengalahkan puncak kunjungan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut data dari Kantor Statistik Umum, pada Juli 2025, Vietnam kedatangan 1,56 juta turis. Angka ini bahkan meningkat lagi di Agustus 2025 dengan 1,68 juta wisatawan. Bandingkan dengan puncak kunjungan tahun lalu di September dan Oktober 2024 yang hanya mencapai 1,3 juta dan 1,4 juta.

Bukan cuma data statistik, para pelaku industri pariwisata juga merasakan dampaknya secara langsung. Banyak agen perjalanan di Hanoi, Ho Chi Minh City, hingga Khanh Hoa melaporkan kenaikan pemesanan masuk sebesar 15 hingga 40 persen dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa antusiasme wisatawan terhadap Vietnam sedang tinggi-tingginya.

Salah satu wisatawan asal Portugal, Natacha Santos, yang mengunjungi Ho Chi Minh City pada Agustus lalu, mengungkapkan alasannya. "Saya lebih suka mengunjungi Vietnam di musim sepi karena harga tiket pesawat lebih murah, dan saya menikmati tempat-tempat yang tenang dan tidak terlalu ramai oleh turis," katanya, seperti dilansir VN Express. Persepsi ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi mereka yang ingin pengalaman liburan lebih intim dan hemat.

Jurus Jitu Kebijakan Visa yang Lebih Mudah

Salah satu faktor utama di balik kesuksesan ini adalah kebijakan visa terbaru yang sangat progresif. Pada awal Agustus 2025, pemerintah Vietnam mengambil langkah berani dengan membebaskan visa untuk warga dari 12 negara tambahan. Negara-negara tersebut meliputi Belgia, Bulgaria, Kroasia, Ceko, Hongaria, Luksemburg, Belanda, Polandia, Rumania, Slovakia, Slovenia, dan Swiss.

Pembebasan visa ini berlaku untuk masa tinggal hingga 45 hari, memberikan keleluasaan lebih bagi wisatawan untuk menjelajahi Vietnam. Dengan tambahan ini, daftar pembebasan visa sepihak Vietnam kini mencakup 24 negara, dan total 39 negara jika termasuk pembebasan bilateral. Ini adalah langkah strategis yang membuka pintu lebar-lebar bagi lebih banyak turis internasional.

Tran Thi Bao Thu, Direktur Komunikasi Vietluxtour, menegaskan bahwa kebijakan pembebasan visa 45 hari ini menjadi pendorong utama lonjakan pengunjung selama musim panas. Kemudahan akses ini menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi wisatawan yang ingin berkunjung, membuat Vietnam jadi pilihan yang lebih menarik dan praktis.

Penerbangan Makin Lancar, Akses Makin Mudah

Selain kemudahan visa, peningkatan layanan penerbangan juga memainkan peran krusial. Maskapai penerbangan kini semakin gencar membuka rute langsung ke destinasi populer seperti Phu Quoc, Nha Trang, dan Da Nang. Ini membuat perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman bagi wisatawan.

Tak hanya itu, frekuensi penerbangan dari negara-negara kunci seperti China, Korea Selatan, India, dan Australia juga mengalami peningkatan signifikan. Dengan lebih banyak pilihan penerbangan dan rute langsung, wisatawan kini bisa mencapai Vietnam dengan lebih mudah dan cepat, mengurangi waktu tempuh dan biaya perjalanan.

Aksesibilitas yang lebih baik ini tentu saja sangat menarik bagi turis yang mencari destinasi liburan tanpa ribet. Ketersediaan kursi yang lebih banyak juga berpotensi menekan harga tiket, membuat liburan ke Vietnam semakin terjangkau dan menarik.

Vietnam: Oase Keamanan di Tengah Ketidakpastian Global

Faktor lain yang tak kalah penting adalah persepsi keamanan. Vu Van Tuyen, Direktur Jenderal Travelogy Vietnam, menyoroti bagaimana situasi geopolitik global turut berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata Vietnam. Di tengah ketidakpastian di beberapa belahan dunia, Vietnam muncul sebagai destinasi yang stabil dan aman.

Beberapa destinasi tradisional di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Indonesia, belakangan ini sempat dilanda ketidakstabilan politik. Hal ini secara tidak langsung menjadikan Vietnam alternatif yang sangat menarik bagi wisatawan yang mengutamakan keamanan dan ketenangan selama berlibur.

Persepsi keamanan yang baik ini menjadi nilai jual yang kuat, terutama bagi keluarga atau wisatawan solo yang mencari kedamaian. Mereka merasa lebih nyaman dan terlindungi saat menjelajahi keindahan Vietnam.

Iklim Bersahabat di Tengah Cuaca Ekstrem Dunia

Cuaca ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas 2025 juga menjadi pemicu lonjakan turis ke Vietnam. Gelombang panas yang mencapai lebih dari 46 derajat Celsius di Eropa selatan membuat banyak turis mencari destinasi dengan iklim yang lebih bersahabat. Vietnam, dengan iklim tropisnya yang cenderung lebih stabil, menjadi pilihan yang tepat.

Bayangkan, di saat sebagian Eropa "terbakar" oleh panas ekstrem, Vietnam menawarkan keindahan alam yang hijau dan suhu yang masih bisa dinikmati, bahkan di musim sepi. Ini memberikan alasan kuat bagi wisatawan untuk memilih Vietnam sebagai pelarian dari cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, perubahan kebijakan visa dan tarif di Amerika Serikat juga membuat wisatawan mempertimbangkan kembali rencana mereka. Banyak yang akhirnya memilih destinasi alternatif yang lebih terjangkau dan mudah diakses, dan Vietnam berhasil menangkap peluang ini dengan baik.

Prospek Cerah Industri Pariwisata Vietnam

Dengan semua faktor pendukung ini, tak heran jika pariwisata Vietnam menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Dalam delapan bulan pertama tahun 2025, jumlah pengunjung ke Vietnam telah mencapai 13,9 juta, meningkat 22 persen dari tahun ke tahun. Ini adalah angka yang menjanjikan dan menunjukkan tren positif yang kuat.

Pemerintah Vietnam sendiri menargetkan untuk mencapai 22-23 juta turis pada akhir tahun ini. Melihat tren saat ini, target ambisius tersebut bukan tidak mungkin untuk dicapai. Keberhasilan Vietnam di musim sepi ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat, didukung oleh daya tarik alam dan budaya yang kuat, bisa membawa dampak luar biasa.

Dengan terus berinovasi dalam kebijakan, meningkatkan infrastruktur, dan menjaga stabilitas, Vietnam siap untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Asia, bahkan dunia. Jadi, siap-siap saja melihat lebih banyak lagi turis berbondong-bondong ke negara naga biru ini!

banner 325x300