banner 728x250

Bukan Cuma Kuta & Ubud, Ini Sisi Lain Bali yang Wajib Kamu Jelajahi!

bukan cuma kuta ubud ini sisi lain bali yang wajib kamu jelajahi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Bali selalu identik dengan destinasi populer seperti Canggu, Kuta, Seminyak, atau Ubud. Namun, tahukah kamu bahwa Pulau Dewata menyimpan banyak sisi tersembunyi yang tak kalah memukau? UNESCO bersama Airbnb kini hadir dengan sebuah panduan eksklusif, mengajak wisatawan untuk menikmati keunikan Bali sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

Pariwisata, di satu sisi, memang menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa. Ia menciptakan lapangan kerja, mendatangkan pendapatan, dan membuka kesempatan bagi banyak orang untuk mengenal budaya baru. Namun, di sisi lain, pertumbuhan pariwisata yang tidak terkendali bisa menjadi ancaman serius bagi warisan budaya yang justru ingin dijaga.

banner 325x300

Seringkali, usaha kecil milik warga lokal harus tergusur oleh pembangunan restoran mewah atau toko suvenir modern. Inilah dilema yang disadari betul oleh UNESCO. "Kita perlu cara baru guna menciptakan pengalaman yang murni, bahkan selama kunjungan singkat," ujar Moe Chiba, Culture Programme Specialist UNESCO, dalam konferensi pers di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, beberapa waktu lalu.

Kolaborasi antara UNESCO dan Airbnb ini lahir dari kebutuhan tersebut. Bersama, mereka meluncurkan "peta budaya" yang diharapkan dapat mengarahkan wisatawan ke pengalaman otentik. Peta budaya ini dikemas dalam bentuk buku panduan bertajuk ‘Bali Cultural Guidebook’.

Buku ini merupakan hasil dari program ‘Bali Cultural Ambassador’ yang digagas UNESCO sejak Agustus-Desember 2024. Melalui program ini, UNESCO melakukan pemetaan budaya secara menyeluruh. Kemudian, bersama Airbnb, diselenggarakan pelatihan khusus dan pemetaan budaya untuk memberdayakan para host penginapan di bawah naungan Airbnb.

Mich Goh, Director of Public Policy Airbnb Asia Pacific, menambahkan bahwa para host penginapan ini memiliki peran vital. Mereka tidak hanya menyediakan tempat menginap, tetapi juga menjadi duta budaya yang terlatih. "Lebih dari 75 host penginapan Airbnb, juga 50 usaha kecil, sudah dilatih tentang story-telling, ramah-tamah, juga kemampuan bisnis," jelasnya.

Dengan bekal ini, para host kini siap membagikan tradisi dan kekayaan budaya Bali kepada dunia. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa budaya Bali tidak hanya dirayakan, tetapi juga lestari, sambil tetap memberikan manfaat ekonomi langsung bagi komunitas lokal.

5 Kawasan dengan Keunikan Masing-masing

UNESCO telah memetakan aset budaya berbasis komunitas di lima kabupaten utama: Buleleng, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Bangli. Kelima wilayah ini merupakan rumah bagi Subak, sistem pengairan khas Bali yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Subak bukan sekadar sistem irigasi biasa; ia adalah manifestasi nyata dari filosofi Tri Hita Karana.

Filosofi Tri Hita Karana menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harmonis antara tiga elemen kehidupan: Tuhan (Parhyangan), manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan). Dalam konteks Subak, filosofi ini tercermin dalam cara masyarakat Bali mengelola air dan lahan pertanian, menghormati alam sebagai karunia ilahi, dan bekerja sama sebagai komunitas.

Di kelima kawasan tersebut, kamu akan menemukan setidaknya empat lokasi ikonik yang berkaitan erat dengan sistem Subak yang sarat makna:

Danau Batur: Keajaiban Alam dan Spiritual

Danau Batur adalah permata alam yang tak hanya memukau mata, tetapi juga disakralkan oleh masyarakat Bali. Danau ini menjadi mata air utama yang menghidupi sistem Subak di sekitarnya. Di tepian danau, berdiri megah Pura Ulun Danu, sebuah pura yang didedikasikan untuk Dewi Danu, dewa pelindung danau. Masyarakat meyakini bahwa Pura ini menjaga aliran air dari gunung ke sawah, memberikan berkat yang tak terhingga bagi seluruh jaringan Subak. Kunjungan ke Danau Batur akan memberimu pengalaman spiritual yang mendalam, merasakan langsung koneksi antara alam dan kepercayaan lokal.

Sawah di Aliran Sungai Pakerisan: Sejarah dan Harmoni

Area persawahan di daerah aliran sungai Pakerisan telah menggunakan sistem Subak selama ratusan tahun, membuktikan kearifan lokal yang telah teruji zaman. Di sini, kamu akan menemukan banyak pura kuno dan tempat mandi anggota kerajaan yang masih terawat. Air dihormati bukan hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai entitas suci yang memiliki makna mendalam. Perpaduan teknis pengelolaan air yang canggih, ekologi yang terjaga, dan kepercayaan setempat yang kuat menjadikan kawasan ini contoh langka dari harmoni yang sempurna.

Pura Taman Ayun: Simbol Keseimbangan Kerajaan

Dibangun pada abad ke-17, Pura Taman Ayun adalah mahakarya arsitektur yang dikelilingi parit, taman yang indah, dan pura bertumpuk yang melambangkan hierarki kerajaan. Keberadaan pura ini mencerminkan peran penting para pemimpin dalam menjaga keseimbangan politik, spiritual, dan lingkungan. Setiap detail di Pura Taman Ayun menceritakan kisah tentang bagaimana masyarakat Bali zaman dulu mengintegrasikan spiritualitas dengan tata kelola wilayah, menjadikannya destinasi yang kaya akan sejarah dan filosofi.

Lanskap Catur Angga Batukaru: Integrasi Alam dan Budaya

Lanskap Catur Angga Batukaru menampilkan sistem Subak dan ekspansi historisnya di Bali barat. Sistem Subak di sini "mengalir" dari lereng Gunung Batukaru, mengintegrasikan hutan, pura, dan sawah ke dalam satu kesatuan yang utuh. Ini adalah bukti nyata bagaimana masyarakat Bali mampu hidup berdampingan dengan alam, menciptakan sebuah ekosistem yang berkelanjutan dan sarat makna budaya. Kamu akan melihat bagaimana setiap elemen alam memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, membentuk lanskap yang harmonis dan lestari.

Mencari Buah Tangan Penuh Makna: Kerajinan Lokal

Selain destinasi wisata yang memukau, kelima kawasan ini juga menawarkan aneka kerajinan tangan yang memadukan seni, kepercayaan, dan harmoni dengan alam. Ini adalah kesempatan emas untuk membawa pulang suvenir yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna dan cerita.

  • Kerajinan Perak Celuk (Kabupaten Gianyar): Dikenal dengan detailnya yang rumit dan kehalusan pengerjaannya, perhiasan perak Celuk adalah warisan seni yang tak lekang oleh waktu.
  • Ukiran Kayu (Kabupaten Gianyar): Dari patung dewa hingga panel dekoratif, ukiran kayu Gianyar menampilkan keahlian tangan seniman lokal yang luar biasa.
  • Anyaman Bambu (Kabupaten Buleleng): Kerajinan anyaman bambu tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam.
  • Tembikar (Kabupaten Badung): Gerabah dan tembikar dari Badung menghadirkan sentuhan tradisional yang unik, cocok untuk hiasan rumah atau peralatan dapur.
  • Endek Gurita (Kabupaten Badung): Kain tenun Endek dengan motif gurita ini adalah contoh keindahan tekstil Bali yang kaya akan simbolisme.
  • Songket Jinengdalem (Kabupaten Buleleng): Songket ini terkenal dengan benang emas atau peraknya yang ditenun dengan cermat, menciptakan motif yang mewah dan elegan.
  • Endek Mastuli (Kabupaten Buleleng): Sebuah lagi keindahan tenun Endek dari Buleleng, yang menunjukkan kekayaan variasi dan teknik tenun tradisional Bali.

Eksplorasi Kuliner Lokal yang Autentik

Petualanganmu di Bali belum lengkap tanpa mencicipi sajian kuliner lokal yang autentik. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi cita rasa khas yang mungkin tidak kamu temukan di tempat lain. Beberapa makanan bahkan hanya disajikan saat perayaan desa atau digunakan sebagai sesaji di pura, menjadikannya pengalaman kuliner yang sangat istimewa dan sarat budaya.

Dengan panduan dari UNESCO dan Airbnb ini, kamu tidak hanya berwisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Bali. Kamu akan menemukan bahwa Bali jauh lebih dari sekadar pantai dan tempat hiburan malam. Ia adalah pulau yang kaya akan spiritualitas, tradisi, dan keindahan alam yang belum terjamah, menunggu untuk kamu jelajahi dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan bermakna. Jadi, siapkan dirimu untuk petualangan yang tak terlupakan di sisi lain Bali!

banner 325x300