Kabar mengejutkan datang dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada hari Rabu, 17 Agustus 2025 ini. Agenda penting tersebut disebut-sebut akan melantik dua menteri definitif untuk posisi krusial.
Dua jabatan yang akan diisi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pelantikan ini akan mengisi kekosongan yang telah terjadi selama beberapa waktu terakhir, setelah reshuffle kabinet sebelumnya.
Misteri Kursi Menko Polkam: Dari Budi Gunawan hingga Djamari Chaniago
Posisi Menko Polkam menjadi sorotan utama. Sebelumnya, jabatan ini dipegang oleh Budi Gunawan sebelum akhirnya dicopot. Untuk sementara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Menko Polkam ad interim.
Kini, nama Letjen (Purn) Djamari Chaniago santer disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi strategis tersebut. Djamari Chaniago bukanlah sosok asing di kancah militer Indonesia. Ia adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak yang panjang dan pengalaman di berbagai bidang.
Latar belakang militer yang kuat menjadi nilai tambah bagi Djamari Chaniago. Posisi Menko Polkam membutuhkan figur yang tegas, memiliki pemahaman mendalam tentang keamanan negara, serta mampu mengkoordinasikan berbagai lembaga di bawahnya. Pengalamannya di TNI diharapkan bisa membawa stabilitas dan kebijakan yang efektif di sektor politik dan keamanan.
Jika kabar ini benar, penunjukan Djamari Chaniago bisa menjadi sinyal kuat dari Presiden Prabowo. Ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat koordinasi di bidang politik dan keamanan dengan figur yang memiliki integritas dan pengalaman lapangan yang teruji. Tentu saja, publik menanti bagaimana kiprahnya jika benar-benar dilantik.
Erick Thohir Gantikan Dito Ariotedjo di Kemenpora, Bagaimana Nasib BUMN dan PSSI?
Tak kalah menarik, kursi Menpora juga akan diisi oleh sosok baru. Setelah sebelumnya dipegang oleh Dito Ariotedjo, kini nama Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, muncul sebagai kandidat kuat. Kabar ini tentu saja memicu banyak pertanyaan.
Erick Thohir saat ini memegang dua jabatan penting yang sangat menyita waktu dan energi. Sebagai Menteri BUMN, ia bertanggung jawab atas ratusan perusahaan pelat merah yang menjadi tulang punggung perekonomian negara. Sementara sebagai Ketua Umum PSSI, ia mengemban tugas berat untuk mereformasi dan memajukan sepak bola Indonesia.
Jika Erick Thohir benar-benar dilantik sebagai Menpora, ini akan menjadi tantangan besar baginya. Pertanyaannya, apakah ia akan merangkap jabatan atau melepaskan salah satu posisinya yang lain? Mengingat beban kerja yang sangat tinggi, merangkap tiga jabatan strategis sekaligus tentu bukan perkara mudah.
Penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora bisa menjadi langkah strategis untuk memajukan olahraga nasional secara lebih terstruktur. Dengan pengalamannya di PSSI dan manajemen korporasi, diharapkan ia bisa membawa perubahan signifikan dalam pembinaan atlet, infrastruktur olahraga, dan prestasi Indonesia di kancah internasional. Namun, dampaknya terhadap BUMN dan PSSI juga patut dicermati.
Teka-teki Konfirmasi dan Hak Prerogatif Presiden
Meski kabar reshuffle ini sudah beredar luas, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana. Liputan6.com telah mencoba menghubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengkonfirmasi informasi pelantikan ini, namun hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, juga enggan berkomentar banyak. Usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Aries hanya menyatakan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo akan memilih putra terbaik bangsa untuk mengisi posisi-posisi penting tersebut.
Pernyataan Aries ini menggarisbawahi betapa rahasianya proses pengambilan keputusan terkait kabinet. Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan. Publik pun hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Istana.
Apa Makna Reshuffle Ini bagi Kabinet Prabowo?
Jika reshuffle ini benar terjadi, ini akan menjadi langkah penting bagi Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk tim yang solid. Penunjukan menteri definitif untuk posisi Menko Polkam dan Menpora menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengisi kekosongan dan memperkuat koordinasi di sektor-sektor vital.
Pilihan terhadap Djamari Chaniago dan Erick Thohir, jika terkonfirmasi, juga bisa diartikan sebagai upaya Prabowo untuk menempatkan figur-figur yang memiliki rekam jejak kuat dan pengalaman relevan. Baik dari latar belakang militer untuk keamanan, maupun dari latar belakang manajemen dan olahraga untuk sektor kepemudaan dan olahraga.
Reshuffle ini diharapkan dapat membawa angin segar dan efektivitas dalam menjalankan program-program pemerintah. Dengan tim yang lengkap dan solid, Kabinet Merah Putih diharapkan mampu menjawab tantangan ke depan dan mewujudkan visi misi Presiden Prabowo Subianto untuk kemajuan bangsa. Tentu saja, publik menanti gebrakan apa yang akan dibawa oleh para menteri baru ini.


















