Kursi Menteri Keuangan Republik Indonesia kini diduduki oleh wajah baru: Purbaya Yudhi Sadewa. Menggantikan sosok legendaris Sri Mulyani, penunjukan Purbaya langsung menyedot perhatian publik, terutama terkait latar belakang dan aset kekayaannya yang kini menjadi sorotan.
Tercatat, Purbaya memiliki harta kekayaan yang fantastis, mencapai hampir Rp40 miliar. Sebagian besar asetnya tersebar dalam bentuk properti dan koleksi kendaraan bermotor yang menarik untuk diintip, menunjukkan gaya hidup yang cukup beragam.
Garasi Mewah Sang Menteri: Dari Vario Hingga Mercedes-Benz
Dari laporan LHKPN terbaru, Purbaya Yudhi Sadewa diketahui memiliki enam unit kendaraan pribadi. Total nilai koleksi roda empat dan roda dua ini diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar, menjadikannya salah satu aset yang cukup signifikan dalam portofolio kekayaannya.
Yang menarik, garasinya tak hanya diisi mobil-mobil mewah. Ada Mercedes-Benz hingga BMW SUV, tapi juga sepeda motor harian seperti Honda Vario, menunjukkan bahwa Purbaya juga mengapresiasi kendaraan yang praktis dan efisien untuk mobilitas sehari-hari.
Sebuah Mercedes-Benz sedan produksi tahun 2008 menjadi salah satu koleksinya, dengan nilai taksiran Rp200 juta. Mobil klasik namun tetap berkelas ini menjadi bukti bahwa selera Purbaya juga mencakup kendaraan yang memiliki nilai historis dan prestise.
Kemudian, ada BMW model SUV produksi tahun 2019 yang harganya mencapai Rp1,6 miliar. Kendaraan ini menunjukkan preferensi Purbaya pada mobil premium, bertenaga, dan nyaman untuk perjalanan jauh maupun dalam kota.
Tak ketinggalan, Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp1 miliar turut melengkapi daftar kendaraan roda empatnya. Mobil MPV mewah ini kerap menjadi pilihan para pejabat dan eksekutif karena kenyamanan, ruang kabin yang lapang, dan fitur-fitur canggih yang ditawarkannya.
SUV lain yang dimiliki adalah Peugeot 5008 tahun 2019, dengan taksiran harga Rp730 juta. Pilihan ini menunjukkan Purbaya juga memiliki selera pada kendaraan Eropa yang stylish, fungsional, dan menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda.
Untuk mobilitas sehari-hari yang lebih lincah, Purbaya juga tercatat memiliki dua sepeda motor. Ada Yamaha XMAX tahun 2018 seharga Rp55 juta dan Honda Vario 125 tahun 2021 senilai Rp21 juta, membuktikan bahwa ia juga mengapresiasi kendaraan yang praktis dan efisien.
Bukan Hanya Kendaraan, Ini Rincian Harta Lainnya
Selain deretan kendaraan yang mengesankan, sebagian besar kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa justru terakumulasi dalam bentuk aset lain yang lebih substansial. Tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai fantastis, mencapai Rp30,5 miliar.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 11 Maret 2025 ini juga merinci aset lain miliknya. Harta bergerak lain tercatat sebesar Rp684 juta, yang bisa jadi berupa perhiasan, barang seni, atau aset berharga lainnya.
Sementara itu, surat berharga yang dimiliki Purbaya senilai Rp220 juta, menunjukkan adanya diversifikasi investasi. Ini adalah langkah bijak dalam mengelola kekayaan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Kas dan setara kas yang dimiliki Purbaya juga cukup signifikan, yakni sekitar Rp4,2 miliar. Ini menunjukkan likuiditas yang baik untuk kebutuhan operasional atau investasi mendadak. Jika ditotal, akumulasi kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa mencapai angka Rp39,21 miliar.
Siapa Purbaya Yudhi Sadewa? Profil Singkat Sang Menkeu Baru
Purbaya Yudhi Sadewa bukanlah nama baru di kancah ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, ia dikenal luas sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebuah institusi vital dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Penunjukannya sebagai Menkeu baru berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 2025. Latar belakang pendidikannya juga tak main-main, ia adalah lulusan Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, sebuah universitas terkemuka di bidangnya.
Jejak Karier Gemilang: Dari Kemenko hingga Kantor Staf Presiden
Perjalanan karier Purbaya menunjukkan rekam jejak yang panjang dan beragam di berbagai posisi strategis, membuktikan kapabilitas dan pengalamannya yang luas. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga September 2020.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015 – Juli 2016). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang berbagai sektor pemerintahan.
Pengalamannya di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia juga tak luput dari perhatian, di mana ia menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis dari April hingga September 2015. Purbaya juga pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selama periode 2010-2014.
Kontribusinya di bidang ekonomi juga terlihat dari perannya sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014), sebuah badan penasihat penting bagi pemerintah. Selain itu, ia pernah menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking) atau yang dikenal dengan "Pokja IV" di bawah Kemenko Perekonomian sejak Juni 2016, menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi masalah-masalah kompleks.
Purbaya juga aktif di sektor swasta dan forum ekonomi, menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015-sekarang). Pengalaman ini membuktikan kapabilitasnya yang multidimensional, tidak hanya di pemerintahan tetapi juga di sektor riil.
Sosok di Balik Kebijakan Penting
Dengan segudang pengalaman di berbagai kementerian dan lembaga, Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan mampu membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia. Latar belakangnya yang kuat di bidang ekonomi dan kebijakan strategis menjadi modal penting untuk mengemban amanah ini.
Penunjukannya sebagai Menteri Keuangan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik tentu menjadi sorotan. Publik menantikan terobosan dan kebijakan yang akan ia lahirkan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, meneruskan estafet dari pendahulunya yang sangat dihormati.


















