banner 728x250

Harum Manis Didepak dari Synchronize Fest 2025, Skandal Vokalis Guncang Panggung Musik!

harum manis didepak dari synchronize fest 2025 skandal vokalis guncang panggung musik portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Harum Manis, band pop yang tengah naik daun, dipastikan batal tampil di Synchronize Fest 2025. Keputusan mengejutkan ini datang setelah vokalis mereka, Sulthon Kamil, tersandung dugaan pelecehan serius. David Karto, Director of Festival Synchronize Fest, telah mengonfirmasi pencoretan nama band tersebut dari daftar penampil.

Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Synchronize Fest

banner 325x300

David Karto menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil demi menciptakan lingkungan festival yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Ia menegaskan komitmen Synchronize Fest untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual. Festival musik, menurutnya, harus menjadi ruang bebas dari ketakutan dan kekhawatiran.

"Kami tidak bisa memungkiri, tapi sadar kalau festival atau musik itu adalah salah satu pencetus terjadinya kekerasan seksual, sadar atau tidak sadar, saat lagi seru-serunya," ujar David Karto seperti diberitakan detikcom. Ia menambahkan bahwa festival memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga integritas acara dan melindungi pengunjung.

David Karto juga menegaskan bahwa Synchronize Fest tidak akan mentolerir penampil yang terlibat dalam kasus serupa. "Kami cukup keras, dalam arti keras itu, kami komit kalau ada salah satu penampil yang terkait itu semua, kami harus turunkan," tegasnya. Keputusan ini menunjukkan sikap tegas industri musik terhadap isu krusial ini, sejalan dengan gerakan global untuk menciptakan ruang aman.

Komitmen untuk menciptakan ruang aman ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi penting bagi keberlangsungan sebuah festival. Dengan menindak tegas dugaan pelanggaran, Synchronize Fest berharap dapat mengirimkan pesan kuat kepada seluruh ekosistem musik. Bahwa keselamatan dan kenyamanan pengunjung serta seluruh pihak yang terlibat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Kronologi Skandal yang Menjerat Sulthon Kamil

Geger dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan Sulthon Kamil mulai ramai di media sosial pada Rabu (10/9). Berbagai tangkapan layar dan kesaksian beredar, memicu kemarahan publik yang meluas. Netizen, khususnya para penggemar Harum Manis, langsung melontarkan kecaman keras atas tuduhan tersebut.

Sulthon Kamil diduga melakukan grooming atau manipulasi terhadap anak-anak di bawah umur. Grooming adalah tindakan manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan dan hubungan emosional dengan korban, seringkali anak di bawah umur, dengan tujuan eksploitasi. Tuduhan serius ini langsung menjadi perbincangan hangat, mengguncang citra band yang baru saja menanjak popularitasnya.

Hingga kini, Sulthon Kamil dan pihak Harum Manis masih memilih bungkam terkait tuduhan yang menjeratnya. Kebungkaman ini justru memperkeruh suasana dan semakin menyulitkan posisi band di mata publik. Banyak pihak menanti klarifikasi resmi dari sang vokalis atau manajemen band.

Skandal ini bukan hanya sekadar isu personal, melainkan telah merambah ke ranah profesional dan etika dalam industri musik. Reaksi cepat dari berbagai pihak menunjukkan bahwa isu pelecehan, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, tidak akan ditoleransi. Hal ini menjadi pengingat penting bagi setiap figur publik tentang tanggung jawab moral mereka.

Lamunai Records Ikut Ambil Sikap Tegas

Situasi semakin memanas setelah label rekaman Lamunai Records menyatakan sudah tidak lagi bekerja sama dengan Harum Manis. Pernyataan ini dirilis pada 10 September, bersamaan dengan mencuatnya dugaan skandal tersebut di media sosial. Langkah cepat Lamunai Records ini menjadi sinyal kuat bagi industri bahwa mereka tidak akan menolerir perilaku semacam itu.

Keputusan Lamunai Records ini kemudian menjadi salah satu pertimbangan penting bagi tim Synchronize Fest dalam mengambil sikap. David Karto mengakui bahwa mereka mendengar konteks yang sedang viral dan langsung mengambil tindakan. "Kami mendengar suatu kontekstual yang sedang viral, yang akhirnya kami juga tadi memutuskan, baru aja sebelum preskon ini, kami turunkan (dari lineup)," jelas David.

Langkah dua institusi besar ini, baik label maupun festival, menunjukkan adanya keselarasan dalam memandang pentingnya etika dan keamanan. Ini adalah bukti bahwa industri musik Indonesia mulai lebih serius dalam menanggapi isu-isu sensitif seperti kekerasan seksual. Mereka berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan melindungi semua pihak.

Pemutusan hubungan kerja sama oleh Lamunai Records secara efektif menghentikan distribusi dan promosi karya-karya Harum Manis di bawah naungan label tersebut. Ini tentu saja memberikan dampak signifikan terhadap karier dan visibilitas band di masa mendatang. Sebuah keputusan yang berat, namun dianggap perlu demi menjaga integritas label.

Siapa Harum Manis? Profil Band yang Sedang Naik Daun

Harum Manis adalah band pop asal Jakarta yang beranggotakan Sulthon Kamil pada vokal, gitar, dan piano, serta Adib Arkan pada bass dan piano. Mereka dikenal dengan genre baroque pop, perpaduan gaya klasik yang megah dengan sentuhan pop modern yang unik. Band ini telah berkiprah di kancah musik independen sejak tahun 2014.

Selama sedekade terakhir, Harum Manis aktif tampil di berbagai panggung musik di Jakarta, membangun reputasi sebagai salah satu band indie yang patut diperhitungkan. Popularitas mereka meroket setelah merilis album "Hentikan Pernikahan Ini" pada 12 Januari 2024. Album ini berhasil menarik perhatian banyak pendengar dan kritikus musik, membawa mereka ke panggung yang lebih besar.

Dengan melodi yang khas, aransemen yang kaya, dan lirik yang puitis, Harum Manis berhasil membangun basis penggemar yang loyal. Karya-karya mereka seringkali dianggap menyegarkan di tengah hiruk pikuk musik pop tanah air, menawarkan nuansa berbeda. Sayangnya, perjalanan karier yang cemerlang kini harus menghadapi cobaan berat yang mengancam eksistensi mereka.

Album "Hentikan Pernikahan Ini" menjadi puncak pencapaian mereka, membuka banyak pintu kesempatan, termasuk undangan tampil di festival sekelas Synchronize Fest. Namun, semua pencapaian itu kini terancam runtuh akibat dugaan skandal yang menimpa salah satu personel inti mereka. Ini menjadi dilema besar bagi para penggemar yang harus memisahkan karya dari perilaku seniman.

Dampak dan Masa Depan Harum Manis di Tengah Badai Kontroversi

Pencoretan dari Synchronize Fest 2025 dan pemutusan kontrak oleh Lamunai Records jelas menjadi pukulan telak bagi Harum Manis. Ini bukan hanya tentang kehilangan panggung besar atau dukungan label, tetapi juga reputasi dan kepercayaan publik yang telah dibangun bertahun-tahun. Masa depan band ini kini dipertaruhkan di tengah badai kontroversi.

Dugaan pelecehan yang melibatkan vokalis Sulthon Kamil telah menciptakan gelombang kekecewaan di kalangan penggemar dan sesama musisi. Banyak yang merasa dikhianati oleh idola mereka, sementara yang lain menyerukan keadilan bagi korban. Industri musik Indonesia semakin menunjukkan sikap tegas terhadap isu kekerasan seksual, dan kasus ini menjadi contoh nyata konsekuensinya yang berat.

Tanpa adanya klarifikasi atau pernyataan resmi yang memadai dari Sulthon Kamil maupun Harum Manis, spekulasi dan kecaman publik terus berlanjut. Kebungkaman ini justru memperkeruh suasana dan semakin menyulitkan posisi band untuk membela diri atau membangun kembali citra mereka. Publik menanti kejelasan atas tuduhan serius ini, yang bisa menjadi kunci bagi kelangsungan karier mereka.

CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi pihak Harum Manis untuk meminta tanggapan terkait kabar ini, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons yang diterima. Situasi ini menunjukkan betapa peliknya kasus yang sedang dihadapi oleh band tersebut, dan bagaimana dampaknya bisa meluas jauh melampaui panggung musik. Kasus Harum Manis menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri musik. Ruang aman harus menjadi prioritas utama, dan setiap dugaan pelanggaran akan ditindak tegas demi keadilan dan masa depan industri musik yang lebih baik.

banner 325x300