banner 728x250

Terungkap! Kisah Laksdya Amarulla Octavian: Dari Ajudan SBY, Rektor Unhan, Kini Wakil Kepala BRIN

terungkap kisah laksdya amarulla octavian dari ajudan sby rektor unhan kini wakil kepala brin portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Senin, 10 November 2025 menjadi hari penting bagi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di hari itu, Laksamana Madya (Purn.) Amarulla Octavian kembali resmi dilantik sebagai Wakil Kepala BRIN, mendampingi Arif Satria yang kini menjabat Kepala BRIN. Penunjukan ini bukan kali pertama bagi Amarulla, mengingat ia telah mengemban amanah ini sejak tahun 2023.

Namun, siapa sebenarnya sosok Amarulla Octavian? Namanya mungkin tidak asing di telinga publik, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan dunia militer, pendidikan, hingga pemerintahan. Perjalanan kariernya sungguh unik, memadukan ketegasan seorang jenderal bintang tiga dengan ketajaman seorang ilmuwan.

banner 325x300

Sosok di Balik Puncak Riset Nasional

Amarulla Octavian lahir pada 24 Oktober 1965, menjadikannya salah satu figur berpengalaman yang kini memegang kendali di lembaga riset vital negara. Latar belakangnya yang kuat sebagai purnawirawan TNI Angkatan Laut (AL) dengan pangkat Laksamana Madya (Laksdya) sudah menunjukkan bahwa ia bukanlah orang sembarangan.

Lebih dari sekadar seorang perwira tinggi, Amarulla juga dikenal sebagai ilmuwan di Bidang Pertahanan Indonesia. Kombinasi langka antara kepemimpinan militer dan keilmuan ini tentu membawa perspektif baru dalam arah riset dan inovasi nasional.

Jejak Karier Gemilang dari Laut ke Meja Akademisi

Perjalanan Amarulla Octavian dimulai dari Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII/tahun 1988. Di sana, ia ditempa dengan disiplin militer dan dasar-dasar kepemimpinan yang kuat, membentuk karakter yang akan membawanya ke berbagai posisi penting.

Setelah lulus dari AAL, karier militernya terus menanjak. Berbagai penugasan dan jabatan strategis pernah diembannya, mengukuhkan reputasinya sebagai perwira yang cakap dan berdedikasi tinggi.

Dari Ajudan Presiden hingga Ilmuwan Pertahanan

Salah satu babak menarik dalam perjalanan karier Amarulla adalah saat ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Posisi ini tentu memberinya pengalaman berharga dalam memahami dinamika pemerintahan dan kebijakan nasional di tingkat tertinggi.

Pengalaman langsung berinterinteraksi dengan pemimpin negara memberinya wawasan yang mendalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia. Ini menjadi bekal tak ternilai saat ia kemudian beralih ke dunia akademik dan riset.

Mengukir Prestasi di Dunia Pendidikan Tinggi

Tak hanya piawai di medan tugas militer, Amarulla Octavian juga menunjukkan kecemerlangan di dunia pendidikan. Ia bukan hanya seorang perwira, melainkan juga seorang akademisi sejati dengan rekam jejak pendidikan yang impresif.

Pada tahun 2001, ia meraih gelar sarjana teknik dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut. Ini menunjukkan minatnya yang kuat pada bidang teknis dan inovasi sejak dini.

Pendidikan tingginya berlanjut hingga ke kancah internasional. Amarulla berhasil meraih gelar magister dari Universite Paris-Pantheon-Assas, Prancis, pada tahun 2006. Pengalaman belajar di luar negeri tentu memperluas wawasan dan jaringannya.

Puncaknya, pada tahun 2013, ia meraih gelar doktor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Disertasinya yang berjudul ‘Globalisasi dan Transformasi Institusi Pendidikan TNI AL: Suatu Kajian Sosiologik atas Sekolah Staf Komando TNI AL’ menunjukkan kedalaman pemikirannya dalam menganalisis institusi militer dari perspektif sosiologis.

Karier sebagai pengajar akademik juga ia jalani dengan serius. Dimulai sebagai asisten ahli di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut pada tahun 2003, ia terus mengasah kemampuannya hingga meraih pangkat lektor pada tahun 2008.

Puncaknya di dunia pendidikan adalah ketika ia ditunjuk sebagai Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) ke-7 pada tahun 2020. Selama tiga tahun memimpin Unhan, ia berkontribusi besar dalam mengembangkan institusi pendidikan pertahanan yang strategis bagi negara.

Kembali Pimpin BRIN: Misi Besar di Tangan Sang Laksdya

Setelah sukses memimpin Unhan, Amarulla Octavian kemudian melanjutkan kariernya di BRIN sebagai Wakil Kepala pada tahun 2023. Penunjukan kembali pada 10 November 2025 ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas dan kontribusinya.

Sebagai Wakil Kepala BRIN, ia akan memiliki peran krusial dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan riset dan inovasi nasional. BRIN sendiri adalah lembaga yang sangat penting dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, mulai dari riset dasar hingga aplikasi inovasi.

Mengapa Sosok Amarulla Octavian Penting untuk BRIN?

Kehadiran Amarulla Octavian di BRIN membawa dimensi yang unik. Latar belakangnya sebagai purnawirawan TNI AL, mantan ajudan presiden, dan seorang ilmuwan pertahanan, memberikan perspektif yang komprehensif. Ia memahami tidak hanya aspek teknis riset, tetapi juga implikasi strategis dan keamanan dari setiap inovasi.

Pengalamannya dalam memimpin institusi pendidikan seperti Unhan juga menjadi modal berharga. Ia terbiasa dengan lingkungan akademik, manajemen sumber daya manusia, serta pengembangan kurikulum dan penelitian. Ini sangat relevan dengan tugasnya di BRIN yang mengelola ribuan peneliti dan berbagai pusat riset.

Dengan kombinasi pengalaman militer, pemerintahan, dan akademik yang langka ini, Amarulla Octavian diharapkan dapat membawa BRIN menuju pencapaian-pencapaian baru. Mendorong riset yang relevan dengan kebutuhan pertahanan, keamanan, dan pembangunan nasional, serta memastikan inovasi dapat diterapkan secara nyata untuk kemajuan bangsa.

Misi besar menanti di tangan sang Laksdya. Semoga kepemimpinannya dapat menginspirasi lebih banyak inovasi dan riset yang bermanfaat bagi Indonesia.

banner 325x300