Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terungkap! Kalimantan Punya Riwayat Gempa Merusak, BMKG Soroti Tarakan Paling Rawan

terungkap kalimantan punya riwayat gempa merusak bmkg soroti tarakan paling rawan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Selama ini, banyak yang mengira Pulau Kalimantan adalah surga yang bebas dari ancaman gempa bumi. Namun, anggapan tersebut harus dikoreksi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara tegas membantah mitos tersebut.

Faktanya, Kalimantan memiliki potensi gempa merusak yang tidak bisa diremehkan. Bahkan, ada satu wilayah yang tercatat sebagai "hotspot" aktivitas seismik tertinggi di pulau ini.

banner 325x300

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Kalimantan memang bukan wilayah bebas gempa. Meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan Sumatra, Jawa, atau Sulawesi, ancaman gempa signifikan tetap ada.

Ia menambahkan, catatan kegempaan sejak awal abad ke-20 menunjukkan pola yang jelas. Kota Tarakan di Kalimantan Utara menjadi bukti nyata bahwa bumi Kalimantan juga bisa berguncang hebat.

Tarakan bukan sekali dua kali diguncang gempa. Sejarah mencatat, kota ini pernah mengalami gempa merusak pada tahun 1923, 1925, dan 1936.

Pola berulang ini erat kaitannya dengan aktivitas Sesar Tarakan, salah satu sesar aktif yang membentang di bagian utara Kalimantan. Bahkan, gempa M4,8 yang terjadi baru-baru ini pada 5 November lalu di Tarakan, kembali menimbulkan kerusakan nyata.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa magnitudo gempa bukan satu-satunya penentu dampak. Kualitas bangunan menjadi faktor krusial yang menentukan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan.

Kalimantan Tak Seaman yang Dikira

Temuan BMKG ini secara gamblang menegaskan bahwa Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari gempa. Keberadaan sistem sesar aktif di pulau ini menunjukkan potensi ancaman yang nyata.

Daryono menekankan, "Ini menegaskan bahwa Kalimantan memiliki sistem sesar aktif yang bisa memicu gempa signifikan." Oleh karena itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat perlu ditingkatkan.

Sejarah Gempa Merusak di Kalimantan: Daftar Peristiwa Penting

Untuk lebih memahami potensi ancaman ini, mari kita lihat kembali beberapa peristiwa gempa besar dan merusak yang pernah mengguncang Pulau Kalimantan menurut catatan BMKG:

1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang, Kalimantan Timur (1921)

Pada 14 Mei 1921, gempa besar di Sangkulirang, Kalimantan Timur, memicu tsunami. Dampaknya? Kerusakan sedang hingga berat pada banyak bangunan, dengan intensitas guncangan mencapai VII-VIII MMI.

2. Gempa Tarakan, Kalimantan Utara (1923)

Hanya dua tahun kemudian, 19 April 1923, Tarakan diguncang gempa M7,0. Guncangan kuat VII-VIII MMI ini tak hanya merusak bangunan, tapi juga menyebabkan rekahan tanah yang signifikan.

3. Gempa Tarakan, Kalimantan Utara (1925)

Tak berhenti di situ, 14 Februari 1925, Tarakan kembali dilanda gempa. Laporan menyebutkan guncangan sangat kuat (VI-VII MMI) yang kembali merusak banyak bangunan.

4. Gempa Tarakan, Kalimantan Utara (1936)

Tarakan seolah tak henti diuji. Pada 28 Februari 1936, gempa M6,5 kembali menghantam, menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah.

5. Gempa Pulau Laut, Kalimantan Selatan (2008)

Melompat ke abad ke-21, pada 5 Februari 2008, gempa M5,8 terjadi di Selat Makassar, timur laut Pulau Laut Kotabaru. Guncangan kuat terasa hingga Pulau Sebuku dan Batulicin dalam skala intensitas IV-V MMI.

6. Gempa Tarakan, Kalimantan Utara (2015)

Kembali ke Tarakan, 21 Desember 2015, gempa M6,1 berpusat di laut, 29 km timur laut Tarakan. Puluhan rumah rusak, dan Tarakan, Nunukan, serta Tanjung Selor merasakan guncangan kuat, diikuti 16 gempa susulan.

7. Gempa Kendawangan, Kalimantan Barat (2016)

Pada 24 Juni 2016, gempa M5,1 mengguncang lepas Pantai Kendawangan, Ketapang. Penyebabnya? Aktivitas sesar aktif di dasar laut yang saat itu belum terpetakan dan belum diketahui sebelumnya.

8. Gempa Katingan, Kalimantan Tengah (2018)

14 Juli 2018, gempa M4,2 terasa di Katingan dan sekitarnya (Katingan, Kasongan, Batutinggi, dan Bengkuang) dengan intensitas III-IV MMI. Meskipun ringan, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

9. Gempa Banjar, Kalimantan Selatan (2024)

Terbaru, 13 Februari 2024, gempa M4,8 mengguncang Kabupaten Banjar. Gempa dangkal ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Meratus, mengingatkan kita akan ancaman yang dekat.

10. Gempa Tarakan, Kalimantan Utara (5 November 2024)

Dan yang paling baru, pada 5 November 2024, gempa dangkal M4,8 kembali mengguncang Tarakan. Pusat gempa di laut, 24 km sebelah tenggara Tarakan, ini dirasakan kuat dengan intensitas IV-V MMI dan kembali menjadi pengingat akan kerentanan wilayah tersebut.

Daftar panjang ini menjadi bukti konkret bahwa ancaman gempa di Kalimantan adalah realitas yang harus dihadapi. Bukan untuk menakuti, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Penting bagi masyarakat, terutama di wilayah rawan seperti Tarakan, untuk memahami risiko dan memastikan kualitas bangunan tempat tinggal. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan dampak jika gempa merusak kembali terjadi.

banner 325x300