Kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi futuristik yang hanya ada di film fiksi ilmiah. AI telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari kita, dan menariknya, setiap generasi memiliki cara unik untuk memanfaatkannya. Sebuah studi terbaru dari firma riset Kantar mengungkap pola menarik tentang bagaimana Gen Z, Milenial, Gen X, hingga Boomer berinteraksi dengan teknologi ini.
Penelitian Kantar menunjukkan bahwa adopsi AI di Indonesia sudah cukup tinggi, dengan 59 persen masyarakat telah mencoba teknologi ini. Alasan utamanya pun beragam, mulai dari menghemat waktu hingga meningkatkan kompetensi diri. Namun, yang paling mencolok adalah perbedaan motivasi dan aplikasi AI di antara kelompok usia.
Generasi Z: Kreativitas Tanpa Batas dengan AI
Generasi Z, yang dikenal sebagai digital native sejati, adalah pionir dalam pemanfaatan AI untuk ekspresi diri dan kreativitas. Studi Kantar menemukan bahwa 74 persen Gen Z menggunakan AI untuk menjadi lebih kreatif. Mereka memanfaatkan AI untuk berbagai hal, mulai dari ide konten, personal branding, hingga kreasi visual yang unik.
Bagi Gen Z, AI bukan hanya alat bantu, melainkan partner kreatif yang memungkinkan mereka mewujudkan ide-ide spontan menjadi karya nyata. Mereka menggunakannya untuk menghasilkan caption menarik, menyempurnakan foto dan video, atau bahkan menciptakan avatar digital yang merepresentasikan diri mereka di dunia maya. Ini sejalan dengan karakter Gen Z yang selalu ingin tampil otentik dan menonjol di platform digital.
Milenial dan Gen X: AI sebagai Asisten Produktivitas Unggulan
Berbeda dengan Gen Z, Milenial dan Gen X lebih melihat AI sebagai penunjang karier dan produktivitas. Sebanyak 80 persen dari kedua generasi ini memanfaatkan AI sebagai peran pendukung dalam bekerja. Mereka mengutamakan kepraktisan AI untuk efisiensi tugas sehari-hari, mulai dari merangkum dokumen hingga menyusun presentasi.
Generasi ini seringkali berada di tengah kesibukan karier dan tanggung jawab keluarga, sehingga efisiensi menjadi kunci. AI membantu mereka mengelola segudang tugas, menghemat waktu berharga, dan meningkatkan kualitas pekerjaan. AI menjadi asisten cerdas yang tak kenal lelah, siap membantu mereka mencapai target dan menyeimbangkan kehidupan pribadi serta profesional.
Boomer: AI untuk Kemudahan dan Kepraktisan Sehari-hari
Meskipun sering dianggap kurang akrab dengan teknologi, generasi Boomer juga menemukan manfaat AI, terutama dalam aspek kepraktisan. Bagi mereka, AI adalah alat yang mempermudah rutinitas sehari-hari. Meskipun persentasenya tidak setinggi generasi lain, adopsi AI oleh Boomer menunjukkan bahwa teknologi ini bersifat inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja.
Boomer mungkin menggunakan AI untuk mencari informasi dengan lebih cepat, mengatur jadwal, atau bahkan sekadar mendapatkan rekomendasi resep masakan. Fokus mereka adalah pada kemudahan penggunaan dan bagaimana AI dapat membuat hidup mereka sedikit lebih nyaman dan efisien tanpa harus mempelajari hal-hal yang terlalu kompleks.
Tren Adopsi AI di Indonesia: Lebih dari Sekadar Efisiensi
Secara keseluruhan, riset Kantar menunjukkan bahwa 59 persen orang di Indonesia telah mencoba teknologi AI. Angka ini menandakan bahwa AI bukan lagi barang baru, melainkan bagian integral dari kehidupan digital masyarakat. Alasan utama adopsi pun cukup beragam dan menunjukkan manfaat multidimensional AI.
Sebanyak 67 persen pengguna memilih AI karena bisa lebih menghemat waktu. Di era serba cepat ini, waktu adalah komoditas berharga, dan AI terbukti mampu memangkas durasi pengerjaan berbagai tugas. Tak hanya itu, 54 persen responden merasa bahwa kehadiran AI dapat membuat mereka belajar hal baru dan meningkatkan kompetensi. Ini menunjukkan bahwa AI juga berfungsi sebagai platform pembelajaran yang efektif.
Ummu Hani, Director Kantar Indonesia, menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, namun tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik. "Hari ini, AI menjadi teknologi yang inklusif, menghubungkan Gen Z yang serba cepat, Millennial dan Gen X yang multitasking, hingga Boomer yang mengandalkan kepraktisan dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya dalam Galaxy Z Fold7 I Z Flip7: New Gen Productivity Media Session di Jakarta.
Samsung Galaxy AI: Menjawab Kebutuhan Setiap Generasi
Merespons kebutuhan yang beragam ini, Samsung hadir dengan inovasi terbarunya melalui perangkat foldable Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 yang ditenagai Galaxy AI. Samsung memahami bahwa teknologi harus adaptif dan mampu melengkapi cara kerja unik setiap individu.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan visi tersebut. "Inilah wujud nyata dari visi kami, menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif, mampu memahami dan melengkapi cara kerja unik setiap individu, sehingga semua orang bisa berkarya tanpa batas," katanya. Terbukti, 9 dari 10 pengguna telah menggunakan Galaxy AI dan Google Gemini di keseharian mereka, menunjukkan tingkat adopsi yang tinggi dan kepuasan pengguna.
Galaxy Z Fold7: Multitasking Canggih untuk Milenial dan Gen X
Bagi Milenial dan Gen X yang akrab dengan segudang tugas dan tuntutan multitasking, Galaxy Z Fold7 hadir sebagai solusi ideal. Perangkat ini membawa ruang kerja yang luas, memungkinkan pengguna untuk membuka tiga aplikasi sekaligus tanpa hambatan. Bayangkan, Anda bisa membalas email, melihat presentasi, dan mencari referensi di Google Gemini secara bersamaan, tanpa perlu berpindah aplikasi.
Fitur-fitur seperti Google Gemini yang terintegrasi memungkinkan pengguna untuk bertanya atau merangkum dokumen penting tanpa keluar dari aplikasi utama. Ini sangat sesuai dengan data Kantar yang menjelaskan bahwa 62 persen pengguna memanfaatkan AI untuk merangkum konten atau laporan. Galaxy Z Fold7 benar-benar dirancang untuk mendukung produktivitas tingkat tinggi, menjadikan setiap tugas lebih efisien dan terorganisir.
Galaxy Z Flip7: Partner Kreatif untuk Gen Z dan Penggemar Konten
Sementara itu, Galaxy Z Flip7 dihadirkan sebagai partner kreatif yang sempurna, terutama bagi Gen Z dan mereka yang gemar menciptakan konten. Fitur Gemini Live di Cover Screen memungkinkan pengguna mengakses AI bahkan sebelum membuka ponsel. Ini berarti ide-ide kreatif bisa langsung dieksekusi tanpa jeda.
Dengan FlexCam dan fitur editing berbasis AI, pengguna bisa langsung merekam momen, menyempurnakan konten dengan efek unik, hingga mengubah ide spontan menjadi karya visual yang memukau. Riset Kantar yang menjelaskan bahwa 75 persen pengguna memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas gambar semakin menguatkan relevansi fitur ini. Galaxy Z Flip7 memungkinkan penggunanya untuk berekspresi tanpa batas, menciptakan konten yang menarik dan berkualitas tinggi dengan mudah.
Masa Depan AI: Inklusif dan Adaptif untuk Semua
Studi Kantar dan inovasi dari Samsung ini menegaskan bahwa AI bukan lagi teknologi eksklusif, melainkan sebuah alat inklusif yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan unik setiap individu, terlepas dari generasinya. Dari kreativitas Gen Z yang tak terbatas, produktivitas Milenial dan Gen X yang efisien, hingga kepraktisan yang dicari Boomer, AI hadir sebagai solusi.
Teknologi ini terus berkembang, dan kemampuannya untuk memahami serta melengkapi cara kerja unik setiap orang akan semakin penting di masa depan. Dengan AI, batasan-batasan dalam berkarya, bekerja, dan berinteraksi sehari-hari semakin terkikis, membuka peluang baru bagi semua generasi untuk memaksimalkan potensi diri.


















