Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Netflix Geger Isu LGBT, Komdigi Siap Awasi Ketat Konten Anak!

netflix geger isu lgbt komdigi siap awasi ketat konten anak portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia maya kembali dihebohkan dengan isu sensitif. Kali ini, raksasa streaming Netflix menjadi sorotan tajam setelah dituding mengampanyekan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) melalui salah satu serial anak-anaknya. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun tak tinggal diam, siap mengambil langkah tegas.

Komdigi Ambil Sikap Tegas: Prioritaskan Perlindungan Anak

banner 325x300

Dirjen Pengawasan Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya selalu mengawasi semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). "Pastinya semua PSE kita awasi," tegasnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/10), dalam acara Launching Garuda Spark Innovation Hub dan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI).

Perlindungan anak menjadi prioritas utama Komdigi dalam setiap pengawasan. Isu yang menyangkut konten anak-anak akan ditanggapi dengan serius demi memastikan keamanan dan kenyamanan digital generasi muda Indonesia.

Belum Ada Tindakan Konkret, Menunggu Aduan Masuk

Meski demikian, Komdigi belum menentukan tindakan spesifik yang akan diambil terkait serial Netflix ini. Alexander Sabar mengaku belum menerima informasi detail mengenai tudingan tersebut secara resmi.

"Yang seperti kita lakukan selama ini, kalau ada aduan masuk, kita akan melihat, kita panggil untuk melakukan konfirmasi," jelasnya. Proses ini penting untuk memastikan validitas aduan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Ia juga membedakan layanan Video On Demand seperti Netflix dengan PSE yang berbasis user-generated content. Namun, posisinya sebagai penyelenggara sistem elektronik tetap menuntut pengawasan ketat dari Komdigi.

Jika nantinya terbukti ada pelanggaran, Komdigi tidak segan memberikan sanksi administratif. Sanksi ini akan diterapkan sesuai prosedur yang berlaku, sebagaimana yang telah dilakukan pada kasus-kasus sebelumnya terhadap PSE lain.

Elon Musk Ikut Panaskan Situasi: Serial Anak Jadi Sorotan

Kontroversi ini bermula dari cuitan bos Tesla, Elon Musk, yang memiliki 227 juta pengikut di platform X (sebelumnya Twitter). Musk mengamplifikasi unggahan dari akun Libs of TikTok yang viral.

Akun tersebut menyoroti serial animasi anak-anak berjudul "Dead End: Paranormal Park" yang tayang di Netflix. Mereka menuding serial ini mempromosikan isu pro-transgender kepada anak-anak di bawah umur.

"OMG. Dead End Paranormal Park, sebuah acara di Netflix, mempromosikan isu pro-transgender kepada anak-anak. Acara ini diiklankan untuk anak usia 7 tahun," tulis Libs of TikTok pada Selasa (30/9), memperingatkan para orang tua.

Cuitan tersebut langsung direspons oleh Elon Musk dengan singkat namun penuh makna: "Ini tidak baik." Respons dari tokoh sekelas Musk tentu saja membuat isu ini semakin viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Mengenal Lebih Dekat "Dead End: Paranormal Park"

Lantas, seperti apa sebenarnya serial yang menjadi pemicu kontroversi ini? "Dead End: Paranormal Park" adalah serial komedi animasi yang tayang selama dua musim di Netflix, dari Juni hingga Oktober 2022.

Deskripsi resmi serial ini di halaman Netflix menyebutnya sebagai "serial seram tapi manis ini mengikuti sekelompok karyawan yang beragam di taman hiburan berhantu, lengkap dengan arwah balas dendam, anjing pug yang bisa bicara, dan cinta LGBTQ+."

Menariknya, musim pertama serial ini sempat mendapatkan ulasan positif dari beberapa media. Bahkan, Rotten Tomatoes mencatat skor 100 persen dengan sembilan ulasan, menunjukkan apresiasi kritikus terhadap kontennya.

Namun, perjalanan "Dead End: Paranormal Park" harus berakhir. Pada Januari 2023, sutradaranya, Hamish Steele, mengumumkan bahwa serial ini dibatalkan oleh Netflix. "Ini selalu menjadi rencana untuk memberikan akhir yang pantas bagi karakter-karakter ini. Tapi sayangnya, pihak berwenang tidak ingin melanjutkan," ujar Steele, tanpa merinci alasan pembatalan tersebut.

Kontroversi seputar konten LGBT di platform streaming memang bukan hal baru. Namun, dengan adanya perhatian dari tokoh global seperti Elon Musk dan respons dari Komdigi, isu ini kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perhatian publik.

Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi konten digital, terutama yang ditujukan untuk anak-anak. Para orang tua juga diimbau untuk lebih proaktif dalam memantau tontonan buah hati agar tetap sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

banner 325x300