banner 728x250

Heboh Video Prabowo di Bioskop, Komdigi Buka-bukaan: Ini Alasan Sebenarnya di Balik Layar Lebar!

Prabowo dan Gibran dikelilingi wartawan usai video di bioskop jadi perbincangan.
Prabowo dan Gibran merespons polemik video capaian pemerintah di bioskop.
banner 120x600
banner 468x60

Akhir-akhir ini, jagat maya dihebohkan dengan penayangan video capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di jaringan bioskop sebelum film dimulai. Fenomena ini sontak memicu beragam reaksi dan pertanyaan dari masyarakat. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik strategi komunikasi yang tidak biasa ini? Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) akhirnya buka suara.

Bukan Sekadar Iklan, Tapi Komunikasi Publik?

Komdigi menegaskan bahwa penayangan video Presiden Prabowo di bioskop bukanlah sekadar iklan biasa. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan komunikasi publik terkait capaian kerja yang telah dilakukan. Tujuannya jelas, memastikan informasi penting sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

banner 325x300

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menjelaskan bahwa pemanfaatan berbagai medium komunikasi oleh pemerintah adalah hal yang lumrah. Selama tujuannya adalah menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat dan tidak melanggar aturan, bioskop dianggap sebagai medium yang sah dan wajar untuk dipilih.

"Komunikasi publik pada era digital tidak lagi terbatas pada satu kanal," ujar Fifi dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi penting tersampaikan secara luas, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Ini adalah adaptasi terhadap lanskap media yang terus berubah.

Mengapa Bioskop Jadi Pilihan?

Pertanyaan besar lainnya adalah, mengapa harus bioskop? Fifi Aleyda Yahya memberikan alasan yang cukup logis. Menurutnya, bioskop mampu menghadirkan pengalaman visual dan audio yang sangat kuat. Ini memungkinkan pesan-pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah dapat diterima lebih utuh dan mendalam oleh audiens.

Efek imersif dari layar lebar dan tata suara yang mumpuni di bioskop diyakini dapat membuat informasi lebih mudah dicerna dan diingat. Pemerintah melihat bioskop sebagai salah satu saluran komunikasi publik yang strategis, sama halnya dengan pemanfaatan media sosial, televisi, radio, atau papan reklame yang sudah lebih dulu akrab di mata publik.

Substansi pesan yang dimuat dalam video tersebut tetap sama, yaitu penyampaian informasi mengenai pembangunan, kebijakan, serta ajakan positif bagi masyarakat. Jadi, ini bukan tentang promosi personal, melainkan tentang bagaimana negara hadir dengan informasi yang benar dan terukur kepada warganya.

Memperkuat Kepercayaan Publik dan Agenda Pembangunan

Lebih lanjut, Komdigi mengajak publik untuk melihat penayangan video ini dari perspektif yang lebih luas. Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, resmi, dan mudah dipahami. Dengan begitu, diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap agenda pembangunan nasional.

Dalam konteks komunikasi publik, penyampaian informasi yang transparan dan akurat menjadi kunci. Pemerintah ingin agar masyarakat tidak hanya tahu apa yang sedang dikerjakan, tetapi juga memahami dampak positifnya bagi kehidupan mereka. Bioskop menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut, menjangkau audiens yang mungkin tidak selalu terpapar media lain.

Respon dari Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO)

Tak hanya Komdigi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, juga turut angkat bicara mengenai viralnya video ini. Hasan memberikan pandangan yang lebih sederhana namun lugas. Menurutnya, layar bioskop pada dasarnya tidak berbeda dengan televisi. Keduanya bisa diisi dengan berbagai pesan, baik itu komersial maupun non-komersial.

"Kalau pesan komersial saja boleh, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden enggak boleh," ujarnya kepada wartawan. Pernyataan ini menyiratkan bahwa tidak ada larangan atau keanehan dalam memanfaatkan bioskop sebagai medium penyampaian informasi pemerintah.

Hasan menekankan bahwa melalui penayangan video tersebut, pemerintah ingin menyampaikan secara langsung kepada publik apa saja yang sedang dikerjakan dan hasil-hasil yang telah dicapai. Ini adalah bentuk akuntabilitas dan transparansi pemerintah kepada rakyatnya, memanfaatkan setiap platform yang memungkinkan.

Apa Saja yang Ditampilkan dalam Video Viral Tersebut?

Video yang viral di media sosial, khususnya di akun Instagram @catatanfilm, menampilkan berbagai cuplikan kegiatan Presiden Prabowo. Ada potongan-potongan pernyataan penting, momen-momen interaksi dengan masyarakat, hingga visualisasi capaian program prioritas pemerintah.

Beberapa capaian konkret yang disorot antara lain total produksi beras nasional yang mencapai 21.760.000 ton hingga Agustus 2025. Selain itu, video juga menyoroti keberadaan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, menunjukkan fokus pemerintah pada isu ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Detail-detail ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang progres pembangunan.

Perdebatan dan Perspektif Publik

Meski pemerintah telah memberikan penjelasan resmi, penayangan video ini tentu memicu beragam perdebatan di kalangan publik. Ada yang menyambut baik sebagai upaya transparansi, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitas atau bahkan motif di baliknya. Ini adalah dinamika wajar dalam sebuah negara demokrasi, di mana setiap kebijakan dan langkah pemerintah selalu menjadi sorotan.

Penting untuk diingat bahwa komunikasi publik adalah proses dua arah. Pemerintah berusaha menyampaikan informasinya, dan publik memiliki hak untuk menafsirkan serta memberikan respons. Dalam konteks ini, Komdigi berharap agar masyarakat dapat melihat penayangan video ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendekatkan diri dan memastikan informasi yang benar sampai ke tangan mereka.

Masa Depan Komunikasi Pemerintah di Era Digital

Fenomena penayangan video di bioskop ini juga menjadi cerminan bagaimana strategi komunikasi pemerintah terus berkembang di era digital. Dengan fragmentasi media dan beragamnya platform informasi, pemerintah dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif dalam menjangkau audiens. Bioskop, yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan sebagai kanal komunikasi publik utama, kini menjadi salah satu opsi yang dieksplorasi.

Tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah dapat terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan tanpa kehilangan esensi dan kepercayaan publik. Pemanfaatan teknologi dan platform yang berbeda akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan akses yang setara terhadap informasi resmi, sehingga mampu memperkuat partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Pada akhirnya, langkah Komdigi dan PCO ini adalah bagian dari strategi besar untuk memastikan bahwa informasi mengenai capaian dan kebijakan pemerintah dapat diakses secara luas. Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami tujuan di balik penayangan video Presiden Prabowo di bioskop, bukan sekadar melihatnya sebagai sebuah tontonan biasa.

banner 325x300