banner 728x250

Gawat! Mikroplastik Kini ‘Bersarang’ di Tulang Manusia, Kesehatanmu Terancam Serius!

gawat mikroplastik kini bersarang di tulang manusia kesehatanmu terancam serius portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Mikroplastik, potongan plastik kecil yang mencemari lingkungan, kini bukan lagi sekadar masalah di lautan atau saluran pencernaan. Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: partikel-partikel berbahaya ini telah ditemukan jauh di dalam tulang manusia. Penemuan ini menambah daftar panjang organ tubuh yang terkontaminasi, dari kotoran, plasenta, organ reproduksi, hingga otak.

Penelitian komprehensif yang meninjau 62 studi berbeda menunjukkan bahwa mikroplastik dan partikel nanoplastik yang lebih kecil lagi, berpotensi besar memengaruhi kesehatan tulang kita. Ini bukan lagi sekadar ancaman di masa depan, melainkan realitas yang sudah terjadi di dalam tubuh kita saat ini.

banner 325x300

Bukan Cuma di Usus, Kini di Tulang!

Selama ini, kita mungkin lebih sering mendengar tentang mikroplastik yang ditemukan di perut ikan atau dalam air minum. Namun, temuan terbaru ini benar-benar membuka mata. Mikroplastik kini terdeteksi jauh di dalam jaringan tulang manusia, termasuk sumsum tulang yang vital.

Rodrigo Bueno de Oliveira, seorang ilmuwan medis dari State University of Campinas, Brasil, menjelaskan bahwa ini berpotensi menyebabkan gangguan serius pada metabolisme tulang. Bayangkan, struktur penopang tubuh kita, yang seharusnya kuat dan sehat, kini harus berhadapan dengan invasi partikel asing.

Bagaimana Mikroplastik Bisa Sampai ke Tulang Kita?

Pertanyaan besar yang muncul adalah, bagaimana partikel plastik sekecil itu bisa menembus hingga ke tulang? Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa sisa-sisa plastik ini menumpuk di jaringan tulang setelah tertelan melalui aliran darah. Artinya, apa pun yang kita makan atau minum yang terkontaminasi mikroplastik, bisa berakhir di tulang kita.

Partikel-partikel ini sangat kecil, seringkali berdiameter kurang dari 5 milimeter, membuatnya mudah masuk ke dalam sistem tubuh. Setelah masuk ke aliran darah, mereka bisa menyebar ke berbagai organ, termasuk tulang, dan mulai menimbulkan masalah serius.

Dampak Mengerikan Mikroplastik pada Kesehatan Tulang

Dampak mikroplastik pada tulang ternyata tidak main-main. Studi pada hewan menunjukkan bahwa partikel-partikel ini dapat menghambat pertumbuhan tulang secara signifikan. Ini adalah alarm keras, terutama bagi perkembangan sistem rangka.

Selain itu, mikroplastik juga mengganggu fungsi osteoklas, sel-sel penting yang bertanggung jawab dalam proses pertumbuhan dan perbaikan tulang. Jika osteoklas terganggu, struktur tulang bisa melemah, menjadikannya lebih rentan terhadap patah atau deformitas.

Penelitian in vitro (menggunakan sel jaringan tulang di laboratorium) lebih lanjut memperkuat kekhawatiran ini. Mikroplastik terbukti dapat mengganggu viabilitas sel, mempercepat penuaan sel, dan mengubah proses diferensiasi sel. Parahnya lagi, partikel ini juga memicu peradangan di dalam jaringan tulang.

Bueno de Oliveira menambahkan, temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius akan terhambatnya perkembangan sistem rangka, tidak hanya pada hewan tetapi juga potensi dampaknya pada manusia. Meskipun belum ada bukti langsung yang mengaitkan mikroplastik dengan osteoporosis pada manusia, para peneliti menduga bahwa polutan ini mungkin menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada kondisi tersebut, selain risiko yang sudah diketahui seperti konsumsi alkohol dan proses penuaan.

Jenis-Jenis Mikroplastik yang Mengintai Tubuh

Mikroplastik sendiri terbagi menjadi dua jenis utama yang perlu kita ketahui. Pertama adalah mikro primer, yang sengaja dibuat dalam ukuran kecil untuk produk-produk yang kita gunakan sehari-hari. Contohnya bisa ditemukan dalam sabun, deterjen, kosmetik, hingga serat pakaian sintetis.

Kedua adalah mikro sekunder, yang berasal dari sampah plastik berukuran besar yang terurai di lingkungan, terutama di lautan. Botol plastik bekas, kantong kresek, atau kemasan makanan yang terpecah-pecah menjadi potongan kecil adalah sumber utama mikro sekunder ini. Kedua jenis mikroplastik ini memiliki daya tahan yang luar biasa di lingkungan, membuatnya terus-menerus mengancam.

Ancaman dari Langit: Hujan Pun Mengandung Mikroplastik

Masalah mikroplastik ternyata tidak hanya datang dari apa yang kita konsumsi, tetapi juga dari lingkungan sekitar kita, bahkan dari langit. Sebuah penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta mengejutkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya.

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa penelitian sejak tahun 2022 menunjukkan setiap sampel air hujan di ibu kota mengandung mikroplastik. Partikel ini terbentuk dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia di perkotaan.

Sumbernya beragam, mulai dari serat sintetis pakaian yang rontok, debu dari kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, hingga degradasi plastik di ruang terbuka. Mikroplastik yang ditemukan umumnya berbentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, bahkan polibutadiena dari ban kendaraan.

Rata-rata, peneliti menemukan sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari pada sampel hujan di kawasan pesisir Jakarta. Fenomena ini dikenal sebagai atmospheric microplastic deposition, di mana mikroplastik terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan. Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan polusi plastik ini.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Melihat fakta-fakta mengerikan ini, tentu kita tidak bisa tinggal diam. Para peneliti telah menyerukan peningkatan dukungan untuk meneliti lebih lanjut dampak polutan petrokimia ini terhadap tubuh manusia. Namun, sebagai individu, kita juga memiliki peran penting.

Langkah sederhana bisa dimulai dari diri sendiri. Batasi penggunaan produk berbahan plastik, mulai dari memilih pakaian berbahan alami daripada sintetis, menggunakan botol minum reusable, hingga membawa tas belanja sendiri. Selain itu, menyaring air yang kita konsumsi juga bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi paparan.

Setiap upaya kecil yang kita lakukan hari ini bisa menjadi awal untuk mengurangi ancaman besar mikroplastik bagi kesehatan kita dan lingkungan. Ini bukan hanya tentang menjaga bumi, tetapi juga menjaga kesehatan tulang dan masa depan kita sendiri dari invasi partikel tak kasat mata ini. Mari bertindak sekarang sebelum terlambat!

banner 325x300