Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bukan HP Baru! Pasar Ponsel Bekas Meledak di Asia Tenggara & Afrika, Apple Jadi Raja Tak Terbantahkan!

bukan hp baru pasar ponsel bekas meledak di asia tenggara afrika apple jadi raja tak terbantahkan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Laporan terbaru dari lembaga riset Counterpoint mengungkap fenomena menarik di pasar global. Bukan ponsel baru yang jadi primadona, melainkan pasar HP bekas yang justru mengalami pertumbuhan signifikan, terutama di wilayah berkembang seperti Afrika dan Asia Tenggara. Yang lebih mengejutkan, raksasa teknologi Apple berhasil memimpin penjualan di segmen ini.

Ledakan Pasar HP Bekas: Bukan Sekadar Tren Sesaat

banner 325x300

Pasar ponsel bekas di wilayah berkembang, termasuk Afrika, India, Asia Tenggara, China, dan Amerika Latin, menunjukkan performa yang sangat baik. Pertumbuhan tahunan (YoY) mencapai 3-6 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan pasar global secara keseluruhan. Ini menandakan pergeseran preferensi konsumen yang patut diperhatikan.

Pertumbuhan pesat ini didorong oleh berbagai faktor. Semakin banyak pemain terorganisir yang masuk ke pasar, menarik unit dari saluran tidak resmi. Selain itu, inisiatif pemerintah juga turut mendukung, seperti program ‘Bridge by Digital Africa’ yang menyediakan dana dan sumber daya untuk memperkuat ekosistem smartphone bekas lokal.

Afrika: Benua yang Jatuh Cinta pada iPhone Bekas

Benua Afrika menjadi wilayah dengan pertumbuhan terkuat di paruh pertama 2025, melonjak 6 persen YoY. Peningkatan ini tak lepas dari peran berbagai pendorong di sepanjang rantai pasokan. Konsumen di Afrika menunjukkan minat tinggi pada iPhone bekas yang diimpor.

Keterbatasan finansial dan persepsi tentang keandalan serta umur pakai yang lebih lama menjadi alasan utama. Mereka merasa lebih untung membeli iPhone bekas yang berkualitas dibanding unit lokal baru dengan harga setara. Apple pun memimpin pasar ponsel bekas di Afrika dengan pertumbuhan 7 persen YoY.

Dominasi Apple didorong oleh kolaborasi dengan reseller premium dan meningkatnya preferensi terhadap model-model terbaru seperti iPhone 13 ke atas. Sementara itu, Samsung berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 4 persen YoY. Promosi tukar tambah agresif yang menawarkan diskon hingga 50 persen untuk perangkat Galaxy S dan Z series menjadi kunci kesuksesan Samsung. Model seperti Apple iPhone 11, 12, dan Samsung Galaxy S20 menjadi ponsel bekas terlaris di wilayah ini.

India: Samsung Memimpin, Apple Mengejar dengan Agresif

Di India, pasar smartphone bekas juga tumbuh 5 persen YoY. Namun, di sini Samsung berhasil kembali memimpin. Permintaan tinggi pada seri Galaxy S22 dan S23 menjadi pendorong utama dominasi merek asal Korea Selatan ini.

Meski begitu, Apple menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, melonjak 19 persen YoY. Minat konsumen terhadap seri iPhone 13 dan iPhone 14 mendominasi pertumbuhan Apple di pasar India. Ini menunjukkan bahwa meskipun Samsung memimpin, Apple memiliki daya tarik yang kuat di segmen premium bekas.

Pertumbuhan di India juga didorong oleh penjual ritel yang memperkuat program buyback di pasar online dan offline. Mereka secara aktif mempromosikan citra ‘premium’ untuk perangkat flagship keluaran lama sebagai pilihan menarik bagi konsumen. Penawaran garansi yang diperpanjang dan program tukar tambah yang diprakarsai reseller juga turut mendorong minat pada smartphone premium bekas.

Asia Tenggara: Pasar yang Dinamis dengan Apple di Puncak

Pasar smartphone bekas di Asia Tenggara juga tak kalah menarik, tumbuh 5 persen YoY. Wilayah ini dikenal dengan saluran distribusi tidak terorganisir yang besar dan aliran masuk perangkat serta komponen bekas yang stabil dari China. Namun, dalam 1-2 tahun terakhir, negara-negara di kawasan ini mulai mengandalkan pasokan lokal mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada impor.

Platform online menjadi pendorong utama pasar konsumen-ke-konsumen (C2C), terutama untuk smartphone bekas yang di-refurbished. Meningkatnya kepercayaan konsumen, rantai pasokan yang lebih baik, dan kemudahan dalam negosiasi transaksi secara digital turut mempercepat pertumbuhan ini. Apple sekali lagi memimpin di pasar HP bekas Asia Tenggara dengan pertumbuhan 15 persen YoY.

Indonesia menjadi salah satu kontributor utama bagi Apple, dengan model iPhone 12 dan iPhone 13 menjadi idola. Sebagian besar impor masih berasal dari China, namun program tukar tambah yang dijalankan oleh penjual ritel semakin memperkuat rantai pasok domestik. Samsung, meskipun mengalami penurunan sebesar 3 persen YoY, tetap aktif menjalankan program tukar tambah, termasuk kemitraan dengan Laku6 (Carousell Group). Ini dilakukan untuk mendorong keberlanjutan dan meningkatkan keterlibatan pasca penjualan.

Bagaimana dengan Pasar "Mapan"?

Berbeda dengan wilayah berkembang, pasar smartphone bekas di negara-negara yang sudah matang seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Jepang menunjukkan pertumbuhan yang datar hingga moderat. Pertumbuhan hanya berkisar antara 1-3 persen pada paruh pertama 2025. Faktor-faktor seperti fragmentasi pasar, biaya yang meningkat, dan siklus penggantian yang lebih lama mempengaruhi baik pasokan maupun permintaan smartphone bekas di wilayah ini.

Di pasar-pasar ini, iPhone 12 dan 13 series terus mendominasi penjualan perangkat bekas. Namun, seri Samsung S diperkirakan akan tampil lebih baik di pasar-pasar tertentu seperti Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan, didorong oleh meningkatnya permintaan. Ini menunjukkan dinamika pasar yang berbeda di setiap wilayah.

Apa Artinya Ini bagi Konsumen dan Industri?

Fenomena pertumbuhan pasar HP bekas ini membawa implikasi besar. Bagi konsumen, ini berarti akses yang lebih mudah ke perangkat berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga mendukung konsep keberlanjutan dengan memperpanjang masa pakai perangkat elektronik.

Bagi industri, ini menunjukkan bahwa pasar HP bekas bukan lagi sekadar ceruk kecil, melainkan segmen yang strategis. Produsen dan reseller perlu beradaptasi dengan tren ini, mungkin dengan menawarkan program tukar tambah yang lebih menarik atau mendukung ekosistem refurbished. Pergeseran ini juga mencerminkan perubahan persepsi konsumen, yang kini lebih bijak dalam memilih perangkat dan mempertimbangkan nilai jangka panjang. Pasar HP bekas diproyeksikan akan terus tumbuh, menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap industri smartphone global.

banner 325x300