banner 728x250

Bikin Merinding! Ribuan Telur Dinosaurus Berusia 86 Juta Tahun Ditemukan di China, Ini Kisah di Baliknya

bikin merinding ribuan telur dinosaurus berusia 86 juta tahun ditemukan di china ini kisah di baliknya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sebuah penemuan yang menggemparkan dunia paleontologi baru saja terkuak dari jantung China. Ribuan fosil telur dinosaurus yang usianya diperkirakan mencapai 86 juta tahun telah berhasil diidentifikasi di kawasan cagar fosil Qinglongshan. Penemuan ini bukan sekadar angka, melainkan jendela baru untuk memahami kehidupan purba di era Kapur Akhir.

Para ilmuwan menggunakan metode canggih untuk memastikan usia fantastis telur-telur ini. Tanggal 13 September 2025 menjadi saksi bisu terkuaknya rahasia jutaan tahun yang tersembunyi di dalam tanah.

banner 325x300

Mengungkap Usia Purba dengan ‘Jam Atom’

Bagaimana para peneliti bisa begitu yakin dengan usia 86 juta tahun? Rahasianya terletak pada teknik penanggalan Uranium-Lead (U-Pb) yang sangat presisi, sering dijuluki sebagai metode ‘jam atom’. Teknik ini memungkinkan penentuan usia fosil secara langsung dan akurat.

Metode ini melibatkan penggunaan mikro-laser untuk mengambil sampel dari cangkang telur yang telah membatu. Fragmen mineral kemudian diuapkan, dan rasio antara atom uranium dan timbal dihitung dengan sangat teliti. Perhitungan rasio inilah yang menjadi kunci utama.

Ini berbeda jauh dari metode konvensional yang biasanya mengandalkan penanggalan sedimen di sekitar fosil. Teknik U-Pb memungkinkan penanggalan langsung mineral karbonat yang ada di dalam cangkang fosil itu sendiri, sehingga hasilnya jauh lebih pasti dan minim bias.

Harta Karun Fosil di Qinglongshan

Kawasan Qinglongshan di China bagian tengah memang sudah dikenal sebagai surga bagi para pemburu fosil. Namun, penemuan ini menandai penanggalan fosil pertama yang dilakukan secara langsung dari situs tersebut.

Bayangkan, lebih dari 3.000 telur dinosaurus tersebar di tiga situs berbeda di kawasan ini. Mayoritas fosil telur-telur tersebut terawetkan dalam bentuk tiga dimensi yang luar biasa.

Bahkan, sebagian besar masih mempertahankan bentuk aslinya, seolah waktu berhenti di masa jutaan tahun lalu. Ini adalah kondisi preservasi yang sangat langka dan berharga bagi para peneliti.

Sosok di Balik Cangkang Misterius

Meski ribuan telur telah ditemukan, identitas pasti dinosaurus yang meletakkannya masih menjadi misteri. Namun, sebagian besar telur ini diyakini berasal dari spesies Placoolithus tumiaolingensis. Spesies ini termasuk dalam kelompok Dendroolithidae, sebuah famili dinosaurus yang dikenal dengan telur-telur uniknya.

Bentuk telur-telur ini bulat agak pipih, dengan ukuran yang cukup besar. Panjangnya berkisar antara 12 hingga 17 sentimeter, dengan ketebalan cangkang mencapai 2,4 milimeter. Detail ini memberikan petunjuk penting tentang ukuran dan karakteristik induk dinosaurus.

Kisah Tak Terduga di Balik Penemuan

Ide brilian untuk menggunakan teknik U-Pb pada cangkang telur dinosaurus ternyata muncul secara tidak sengaja. Bi Zhao dari Hubei Institute of Geosciences menceritakan kisah menarik di baliknya. Diskusi santai dengan peneliti kronologi speleothem, yaitu formasi gua seperti stalagmit, memicu pemikiran baru.

Mereka bertanya-tanya apakah metode yang sama bisa diterapkan pada fosil telur. "Kami memutuskan untuk mencoba pada telur dari Qinglongshan, dan hasilnya ternyata sangat jelas dan dapat diandalkan," ungkap Zhao dalam emailnya kepada CNN. Sebuah kebetulan yang membawa dampak besar bagi ilmu pengetahuan.

Presisi Tinggi, Tantangan Tak Kalah Besar

Heriberto Rochin-Banaga, seorang peneliti geokronologi dari University of Toronto yang tidak terlibat dalam studi ini, turut memuji metode U-Pb. Ia menyebutnya sebagai teknik penanggalan paling presisi saat ini. Namun, presisi ini datang dengan syarat.

Metode U-Pb membutuhkan peralatan laboratorium yang sangat canggih dan kondisi pengujian yang ketat. Tidak semua laboratorium mampu melakukannya, menjadikannya sebuah keahlian khusus.

Zhao juga menegaskan bahwa tidak semua fosil dapat diuji dengan metode ini. Keberhasilan bergantung pada keberadaan mineral karbonat primer dalam fosil dan konteks geologis yang mendukung. Artinya, meskipun menjanjikan, teknik ini memiliki batasan dan hanya bisa diterapkan pada kasus-kasus tertentu. Ini menjadikan penemuan di Qinglongshan semakin istimewa.

Penemuan fosil telur dinosaurus berusia 86 juta tahun di Qinglongshan ini adalah bukti nyata kemajuan teknologi dalam ilmu paleontologi. Ini bukan hanya tentang menemukan, tapi juga tentang memahami. Dengan teknik canggih seperti U-Pb, kita bisa menyingkap lebih banyak rahasia masa lalu Bumi.

Misteri dinosaurus mungkin masih banyak, tetapi setiap penemuan membawa kita selangkah lebih dekat pada jawabannya. Dunia purba terus menyimpan kejutan, dan para ilmuwan tak pernah lelah untuk terus menggali. Siapa tahu, penemuan selanjutnya akan lebih menggemparkan lagi!

banner 325x300