Beranda Hukum Setelah Baasyir, Kader Harap Ketum PBB Bantu Juga Pulangkan HRS

Setelah Baasyir, Kader Harap Ketum PBB Bantu Juga Pulangkan HRS

0
Ketua Umum DPP PBB Prof Yusril Ihza Mahendra bersama kader PBB Aceh Utara Tgk Abdul Manan HS.

Lhokseumawe — Terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dalam waktu dekat ini akan menghirup udara bebas menyusul langkah Presiden Jokowi yang memberikan pengampunan kepada pendiri pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ba’asyir yang divonis hukuman 15 tahun penjara telah menjalani hukuman kurungan sejak tahun 2011 lalu. Awalnya, Baasyir ditahan di LP Nusakambangan, Jawa Tengah. Belakangan, karena alasan sakit, Baasyir dipindah ke LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat sejak 2016.

loading...

Dalam upaya pembebasan Ustadz Baasyir, peran kunci Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Prof Yusril Ihza Mahendra disebut sebagai suksesnya menjembatani komunikasi dengan penguasa. Atas berbagai pertimbangan dan salah satunya masukan dari Yusril, Presiden Joko Widodo akhirnya setuju pembebasan Baasyir.

Yusril pun mendatangi LP Gunung Sindur pada Jumat (18/1) untuk memberitahukan tentang pembebasan itu. Prof Yusril juga sempat didaulat menjadi Khatib dan Imam shalat Jumat bersama warga binaan.

Menanggapi peran sentral Ketum PBB dalam upaya pembebasan Ust Baasyir, kader partai berlambang bintang dan bulan sabit di daerah mengaku turut bangga dan bersyukur.

“Kami merasa bangga dengan peran ketua umum dalam upaya pembebasan Ustad Baasyir. Ini sekali lagi bukti bahwa Prof Yusril dan PBB selalu menunjukkan empati kepada ulama dan umat Islam yang tersandung permasalahan hukum” tutur kader PBB Aceh Utara, Tgk Abdul Manan kepada media ini di Lhokseumawe, Sabtu (19/1/2019).

Keberhasilan Yusril melobi penguasa untuk kasus Abu Bakar Baasyir ini juga mementahkan anggapan sinis segelintir orang atas kebijakan pakar hukum tata negara itu yang memilih menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden Jokowi-Ma`ruf. Padahal, banyak yang menyebut arah dukungan PBB ke koalisi oposisi.

Justru sebaliknya, dengan masuknya Prof Yusril dalam lingkaran kekuasaan bisa mempermudah komunikasi untuk menjembatani kepentingan dan aspirasi rakyat Indonesia, utamanya dari kelompok religius.

Setelah sukses dengan upaya pembebasan Baasyir, Tgk Abd Manan juga berharap agar ketua umum PBB dapat kembali melakukan upaya lobi-lobi untuk pemulangan Habib Rizieq Shihab.

“Saya secara pribadi berharap, Prof Yusril juga mempertimbangkan untuk melobi pemerintah dalam upaya pemulangan kembali ke tanah air, imam besar FPI Habib Rizieq Shihab yang saat ini berada di Arab Saudi” harap Tgk Abd Manan.

Kader yang tetap istiqamah bersama PBB sejak 10 tahun terakhir ini meminta kepada warga Indonesia dan Aceh khususnya untuk memberikan dukungan suara kepada PBB di Pemilu Legislatif, 17 April mendatang.

“Kami berharap dukungan suara dari masyarakat agar PBB dapat mengirim wakil ke parlemen di seluruh tingakatan. Hal ini supaya PBB kembali memiliki power di parlemen dalam upaya memperjuangkan aspirasi umat Islam di tanah air” demikian Tgk Abd Manan. (Hidayat)