Rabu, 17 September 2025 menjadi tanggal penting bagi dunia olahraga Indonesia. Sosok yang tak asing lagi, Erick Thohir, resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan ini sontak menarik perhatian, mengingat rekam jejak Erick yang begitu panjang dan beragam.
Ia menggantikan Dito Ariotedjo yang sebelumnya dicopot dalam reshuffle kabinet pekan kemarin. Dikenal sebagai pengusaha ulung, pengurus olahraga berkelas dunia, sekaligus dermawan, Erick Thohir diprediksi akan membawa angin segar bagi kemajuan pemuda dan olahraga tanah air.
Dari Pengusaha Media hingga Menteri BUMN: Jejak Karier yang Mentereng
Lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, Erick Thohir tumbuh dalam keluarga pengusaha. Ayahnya, Mochammad Teddy Thohir, adalah salah satu pendiri Astra International, sementara ibunya berdarah Tionghoa-Sunda dari Majalengka. Pendidikan formalnya ditempuh di Glendale Community College dan ia meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari National University, California, Amerika Serikat.
Karier bisnisnya melejit setelah mendirikan Mahaka Group, konglomerasi media dan hiburan. Di bawah payungnya, ia mengelola Gen FM, Jak TV, Mahaka Advertising, Harian Republika, hingga RajaKarcis. Tak hanya itu, Mahaka Group juga memiliki klub Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Satria Muda Pertamina.
Erick juga pernah terlibat di sektor pertambangan bersama kakaknya, Garibaldi Thohir, melalui PT Adaro Energy Tbk. Komitmennya terhadap etika bisnis terlihat jelas saat ia secara aktif melepaskan semua jabatan di bidang bisnisnya untuk menghindari konflik kepentingan setelah menjabat sebagai Menteri. Ia juga mendirikan PT. Kalyanamitra Adhara Mahardika atau Alive Indonesia pada 2007, perusahaan jasa konsultansi kreatif dan event organizer.
Sebelum dilantik sebagai Menpora, Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke-9 sejak 2019. Di bawah kepemimpinannya, BUMN mengalami berbagai transformasi signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kontribusi terhadap perekonomian negara.
Mengguncang Dunia Olahraga: Dari Inter Milan hingga PSSI
Dunia olahraga adalah panggung di mana Erick Thohir benar-benar bersinar. Ia pernah memimpin Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) selama dua periode, dari 2004 hingga 2010. Selain itu, ia juga memimpin Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) dari tahun 2006 hingga 2019, menunjukkan pengaruhnya di kancah regional.
Pengaruhnya merambah kancah internasional dengan kepemilikan klub sepak bola raksasa Italia, Inter Milan, bahkan menjabat sebagai presiden klub hingga 2018. Ia juga pernah memiliki saham di klub D.C. United (Amerika Serikat) dan Philadelphia 76ers (NBA). Kini, bersama Anindya Bakrie, ia menjadi pemegang saham mayoritas di klub Inggris, Oxford United.
Di level nasional, ia pernah menjadi manajer Persija Jakarta dan Wakil Komisaris Utama Persib Bandung. Sejak 2021, ia juga memiliki saham di Persis Surakarta bersama Kaesang Pangarep. Puncaknya, pada 16 Februari 2023, Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Tugas berat memajukan sepak bola tanah air kini diemban di pundaknya, dan ia telah menunjukkan keseriusan luar biasa.
Revolusi Naturalisasi Timnas: Bukti Nyata Kepemimpinan Erick Thohir
Sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tak main-main dalam membangun tim nasional Indonesia yang kompetitif di kancah internasional. Salah satu gebrakan paling menonjol adalah percepatan proses naturalisasi pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri. Kebijakan ini, meski menuai pro dan kontra, terbukti efektif.
Naturalisasi di era Thohir tampak lebih terstruktur dan selektif. Fokus utama adalah pada pemain berdarah Indonesia yang lahir atau besar di Eropa dan sudah memiliki pengalaman bermain di liga kompetitif. Tercatat, ada lebih dari 20 pemain naturalisasi telah bergabung, dan kehadiran mereka tidak melanggar aturan FIFA maupun negara.
Justru, kehadiran Jay Idzes dan kolega berhasil meningkatkan level permainan Timnas Garuda. Skuad Garuda yang dulu acap kali kesulitan bersaing di level Asia, kini tampil jauh lebih kompetitif. Buktinya, mereka tampil apik di Piala Asia 2023 lalu dan berhasil menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Peluang untuk berlaga di putaran final Piala Dunia 2026 kini semakin terbuka lebar, sebuah mimpi yang dulu terasa mustahil.
Peran Strategis di Pemerintahan: Dari TKN hingga Kabinet Merah Putih
Keterlibatan Erick Thohir di panggung politik dan pemerintahan dimulai saat ia dipercaya menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019. Keberhasilan timnya mengantarkan pasangan tersebut meraih kemenangan membuka jalan bagi peran yang lebih besar.
Pada 23 Oktober 2019, ia resmi dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke-9. Di bawah kepemimpinannya, BUMN mengalami transformasi signifikan, meningkatkan efisiensi dan kontribusi terhadap perekonomian negara. Kini, ia mengemban amanah baru sebagai Menpora di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo.
Selain itu, Erick juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sejak 2021 dan anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Segudang pengalaman ini menjadikannya figur yang sangat diperhitungkan dalam setiap peran yang ia emban.
Dengan rekam jejak yang impresif di berbagai bidang, penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora memunculkan harapan besar. Publik menanti gebrakan-gebrakan baru yang akan ia bawa untuk memajukan pemuda dan olahraga Indonesia, menjadikannya lebih berprestasi dan mendunia di bawah kepemimpinannya.


















