Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Prabowo dan Presiden Afrika Selatan Bertemu: Bongkar Sejarah Kelam, Perkuat Aliansi Global Selatan di Era BRICS!

prabowo dan presiden afrika selatan bertemu bongkar sejarah kelam perkuat aliansi global selatan di era brics portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di Istana Merdeka Jakarta. Pertemuan ini bukan sekadar agenda diplomatik biasa, melainkan sebuah penegasan kembali ikatan sejarah yang mendalam dan visi masa depan yang sama antara kedua negara. Keduanya membahas berbagai isu, mulai dari perjuangan melawan kolonialisme hingga potensi kerja sama di era BRICS.

Mengenang Sejarah Perjuangan: Dari Kolonialisme hingga Apartheid

banner 325x300

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejarah panjang yang mengikat Indonesia dan Afrika Selatan. Kedua bangsa ini sama-sama memiliki jejak perjuangan gigih melawan kolonialisme, serta menegakkan kemerdekaan dan keadilan di panggung dunia. Prabowo secara terang-terangan mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat rakyat Afrika Selatan.

Ia memuji kekuatan, idealisme, dan keberanian yang ditunjukkan dalam perjuangan mereka membebaskan diri dari sistem apartheid yang diskriminatif. "Kami mengagumi kekuatan, idealisme, dan keberanian perjuangan rakyat Afrika Selatan, melawan ketidakadilan dan apartheid," kata Prabowo, menggarisbawahi kekaguman Indonesia terhadap keteguhan hati Afrika Selatan.

Tonggak Penting Hubungan Indonesia-Afrika Selatan

Bagi Prabowo, kunjungan Presiden Ramaphosa ini merupakan sebuah tonggak penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Ia meyakini bahwa Afrika Selatan akan menjadi mitra strategis yang sangat vital bagi Indonesia di masa mendatang. Pandangan ini didasari oleh kesamaan sejarah dan aspirasi.

"Hari ini, kami memandang Afrika Selatan sebagai pemimpin yang sangat penting di dunia dan kami memiliki banyak kesamaan sejarah, perjuangan panjang melawan kolonialisme, dan perjuangan untuk kebebasan," tutup Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar harapan Indonesia terhadap kemitraan yang lebih erat dengan Afrika Selatan.

Ramaphosa Ungkap Akar Sejarah 350 Tahun

Di sisi lain, Presiden Cyril Ramaphosa menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Ramaphosa menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan ini adalah momentum krusial yang akan memperkuat hubungan kedua negara, terutama dalam semangat solidaritas Global Selatan. Ia merasa terhormat bisa berkunjung ke Indonesia.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk melakukan kunjungan kenegaraan ini ke negara yang indah, Indonesia," ucap Presiden Ramaphosa. Ia kemudian mengingatkan bahwa hubungan kuat antara Indonesia dan Afrika Selatan memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan mendalam, bahkan membentang hingga lebih dari tiga abad lalu.

Hubungan ini bermula pada abad ke-17, ketika masyarakat Indonesia pertama kali dibawa ke Afrika Selatan oleh penjajah Belanda. "Hubungan antara Afrika Selatan dan Indonesia berakar kuat dalam sejarah kita. Sebuah sejarah yang membentang hampir 350 tahun," jelas Ramaphosa. Ia menambahkan bahwa ikatan awal ini menjadi fondasi kokoh bagi hubungan jangka panjang antara kedua negara.

Solidaritas Asia-Afrika dan Peran Indonesia

Presiden Ramaphosa juga tak lupa menyampaikan penghargaan atas peran penting Indonesia dalam sejarah solidaritas Asia-Afrika. Ia secara khusus menyebut Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah di Bandung pada tahun 1955. Menurutnya, konferensi tersebut menjadi simbol perjuangan bangsa-bangsa untuk kemerdekaan dan kesetaraan global.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah di Bandung tahun 1955," pungkas Ramaphosa. Ia bangga bahwa rakyat Afrika Selatan diwakili oleh dua pemimpin besar mereka, Moses Kotane dan Moulvi Cachalia, dalam peristiwa penting tersebut.

Visi Masa Depan: BRICS dan Kekuatan Ekonomi Afrika

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kuatnya untuk memperkuat kerja sama dengan Afrika Selatan. Ia menyoroti posisi kedua negara sebagai kekuatan besar di belahan bumi Selatan, serta fakta bahwa Indonesia kini telah bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS. Ini membuka peluang baru untuk kolaborasi yang lebih erat.

"Kami ingin memperkuat dan meningkatkan hubungan ini. Kita sama-sama negara besar dari belahan bumi Selatan. Kami telah bergabung dengan BRICS dan kami ingin melihat hubungan yang lebih erat," ujar Prabowo. Ia juga memuji Presiden Ramaphosa sebagai sosok pemimpin hebat yang berjuang untuk kebebasan dan demokrasi.

Prabowo meyakini bahwa ekonomi di Benua Afrika akan semakin kuat dan bangkit di masa depan. Ia berharap kunjungan Presiden Ramaphosa ke Indonesia ini dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih kokoh dan produktif antara kedua negara. Ini adalah sinyal kuat untuk aliansi yang lebih solid di kancah global.

Detik-detik Kedatangan Presiden Ramaphosa di Istana Merdeka

Kunjungan kenegaraan ini diawali dengan penyambutan yang meriah di Istana Merdeka. Presiden Ramaphosa tiba sekitar pukul 11.05 WIB, diiringi iring-iringan mobil yang melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas). Pemandangan semakin semarak dengan puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia, mengiringi rombongan hingga ke Istana Merdeka.

Sejumlah siswa berseragam sekolah turut menyambut kedatangan Presiden Afrika Selatan, baik dari kawasan Monas maupun di Istana Merdeka. Mereka melambaikan bendera Indonesia dan Afrika Selatan, menciptakan suasana hangat dan penuh persahabatan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia dalam menyambut tamu penting.

Delegasi Penting dan Pertemuan Tertutup

Presiden Prabowo, yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, langsung menyambut Presiden Ramaphosa di depan pintu mobil. Keduanya saling berjabat tangan hangat dan berpelukan, menunjukkan keakraban. Selanjutnya, Prabowo dan Presiden Ramaphosa mengikuti upacara penyambutan kenegaraan.

Lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan, diselingi bunyi meriam sebanyak 21 kali yang menggelegar. Usai upacara, Prabowo dan Presiden Ramaphosa memperkenalkan para delegasi masing-masing. Prabowo didampingi sejumlah menteri penting, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah itu, Prabowo mengajak Presiden Ramaphosa masuk ke ruang kredensial Istana Merdeka untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Keduanya kemudian melanjutkan dengan pertemuan empat mata yang digelar tertutup di ruang kerja presiden, membahas isu-isu strategis secara lebih mendalam. Sebagai penutup rangkaian acara, Prabowo juga akan menggelar jamuan santap malam kenegaraan untuk Presiden Ramaphosa dan delegasi. Pertemuan ini diharapkan benar-benar memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Afrika Selatan yang telah terjalin erat selama lebih dari tiga dekade.

banner 325x300