banner 728x250

Prabowo Blak-blakan Soal Skor 11 Anies: "Gak Dendam, Malah Bikin Menang!"

Presiden Prabowo Subianto tersenyum berkemeja krem, didampingi seorang wanita di sebuah acara.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menegaskan tidak dendam pada Anies Baswedan, menyinggung "Skor 11" saat pidato Munas PKS.
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan lugasnya. Dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/09/2025), Prabowo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyimpan dendam terhadap Anies Baswedan, rivalnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.

Momen tersebut menjadi sorotan, terutama mengingat panasnya tensi politik selama masa kampanye. Prabowo bahkan secara terbuka menyinggung insiden "skor 11" yang diberikan Anies Baswedan untuk kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan. Pernyataan ini disambut riuh tepuk tangan dan tawa dari para peserta Munas.

banner 325x300

Prabowo dan “Skor 11” Anies: Bukan Dendam, Malah Berkah?

Ingatan publik tentu masih segar dengan momen debat Pilpres 2024, di mana Anies Baswedan memberikan nilai "11" untuk kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Angka yang terbilang rendah itu sempat memicu perdebatan sengit di berbagai platform media. Namun, Prabowo kini melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

"Aku tuh terus terang saja loh, saya tuh enggak dendam sama Anies, enggak," ujar Prabowo dengan nada santai. Ia melanjutkan, "Kalau yang dikasih nilai 11 itu enggak apa-apa, eh bener lho sebenernya dia yang bantu aku menang, karena emak-emak kasihan gitu lho."

Pernyataan ini sontak memecah tawa hadirin, menunjukkan sisi humoris dan kemampuan Prabowo untuk mencairkan suasana. Ia seolah ingin menyampaikan bahwa di balik panasnya kontestasi, ada dinamika tak terduga yang justru bisa berujung pada hasil positif. Humor ini juga menjadi cara Prabowo untuk menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu tegang dan penuh permusuhan.

Menurut Presiden, sesi debat Pilpres 2024 memang harus "panas" agar menarik perhatian publik. Jika debat berjalan datar-datar saja, justru akan kehilangan daya tarik dan esensinya sebagai ajang adu gagasan. Ini menunjukkan pemahaman Prabowo tentang pentingnya dinamika dalam demokrasi.

Ia melihat debat sebagai bagian dari tontonan politik yang diperlukan untuk menguji kandidat dan menarik partisipasi masyarakat. Namun, di balik semua itu, esensi persatuan dan kedewasaan berpolitik harus tetap dijunjung tinggi.

Demokrasi Dewasa: Bersatu Setelah Pilpres Usai

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya demokrasi yang dewasa. Baginya, ketika Pilpres sudah selesai, tidak ada lagi istilah lawan politik. Semua pihak harus bersatu padu demi kemajuan bangsa dan negara.

"Kita harus demokrasi yang dewasa, siapa pun presiden, siapa pun wakil presiden, oke, yang penting siapa pun kita bersatu, kita kerja untuk bangsa dan negara," sambung Prabowo. Pernyataan ini disambut riuh tepuk tangan peserta dan tamu undangan Munas, menandakan pesan persatuan yang kuat.

Visi ini menjadi fondasi penting bagi pemerintahan Prabowo, di mana perbedaan pandangan politik harus dikesampingkan setelah kontestasi usai. Fokus utama harus kembali pada pelayanan publik dan pembangunan nasional. Ini adalah ajakan untuk meninggalkan polarisasi dan merangkul semangat kebersamaan.

Prabowo percaya bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk bersatu, bahkan setelah melewati perbedaan pandangan yang tajam. Ini adalah pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat dan elite politik.

Bukti Nyata Tanpa Diskriminasi: Dari Aceh Hingga Sumatera Barat

Dalam pidatonya, Prabowo juga memberikan contoh konkret tentang komitmennya untuk tidak membeda-bedakan rakyat berdasarkan rekam jejak politik mereka. Ia menegaskan bahwa kebijakan dan program pemerintah akan tetap berjalan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa memandang hasil perolehan suaranya di Pilpres.

Maksudnya, meskipun di Sumatera Barat suara Prabowo tidak unggul, kebijakan-kebijakan pembangunan dan program-program prioritas pemerintah tetap berjalan di daerah tersebut. Hal serupa juga berlaku di Aceh, di mana Prabowo juga kalah dalam perolehan suara.

"Cek Sumatera Barat, pupuk lancar enggak di situ. Aku kalah juga di Aceh, coba cek, pupuk lancar enggak," tegas Prabowo. Ia bahkan menantang para bupati dari PKS untuk memeriksa langsung implementasi program pemerintah di daerah mereka. Ini adalah bukti nyata dari prinsip "demokrasi dewasa" yang ia gaungkan.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk melayani seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Ini adalah pesan penting yang menegaskan bahwa pemimpin harus melampaui batas-batas politik demi kepentingan yang lebih besar.

Belajar dari Kekalahan: Resiliensi Politik ala Prabowo

Prabowo juga menyoroti pentingnya sikap dewasa dalam menghadapi hasil kontestasi politik. Menurutnya, kita harus siap menang, tetapi juga harus siap kalah. Ia bahkan dengan rendah hati menjadikan dirinya sebagai contoh terbaik dalam hal ini.

"Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan, empat kali kalah," kata Presiden sambil berkelakar. Ia kemudian menambahkan, "PKS ikut-ikut lagi," yang kembali memancing tawa hadirin, merujuk pada sejarah PKS yang sempat menjadi oposisi.

Pernyataan ini tidak hanya menunjukkan kerendahan hati, tetapi juga resiliensi politik yang luar biasa. Prabowo telah membuktikan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk karakter dan pengalaman. Ini adalah pelajaran berharga tentang kegigihan dan semangat pantang menyerah.

Menurutnya, ketika pilpres berakhir, maka urusan kontestasi politik tidak perlu dibicarakan kembali. "Yang lewat, lewat, kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara!" tegas Prabowo, menutup bagian pidatonya dengan pesan yang kuat dan inspiratif.

PKS Bergabung, Koalisi Menguat

Kehadiran Prabowo di Munas VI PKS ini menjadi simbol penting dari rekonsiliasi politik pasca-Pilpres 2024. PKS, yang sebelumnya menjadi bagian dari koalisi pendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kini telah bergabung sebagai partai koalisi pendukung pemerintah setelah Prabowo terpilih sebagai pemenang.

Langkah PKS ini menunjukkan kematangan politik dan kesediaan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. Bergabungnya PKS memperkuat koalisi pemerintahan Prabowo, menciptakan stabilitas politik yang lebih solid. Ini juga mengirimkan sinyal positif tentang iklim politik Indonesia yang semakin dewasa.

Munas PKS menjadi panggung untuk menegaskan kembali komitmen PKS dalam mendukung pemerintahan yang sah. Ini adalah bukti nyata dari prinsip "demokrasi dewasa" yang diusung Prabowo, di mana perbedaan pandangan di masa lalu dapat diatasi demi kepentingan bersama.

Deretan Menteri Hadir, Sinyal Solidaritas

Di lokasi acara Munas VI PKS, Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah menterinya, menunjukkan dukungan penuh dari kabinet. Di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran para menteri ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan protokoler, tetapi juga sebagai sinyal solidaritas dan kesiapan seluruh jajaran pemerintahan untuk bekerja sama. Ini menunjukkan bahwa kabinet Prabowo solid dan siap menjalankan agenda-agenda pembangunan.

Kemudian, ada pula Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Kehadiran AHY semakin memperkuat representasi koalisi besar yang mendukung pemerintahan Prabowo. Ini adalah gambaran dari sebuah pemerintahan yang inklusif dan merangkul berbagai elemen politik.

Secara keseluruhan, pidato Prabowo di Munas PKS ini bukan hanya sekadar pernyataan politik biasa. Ini adalah manifestasi dari visi kepemimpinan yang mengedepankan persatuan, kedewasaan berdemokrasi, dan komitmen untuk melayani seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi. Pesan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama.

banner 325x300