Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, belum lama ini melakukan kunjungan penting ke Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ia bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam sebuah pertemuan yang menarik perhatian publik.
Meski bukan kali pertama, pertemuan ini terasa istimewa karena Sohibul Iman datang dengan rombongan petinggi PKS yang baru. Hal ini mengisyaratkan adanya agenda serius yang dibahas antara PKS dan Kemhan.
Menhan Sjafrie sendiri mengakui bahwa ia dan Sohibul Iman memiliki hubungan baik yang sudah terjalin lama. "Sebetulnya beliau teman lama saya, kita sudah sering berhubungan," ujar Sjafrie kepada awak media usai pertemuan.
Ia menambahkan, dengan posisi Sohibul Iman saat ini, komunikasi dan koordinasi sosial akan ditingkatkan. Tujuannya jelas, untuk semakin merajut silaturahmi dan sinergi antara PKS dan Kementerian Pertahanan.
Sohibul Iman juga membenarkan hal tersebut, menegaskan bahwa ini adalah pertemuan kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir. "Terakhir saya berkunjung ke sini pada bulan Juni, tanggal 15 kalau tidak tidak salah," kenangnya.
Ia menjelaskan, kunjungan-kunjungan tersebut biasa diisi dengan diskusi mendalam mengenai berbagai isu strategis. Namun, pertemuan kali ini membawa nuansa yang berbeda dan lebih signifikan.
Bukan Pertemuan Biasa: PKS Bawa Formasi Baru
Yang membuat pertemuan ini lebih dari sekadar silaturahmi biasa adalah kehadiran jajaran PKS yang baru. Sohibul Iman tampak didampingi oleh Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Sekretaris Jenderal, hingga Kepala Kantor Staf Presiden dari partai tersebut.
Kehadiran formasi lengkap ini menunjukkan keseriusan PKS dalam menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka. Ini juga menjadi sinyal kuat tentang bagaimana PKS ingin berperan aktif dalam isu-isu pertahanan negara.
Dalam sesi diskusi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penjelasan komprehensif mengenai sistem pertahanan Indonesia. Ia memaparkan konsep pertahanan keamanan rakyat semesta (hankamrata) yang menjadi tulang punggung pertahanan negara.
Sjafrie juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menguatkan sistem pertahanan. Menurutnya, tanpa dukungan aktif dari rakyat, pertahanan negara tidak akan bisa optimal.
Strategi "Human Security": PKS Dorong Pendekatan Pertahanan Komprehensif
Tidak hanya mendengarkan, Sohibul Iman juga turut memberikan masukan strategis kepada Menhan Sjafrie. Ia menyoroti perlunya pendekatan pertahanan yang lebih modern dan komprehensif, melampaui sekadar kekuatan militer fisik.
"Ada pendekatan yang lebih komprehensif, yaitu terkait dengan human security approach, pendekatan keamanan manusia," jelas Sohibul. Konsep ini menempatkan manusia dan kesejahteraannya sebagai inti dari keamanan nasional.
Pendekatan keamanan manusia yang diusulkan PKS ini mencakup berbagai dimensi. Sohibul merinci aspek-aspek penting seperti economic security (keamanan ekonomi), food security (keamanan pangan), dan health security (keamanan kesehatan).
Tak berhenti di situ, konsep ini juga meliputi environment security (keamanan lingkungan), personal security (keamanan pribadi), community security (keamanan komunitas), dan terakhir political security (keamanan politik). Ini adalah jaminan keamanan dari berbagai lini kehidupan masyarakat.
Menurut Sohibul, jika pemerintah mengadopsi pendekatan komprehensif semacam ini, kebutuhan dasar masyarakat akan terpenuhi secara menyeluruh. Di saat yang sama, rasa takut mereka juga akan terjamin karena adanya perlindungan militer yang kuat.
"Jadi kebutuhan dasar mereka terpenuhi, di sisi lain juga rasa takut mereka terjamin, karena ada yang melindungi mereka," tambahnya. Ia berharap, dengan pendekatan ini, insiden-insiden keamanan yang pernah terjadi di masa lalu, seperti "kejadian Agustus kemarin," tidak akan terulang.
Sohibul menegaskan bahwa masukan ini bukanlah hal baru bagi Menhan Sjafrie. "Beliau tentu sangat paham lah dengan pendekatan itu, jadi saya sebetulnya bukan memberi masukan yang baru, tetapi sesuatu yang konfirmasi saja di antara sahabat, di antara kami," pungkasnya, menunjukkan adanya pemahaman bersama antara kedua belah pihak.
Evaluasi PKS untuk Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Di sela-sela diskusi mengenai pertahanan, Sohibul Iman juga tak lupa memberikan komentarnya jelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia melihat konsentrasi Prabowo pada persoalan masyarakat sebagai hal yang sangat positif dan patut diapresiasi.
Secara prinsip, program-program yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai sangat bagus oleh PKS. Ini menunjukkan adanya keselarasan visi antara PKS sebagai bagian dari koalisi dengan program-program pemerintah.
Namun, Sohibul Iman juga mengakui adanya tantangan dalam implementasi program-program tersebut di lapangan. "Bahwa ada permasalahan dalam implementasi, saya kira kami juga sebagai bagian dari koalisi punya tanggung jawab untuk kemudian memperbaiki dalam pelaksanaan di lapangannya," tegas Sohibul.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen PKS untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawal dan memberikan masukan konstruktif. Mereka ingin memastikan bahwa setiap program pemerintah benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu program unggulan yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). PKS berkomitmen untuk terus memberikan masukan melalui Komisi IX DPR RI atau melalui jalur koperasi, demi penyempurnaan program ini.
"Saya kira substansi kebijakannya bagus, bahwa ada masalah di implementasi, itu adalah tugas kami, anggota koalisi, untuk lebih menyempurnakan, lebih memperbaiki di lapangan," tutup Sohibul. Ini menegaskan peran aktif PKS dalam mengawal dan memastikan keberhasilan program-program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran.


















