Gelombang dukungan untuk Muhammad Mardiono agar kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mengalir deras. Jelang Muktamar PPP kesepuluh, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) secara tegas menyatakan dukungannya, sekaligus menepis narasi negatif seputar Pemilu 2024.
Dukungan ini diungkapkan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) yang digelar DPW PPP Sultra. Para kader di Bumi Anoa itu bulat meminta Mardiono, yang dianggap sebagai kader tulen partai berlambang Ka’bah, untuk kembali memegang kendali kepemimpinan.
Plt Ketua DPW PPP Sultra, Rachmawati Badallah, dengan penuh keyakinan menyatakan kesiapan mereka. "Insya Allah kami siap lahir dan batin, memastikan 17 kabupaten kota solid untuk mendukung Pak Mardiono melanjutkan perjuangannya," tegas Rachmawati, seperti dikutip dari siaran pers pada Minggu (21/9/2025).
Bukan Salah Mardiono: Menepis Narasi Kegagalan Pemilu 2024
Rachmawati tidak menampik bahwa upaya mendukung Mardiono bukan tanpa hambatan. Ia menyadari adanya pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan Mardiono dengan narasi kegagalan PPP dalam Pemilu 2024. Namun, ia menegaskan bahwa menyalahkan Mardiono seorang diri adalah pandangan yang keliru dan tidak adil.
Politik, menurutnya, adalah kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen partai, bukan hanya pucuk pimpinan. Setiap keputusan dan hasil yang dicapai merupakan buah dari usaha bersama, sehingga tanggung jawabnya pun harus dipikul secara kolektif.
Selain itu, Rachmawati juga menyoroti fakta bahwa Mardiono baru menjabat sebagai Plt Ketua Umum kurang dari dua tahun sebelum Pemilu 2024. Waktu yang singkat ini, kata dia, tidak cukup untuk melakukan konsolidasi dan perbaikan menyeluruh setelah berbagai dinamika internal yang sempat melanda partai.
"Pak Mardiono masih sangat layak. Tidak rasional jika diminta pertanggungjawaban penuh atas Pemilu 2024, karena itu kami anggap bukan kegagalan, melainkan dinamika dan ketentuan Tuhan yang harus kita sikapi bersama," jelas Rachmawati dengan nada tegas. Ia bahkan menyebut hasil Pemilu 2024 sebagai bagian dari dinamika politik dan ketentuan Tuhan.
Perlu diingat, perjalanan PPP di Pemilu 2024 memang penuh tantangan. Dengan berbagai gejolak internal dan persaingan politik yang ketat, peran seorang Plt Ketua Umum dalam waktu singkat tentu memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, dukungan dari Sultra ini menjadi semacam penegasan bahwa kader di daerah memahami kompleksitas situasi yang dihadapi Mardiono.
Muktamar Kondusif Harga Mati
Selain dukungan untuk Mardiono, Mukerwil DPW PPP Sultra juga menyuarakan pentingnya menjaga kondusivitas jelang Muktamar. Rachmawati menekankan agar perhelatan akbar partai ini dilaksanakan secara bijak dan arif, jauh dari intrik serta ego segelintir pihak.
Ia mengingatkan bahwa Muktamar adalah ajang untuk merumuskan arah partai ke depan, bukan arena untuk saling menjatuhkan atau menjelek-jelekkan. "Dinamika dalam politik itu biasa, namun rekomendasi utama kami di Mukerwil ini adalah agar seluruh elemen partai bisa menyongsong Muktamar secara bijak, arif, dan kondusif, tanpa sedikit pun menimbulkan perpecahan di tubuh partai," pesannya.
Semangat persatuan ini diharapkan menjadi landasan utama agar Muktamar PPP ke-10 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan partai. Perpecahan hanya akan melemahkan, sementara persatuan adalah kunci untuk bangkit.
Pesan Mardiono: Jaga Kekompakan dan Akhlakul Karimah
Menanggapi gelombang dukungan yang diterimanya, Muhammad Mardiono yang hadir langsung membuka Mukerwil DPW PPP Sultra, menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader. Ia menekankan urgensi kekompakan dan persatuan dalam menyongsong Muktamar.
Mardiono berharap Muktamar dapat menjadi wadah untuk menghasilkan ide, gagasan, dan pemikiran konstruktif demi kesuksesan agenda partai menuju Pemilu 2029. Fokus utama haruslah pada masa depan, bukan pada perpecahan masa lalu yang justru bisa menghambat kemajuan.
Lebih lanjut, Mardiono juga mengingatkan kader untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah, atau akhlak yang mulia, sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW. Etika dalam berpolitik, menurutnya, adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik.
"Saya sampaikan arahan kepada segenap kader di Sultra, kita harus memberikan ketauladanan. Apa yang dikedepankan adalah akhlakul karimah, menjaga akhlak yang mulia. Saya berharap kader dan tokoh PPP memberikan ketauladanan itu," pungkas Mardiono, menekankan pentingnya integritas dan moralitas dalam setiap langkah politik.
Menuju PPP yang Lebih Kuat di 2029
Dukungan dari DPW PPP Sultra ini bukan sekadar suara, melainkan cerminan dari keinginan akar rumput untuk melihat PPP bangkit dan kembali berjaya. Dengan dinamika politik yang semakin ketat, soliditas internal menjadi kunci utama bagi partai berlambang Ka’bah ini untuk menghadapi tantangan Pemilu 2029.
Muktamar PPP ke-10 mendatang akan menjadi penentu arah dan strategi partai. Keputusan yang diambil di sana diharapkan mampu menyatukan seluruh kekuatan, meredam perbedaan, dan fokus pada visi besar untuk mengembalikan kejayaan PPP di kancah perpolitikan nasional. Akankah Mardiono kembali memimpin? Suara dari Sultra ini jelas menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan belum usai.


















