Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

BUMN Bergetar! Prabowo Blak-blakan Soal Korupsi ‘Orang Pintar’ dan Aset Tersembunyi Negara

Prabowo pidato di Munas PKS, Jakarta, menyampaikan komitmen berantas korupsi BUMN.
Prabowo sentil korupsi BUMN saat Munas PKS, Senin (29/9/2025).
banner 120x600
banner 468x60

Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025). Dalam pidatonya, Prabowo tak segan menyentil praktik korupsi yang merajalela, terutama di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Misi Bersih-Bersih BUMN: "Perusahaan Nenek Moyang?"

banner 325x300

Salah satu sorotan utama Prabowo adalah kondisi BUMN. Ia mengaku sangat kesal dengan pegawai BUMN yang justru memperkaya diri sendiri di tengah kerugian perusahaan. "Saya perintahkan bersihkan itu BUMN," tegas Prabowo dengan nada geram.

Menurutnya, banyak oknum yang diberi kepercayaan negara namun menganggap BUMN sebagai "perusahaan nenek moyang" mereka. Mereka bahkan berani menambah bonus untuk diri sendiri meski perusahaan sedang merugi. Kondisi ini jelas tidak bisa ditoleransi.

Prabowo menyatakan telah memerintahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut tuntas penyimpangan di BUMN. Tujuannya jelas, agar aset negara bisa dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan rakyat. "Saya mau kirim kejaksaan dan KPK untuk kejar-kejar itu, bagaimana saudara perlu dikejar atau tidak. Nanti dibilang Prabowo kejam," ujarnya, mengisyaratkan keseriusan langkahnya.

Misi bersih-bersih BUMN ini ditargetkan rampung dalam 2-3 tahun ke depan. Prabowo yakin, dengan manajemen yang bersih, BUMN bisa menghasilkan keuntungan yang wajar, sekitar 10% dari asetnya setiap tahun. Ini adalah potensi besar yang selama ini hilang karena praktik korupsi.

Kagetnya Prabowo Lihat Parahnya Korupsi di Tanah Air

Sebagai Presiden, Prabowo mengaku semakin terkejut dengan parahnya tingkat korupsi di Indonesia. Ia tidak menduga bahwa praktik rasuah ini sudah mencapai taraf yang sangat memprihatinkan. Padahal, bangsa ini telah melewati berbagai pasang surut selama 80 tahun kemerdekaan, termasuk perang ideologi dan perang saudara.

"Kita mengerti banyak kekurangan, antara lain kita tidak bisa pungkiri korupsi masih sangat berlaku di bangsa kita ini," tutur Prabowo. Ia mengakui bahwa hampir semua negara memiliki masalah korupsi, namun di Indonesia, keadaannya jauh lebih parah.

Prabowo bersumpah akan menegakkan pemerintahan yang bersih tanpa pandang bulu. Ia bertekad untuk memberantas korupsi demi kebangkitan Indonesia. Baginya, hanya dengan pemerintahan yang bersih, negara ini bisa mencapai kemakmuran yang dicita-citakan.

Sindiran Pedas untuk "Orang Pintar" yang Lihai "Nyolong"

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyentil "orang pintar" yang justru lihai dalam melakukan korupsi. Ia mengidentifikasi jenis korupsi yang paling berbahaya, yaitu "setengah korupsi atau korupsi yang tersamar." Ini adalah praktik yang seolah-olah legal, namun pada hakikatnya adalah pencurian.

"Repotnya orang pintar itu sering pintar nyolong, aku heran juga ini gimana caranya," ungkapnya dengan nada heran. Prabowo menekankan bahwa korupsi semacam ini, yang melibatkan pengaturan sistem untuk menciptakan kelengahan, sangat merugikan negara secara sistemik.

Untuk melawan koruptor yang luar biasa lihai ini, Prabowo telah memanggil seluruh aparat penegak hukum. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada celah bagi para manipulator untuk terus merugikan bangsa.

Bongkar Borok Tambang Ilegal: Skandal Timah Bangka Belitung & Rare Earth

Salah satu contoh nyata penyimpangan sistemik yang diungkap Prabowo adalah skandal tambang timah di Bangka Belitung (Babel). Ia menemukan fakta mengejutkan bahwa hampir 80 persen hasil timah di Babel diselundupkan melalui 1.000 tambang ilegal.

"Mulai tanggal 1 September kemarin saya perintahkan TNI-Polri, Bea Cukai, bikin operasi besar-besaran di Babel," tegas Prabowo. Operasi ini bertujuan menutup seluruh jalur penyelundupan, bahkan sampan pun tidak bisa keluar.

Dari penertiban ini, Prabowo memperkirakan pemerintah akan menyelamatkan Rp22 triliun pada September hingga Desember 2025, dan Rp45 triliun pada tahun 2026, hanya dari Bangka Belitung. Yang lebih mengejutkan, limbah tambang timah ternyata memiliki nilai sangat tinggi karena mengandung mineral langka atau rare earth. "Jadi saudara-saudara mungkin pejabat-pejabat kita tidak mengerti, dia kira limbah padahal tanah jarang, makanya ini saya sekarang perintahkan Bea Cukai, itu harus merekrut beberapa ahli-ahli kimia supaya ngecek," jelasnya.

Tidak hanya timah, masalah tambang ilegal juga membayangi nikel, batu bara, dan bauksit. Prabowo telah memerintahkan penertiban atau pengambilalihan oleh negara. Ia menyadari bahwa langkah ini menyinggung kekuatan-kekuatan besar yang selama ini menikmati penyimpangan sistemik. "Mungkin mereka sedang menyusun perlawanan," katanya, namun ia bertekad untuk melawan mereka yang tidak ingin Indonesia makmur.

Danantara Ungkap Aset Negara Tersembunyi Triliunan Rupiah

Prabowo juga mengungkapkan kebanggaannya atas pembentukan Daya Anagata Nusantara atau Danantara, sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Melalui Danantara, ia menemukan fakta yang mencengangkan: banyak aset negara yang selama ini tersembunyi.

"Ternyata kaget, banyak di antara kita termasuk saya tidak menduga, kalau kita kumpulin semua aset negara nilainya lebih dari 1000 miliar dolar, Rp1 triliun, 1060 (triliun)," ungkap Prabowo. Ia menyebut banyak birokrat yang "pintar sembunyikan aset."

Penemuan aset tersembunyi senilai ribuan triliun rupiah ini menjadi bukti nyata bobroknya manajemen dan potensi korupsi di berbagai sektor. Dengan pengelolaan yang tepat, aset-aset ini bisa menjadi sumber kemakmuran yang luar biasa bagi rakyat Indonesia.

Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk memberantas korupsi dan menertibkan aset negara. Ia ingin memastikan bahwa kekayaan Indonesia tidak hanya dinikmati segelintir orang, melainkan dapat mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. "Ini yang akan saya lawan, ini yang akan saya urus," pungkasnya, mengakhiri pidato dengan janji tegas untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih dan makmur.

banner 325x300