Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya menampakkan diri ke publik setelah menghilang selama satu setengah bulan. Kemunculannya ini terjadi pasca-insiden penjarahan rumah pribadinya di Jakarta Utara yang sempat menghebohkan. Kini, sorotan tertuju pada pertemuannya dengan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga, yang akrab disapa Bro Ron.
Pertemuan tak terduga ini sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat politik dan masyarakat. Banyak yang menduga Sahroni akan segera mengikuti jejak koleganya di NasDem, Ahmad Ali, untuk bergabung dengan PSI. Namun, Bro Ron memilih bungkam mengenai kemungkinan Sahroni merapat ke partai berlambang gajah tersebut.
Misteri di Balik Tanggal 10 November
Meski enggan berkomentar banyak, Bro Ron justru membocorkan sebuah petunjuk yang semakin menambah rasa penasaran publik. Ia mengisyaratkan bahwa akan ada kejutan besar yang siap mengguncang pada tanggal 10 November mendatang. "Saya yakin, akan banyak yang surprise di tanggal 10 November nanti," ujar Bro Ron saat dikonfirmasi, membiarkan teka-teki itu menggantung.
Bro Ron hanya membenarkan bahwa Sahroni sempat berada di luar negeri setelah aksi massa dan penjarahan yang menimpa kediamannya di Jakarta Utara. Keberadaannya di luar negeri seolah menjadi bagian dari upaya untuk menenangkan diri atau mungkin merencanakan langkah selanjutnya. "Iya beliau keluar negeri waktu itu," tuturnya singkat.
Jejak Kemunculan Sahroni Pasca-Insiden Penjarahan
Sebelum pertemuan dengan Bro Ron yang viral, Ahmad Sahroni sebenarnya sudah lebih dulu muncul ke hadapan publik, meskipun secara daring. Kemunculan perdananya adalah saat tampil secara online dalam Musyawarah Nasional Ikatan Motor Indonesia (IMI) X 2025. Sahroni sendiri diketahui menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IMI untuk periode 2021-2025.
Munas IMI yang digelar di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada Sabtu, 20 September 2025, menjadi panggung awal bagi Sahroni untuk kembali terlihat. Ia memberikan sambutan melalui rekaman video, menunjukkan bahwa ia masih aktif dalam organisasi yang digelutinya. Dalam video tersebut, ia terlihat mengenakan pakaian dan topi lebar berwarna putih, menjadi penanda kemunculan pertamanya setelah insiden penjarahan.
Selanjutnya, Sahroni kembali terlihat secara fisik di hadapan publik saat bertemu dengan Bro Ron di sebuah restoran. Momen penting ini diabadikan dan diunggah oleh Bro Ron melalui akun Instagram pribadinya, @brorondm, pada Senin, 13 Oktober 2025. Dalam foto yang beredar, Sahroni nampak duduk berhadapan dengan Bro Ron, mengisyaratkan sebuah diskusi serius atau setidaknya pertemuan yang penuh makna.
Tak berhenti di situ, hanya sehari setelah pertemuan dengan Bro Ron, mantan pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu kembali menampakkan diri. Kali ini, ia menghadiri acara wisuda Universitas Borobudur pada 14 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kehadirannya bukan sebagai tamu biasa, melainkan sebagai salah satu wisudawan yang berhasil menyandang gelar doktor.
Disertasi yang diangkatnya berjudul "Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimatum Remedium: Suatu Strategi Pengembalian Uang Negara." Tema ini tentu sangat relevan dengan latar belakangnya sebagai politikus dan anggota DPR, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu penting. Sahroni terlihat mengenakan baju toga berwarna hitam dengan lis merah, sesuai dengan identitas program studi hukum di kampus tersebut.
Dari video yang ditayangkan oleh kanal YouTube Universitas Borobudur, Sahroni tampak berjalan penuh percaya diri, menebar senyum, dan bersalaman dengan para petinggi kampus saat hendak diwisuda. Ia terlihat sangat akrab dan santai selama proses sakral tersebut berlangsung, menunjukkan sisi lain dari seorang politikus yang tengah menghadapi badai politik.
Masa Depan Sahroni di NasDem yang Penuh Tanda Tanya
Kemunculan Sahroni ini tak lepas dari bayang-bayang masa depannya di Partai NasDem yang kini menjadi tanda tanya besar. Pasca-demo rusuh hingga penjarahan rumahnya, posisi Sahroni di partai mengalami guncangan hebat. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR, posisi yang kemudian digantikan oleh anggota Komisi I DPR, Rusdi Masse Mappasessu.
Pencopotan jabatan ini bukan satu-satunya sanksi yang diterimanya. Sahroni juga ditarik dari DPR, dan yang lebih mengejutkan, Partai NasDem meminta agar gaji, tunjangan, serta hak-haknya sebagai anggota DPR disetop. Langkah tegas ini tentu menjadi pukulan berat bagi karier politiknya.
Tidak hanya itu, Sahroni juga dijadwalkan akan disidang di Mahkamah Partai NasDem. Sidang ini terkait dengan polemik ucapannya yang menyinggung mereka yang menyerukan pembubaran DPR. "Setelah pembekuan hak-hak yang bersangkutan segera dibawa ke Mahkamah Partai," kata Sekjen Partai NasDem Hermawi F Taslim, menegaskan keseriusan partai dalam menangani kasus ini.
Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada Jumat, 22 Agustus 2025. Saat itu, ia merespons seruan pembubaran DPR yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kini, ucapannya itu justru berbalik menjadi bumerang yang mengancam posisinya di partai.
Situasi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah ini akhir dari perjalanan Sahroni di NasDem? Atau justru menjadi awal dari babak baru di partai lain, seperti PSI yang kini santer disebut-sebut? Kejutan 10 November yang dijanjikan Bro Ron semakin menambah bumbu drama politik ini, membuat publik tak sabar menantikan kelanjutan kisah Ahmad Sahroni. Apakah ia akan tetap bertahan, atau justru memilih jalur baru yang tak terduga? Hanya waktu yang akan menjawab.


















