Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Usia 99 Tahun, Prof. Saparinah Sadli Tetap Bersinar: Dosen UI Ini Bongkar Rahasia Hidup Bahagia!

usia 99 tahun prof saparinah sadli tetap bersinar dosen ui ini bongkar rahasia hidup bahagia portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pagi itu, kampus Universitas Indonesia di Depok diselimuti hangatnya mentari, namun ada kehangatan lain yang menyelimuti suasana. Sejumlah civitas akademika dan tamu penting tampak menunggu dengan antusias. Tak lama, sebuah kendaraan tiba, membawa sosok perempuan yang dinanti.

Dengan busana daster sederhana, ia turun dari kendaraan dan disambut dengan senyum dan hormat. Tubuhnya mungkin renta, namun sorot matanya masih jernih dan senyumnya memancarkan keteduhan yang menenangkan. Dialah Prof. Dr. Saparinah Sadli, seorang legenda hidup yang kini menginjak usia 99 tahun.

banner 325x300

Prof. Saparinah bukan sekadar individu biasa. Ia adalah saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia. Namanya telah terukir dalam sejarah, menjadi mercusuar bagi banyak generasi yang ingin memahami kompleksitas pikiran manusia dan memperjuangkan kesetaraan.

Hari itu, Fakultas Psikologi UI dengan bangga mengabadikan namanya dalam sebuah ruang yang baru direnovasi: "Lobby Saparinah Sadli." Ini bukan sekadar penamaan sebuah ruangan, melainkan sebuah penghormatan mendalam atas nilai, kerja keras, dan keteladanan hidup yang telah ia sumbangkan selama hampir satu abad.

"Saya bersyukur, sudah tua tapi senang masih diingat, masih dianggap," ujarnya lirih namun tegas, disambut tawa kecil dan hangat dari rekan serta mereka yang akrab memanggilnya Ibu Sap. Kalimat sederhana itu mengandung makna mendalam tentang kerendahan hati dan kebahagiaan sejati.

Bagi kebanyakan orang, usia hampir satu abad seringkali diidentikkan dengan keterbatasan. Namun, bagi Prof. Saparinah, batas itu nyaris tak terasa. Ia menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang begitu sederhana, namun penuh makna dan energi positif.

Rahasia Hidup Bahagia dan Bermakna di Usia Senja

Setiap pagi, Ibu Sap bangun, menyeruput kopi hitam tanpa gula, lalu membaca sebentar. Interaksi hangat dengan asisten rumah tangga yang telah menemaninya puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari hari-harinya. Sebuah gambaran hidup yang tenang dan penuh syukur.

"Saya hidup seadanya saja. Apa yang disediakan, ya dimakan. Tidak ada pantangan. Saya tidak maksa diri," ucapnya, masih dengan logat lembut dan senyum ramah yang khas. Filosofi hidup ini mengajarkan kita tentang pentingnya penerimaan dan kesederhanaan.

Kesederhanaan yang ia pilih bukan tanpa alasan. Itu adalah cerminan pandangan hidupnya: bahwa kebahagiaan sejati tidak berasal dari keistimewaan atau kemewahan, melainkan dari penerimaan diri dan lingkungan. Ia merasa beruntung masih bisa mandiri, tinggal di rumah sendiri, dan dikelilingi orang-orang yang ia anggap "seperti keluarga."

Kehidupan sehari-hari yang bersahaja ini menjadi gambaran ideal bagi apa yang banyak peneliti sebut sebagai successful aging — penuaan yang penuh makna. Ini adalah penuaan yang diisi dengan rasa syukur, relasi yang tulus, dan kemampuan untuk tetap beradaptasi dengan perubahan.

Prof. Saparinah membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Semangatnya, kecerdasannya, dan hatinya yang lapang tetap bersinar terang, menjadi inspirasi bagi siapapun yang berkesempatan mengenalnya. Ia adalah bukti nyata bahwa kebijaksanaan dan kebahagiaan bisa terus tumbuh seiring bertambahnya usia.

Warisan Abadi Sang Guru Besar: Lebih dari Sekadar Nama

Di ruang yang kini diberi nama Lobby Saparinah Sadli, atmosfer nostalgia begitu terasa. Para dosen senior, alumni, dan handai taulan tampak berfoto bersama, haru bercampur bahagia dengan kehadiran sang guru besar. Momen ini bukan hanya perayaan, melainkan juga pengingat akan jejak langkahnya yang luar biasa.

Prof. Saparinah Sadli telah mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan ilmu psikologi di Indonesia. Ia adalah salah satu pionir yang meletakkan dasar-dasar kuat bagi studi dan praktik psikologi di tanah air. Melalui pengajaran, penelitian, dan advokasi, ia telah membentuk generasi-generasi psikolog yang kini berkarya di berbagai bidang.

Perannya dalam gerakan perempuan juga tak bisa dipandang sebelah mata. Di masa-masa awal perjuangan kesetaraan gender, suaranya menjadi salah satu yang paling lantang dan berani. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga bertindak, menginspirasi banyak perempuan untuk berani bermimpi dan meraih potensi terbaik mereka.

Sinergi untuk Lansia: Melanjutkan Semangat Prof. Saparinah

Di sisi lain ruangan, Dr. Suratna, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial (Kemensos RI), tampak berbincang serius dengan jajaran Fakultas Psikologi. Dr. Suratna sendiri bukan orang asing di kampus "Yellow Jacket" ini; ia adalah alumni Fakultas Psikologi UI dan pernah menjadi mahasiswa langsung dari Prof. Saparinah Sadli.

Ia menyampaikan rasa kagum atas vitalitas dan ketulusan Prof. Saparinah yang tetap hadir dan berinteraksi dengan penuh semangat. Kehadiran Ibu Sap di usianya yang hampir seabad ini menjadi motivasi tersendiri bagi Dr. Suratna dan timnya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan lansia.

Kunjungan Dr. Suratna hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari sebuah sinergi yang menjanjikan. "Setelah kegiatan ini, kami melihat banyak peluang kerja sama dengan Fakultas Psikologi," ujarnya penuh harap. Ini adalah kesempatan emas untuk menggabungkan teori dan praktik demi kebaikan bersama.

Dr. Suratna menambahkan, program-program Kemensos seperti asistensi rehabilitasi sosial dan makanan bergizi bagi lansia bisa diperkuat secara teoritis dan akademis melalui kolaborasi ini. Fakultas Psikologi UI, dengan keahliannya, dapat memberikan landasan ilmiah yang kokoh untuk program-program tersebut, memastikan efektivitas dan keberlanjutan.

"Lansia patut mendapat cinta dan perhatian. Kami ingin mengajak generasi muda agar mereka bisa menjadi teman dan pendamping lansia, seperti teladan Ibu Saparinah," imbau Dr. Suratna. Pesan ini sangat relevan, mengingat Prof. Saparinah sendiri adalah contoh nyata bagaimana interaksi sosial yang positif dapat menjaga semangat hidup di usia senja.

Kolaborasi antara Kemensos dan Fakultas Psikologi UI, yang terinspirasi oleh sosok Prof. Saparinah Sadli, diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih peduli dan suportif bagi lansia di Indonesia. Ini adalah cara terbaik untuk menghormati warisan seorang pionir yang tak pernah lelah memberi inspirasi.

Inspirasi Abadi dari Sang Legenda

Prof. Dr. Saparinah Sadli adalah bukti nyata bahwa hidup yang bermakna tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang kita berikan. Di usianya yang ke-99, ia tetap menjadi sumber inspirasi, mengajarkan kita tentang ketulusan, kesederhanaan, dan kekuatan penerimaan.

Kisah hidupnya adalah pengingat bahwa setiap fase kehidupan memiliki keindahannya sendiri. Dengan semangat yang tak pernah padam, Prof. Saparinah Sadli terus bersinar, menjadi cahaya penuntun bagi generasi mendatang untuk terus berkarya, berempati, dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Ia adalah legenda yang akan terus hidup dalam hati dan pikiran kita semua.

banner 325x300