Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali mencetak prestasi gemilang yang patut diacungi jempol di kancah nasional. Rektor UNM, Prof. Dwiza Riana, bersama timnya, berhasil menembus seleksi ketat Buku Tematik Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) – Smart Village. Ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan sebuah terobosan yang siap membawa UMKM di desa-desa naik kelas dan bersaing di era digital.
Terobosan UNM untuk Smart Village
Karya artikel mereka yang berjudul "Sosiopreneur Muda: Sinergi Kampus dan Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM" bukan sekadar tulisan biasa. Ini adalah sebuah mahakarya yang berhasil menembus seleksi ketat dan akan menjadi bagian krusial dari Buku Tematik Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) – Smart Village. Bayangkan, sebuah ide brilian yang siap menjadi panduan praktis bagi banyak pihak!
Pengumuman resmi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III yang dirilis pada 8 September 2025 lalu, menjadi penanda penting atas pengakuan ini. Ini bukan hanya tentang sebuah artikel, melainkan tentang komitmen nyata Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam memperkuat inovasi dan pengabdian masyarakat di kancah nasional. Mereka membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pada kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.
Terutama, fokusnya sangat relevan dengan kondisi saat ini: pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis teknologi digital. Di era smart economy yang serba cepat dan penuh tantangan ini, UNM membuktikan diri sebagai pelopor yang siap membawa perubahan positif. Mereka tidak hanya bicara, tapi juga bertindak nyata dengan solusi-solusi inovatif.
Mengapa "Sosiopreneur Muda" Jadi Kunci Sukses UMKM?
Judul artikel "Sosiopreneur Muda" sendiri sudah sangat menarik perhatian dan memicu rasa penasaran. Konsep ini secara cerdas menyoroti peran vital generasi muda sebagai motor penggerak utama transformasi digital UMKM di Indonesia. Mereka bukan hanya konsumen teknologi, melainkan juga kreator dan inovator yang siap membawa perubahan signifikan.
Artikel ini menggarisbawahi bagaimana penguatan ekosistem kewirausahaan sosial berbasis teknologi bisa menjadi game-changer. Dengan pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga menjadi lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan pasar yang dinamis. Tujuannya jelas: agar mereka memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional, bahkan global.
Inilah yang membuat "Sosiopreneur Muda" menjadi kunci. Mereka membawa semangat baru, ide-ide segar, dan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi. Sinergi antara kampus, teknologi, dan semangat kewirausahaan sosial ini diharapkan mampu menciptakan gelombang perubahan positif yang masif di sektor UMKM, menjadikannya lebih tangguh dan berkelanjutan.
Visi Desa Cerdas ala Universitas Nusa Mandiri
Lebih dari sekadar pemberdayaan UMKM, karya Prof. Dwiza Riana dan tim juga menjadi bagian tak terpisahkan dari visi besar UNM dalam mendorong pembangunan smart economy village. Konsep ini bukan lagi mimpi di siang bolong, melainkan sebuah blueprint nyata untuk masa depan yang lebih cerah bagi desa-desa di Indonesia.
Bayangkan sebuah desa yang maju, bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi juga berkat pemanfaatan teknologi canggih yang terintegrasi dalam setiap lini kehidupan ekonomi. Ditambah lagi, kolaborasi multipihak yang solid antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta, serta penguatan kearifan lokal yang menjadi identitas unik setiap desa. Semua elemen ini bersatu padu untuk kemajuan ekonomi masyarakat desa secara holistik.
Keberhasilan Rektor UNM dan timnya ini secara gamblang mempertegas kontribusi aktif Universitas Nusa Mandiri. Mereka bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan desa cerdas (smart village) di seluruh pelosok Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian dan kesejahteraan desa yang berkelanjutan.
Apresiasi dan Harapan dari Pimpinan UNM
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Andi Saryoko, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas capaian luar biasa ini. "Kami sangat bangga dengan keberhasilan Ibu Rektor dan tim," ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (5/11/2025). Ekspresi bangga ini bukan tanpa alasan, mengingat dampak positif yang akan dihasilkan dari inovasi ini.
Ia menambahkan bahwa prestasi ini adalah sumber inspirasi yang tak ternilai bagi seluruh sivitas akademika Universitas Nusa Mandiri. Ini memotivasi mereka untuk terus menghadirkan pengabdian masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan, tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban tri dharma perguruan tinggi. Semua ini tentu melalui sinergi kuat antara teknologi mutakhir, ilmu pengetahuan yang mendalam, dan pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran. Harapannya, semangat ini akan menular ke seluruh civitas akademika UNM, menciptakan lebih banyak lagi terobosan.
Siap-siap, Buku Inspiratif Ini Segera Terbit!
Penantian akan buku tematik PKM yang memuat artikel "Sosiopreneur Muda" ini tidak akan lama lagi. Dijadwalkan akan terbit pada akhir tahun 2025, buku ini digadang-gadang akan menjadi referensi wajib bagi siapa saja yang peduli dengan kemajuan UMKM dan desa di Indonesia. Penasaran, kan?
Diharapkan, buku ini akan menjadi sumber inspirasi yang sangat berguna dan praktis. Baik bagi para akademisi yang ingin mengembangkan penelitian lebih lanjut, praktisi yang mencari solusi inovatif untuk diterapkan di lapangan, maupun masyarakat luas yang ingin menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Tujuannya satu: meningkatkan daya saing ekonomi desa di Indonesia secara signifikan dan berkelanjutan. Ini adalah panduan lengkap untuk transformasi desa menuju masa depan yang lebih cerah.
Inovasi brilian dari Universitas Nusa Mandiri ini bukan hanya sekadar catatan prestasi di atas kertas. Ini adalah langkah konkret dan strategis menuju masa depan desa yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Dengan "Sosiopreneur Muda" sebagai motor penggeraknya, UMKM desa tidak perlu lagi takut menghadapi tantangan, melainkan siap meraih setiap peluang di era digital yang dinamis ini. Mari kita nantikan terbitnya buku inspiratif ini dan saksikan bagaimana desa-desa di Indonesia akan bertransformasi menjadi pusat-pusat ekonomi cerdas yang membanggakan!


















