Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Gak Kaleng-Kaleng! Dekan FEM IPB Sabet Gelar Principal/Dean of the Year di Kancah Global, Bikin Indonesia Bangga!

gak kaleng kaleng dekan fem ipb sabet gelar principaldean of the year di kancah global bikin indonesia bangga portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar membanggakan datang dari kancah pendidikan tinggi internasional! Dr. Irfan Syauqi Beik, sosok Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University yang inspiratif, baru saja menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil meraih penghargaan prestisius "Principal/Dean of the Year" dalam ajang LSDB Educational Awards Programme (LEAP) 2025. Sebuah pengakuan luar biasa yang menegaskan kualitas kepemimpinan dan kontribusi akademik Indonesia di mata dunia.

Penganugerahan bergengsi ini diselenggarakan di jantung Uni Emirat Arab, tepatnya di Sharjah Chamber of Commerce and Industry Building, pada Kamis, 6 November 2025. Momen bersejarah ini menjadi puncak dari serangkaian proses seleksi ketat yang telah dimulai jauh sebelumnya. Acara ini diselenggarakan oleh London School of Digital Business (LSDB), sebuah lembaga sertifikasi digital terkemuka yang berbasis di London dengan jaringan luas di lebih dari 44 negara.

banner 325x300

Satu-satunya Wakil Indonesia yang Mendunia

Yang membuat prestasi ini semakin istimewa adalah fakta bahwa Dr. Irfan Syauqi Beik menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berhasil membawa pulang penghargaan ini di tahun 2025. Ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan sebuah kebanggaan nasional yang menunjukkan kapasitas dan daya saing akademisi Indonesia di panggung global. Keberhasilannya ini tentu menjadi inspirasi bagi banyak pihak, terutama generasi muda yang bercita-cita untuk berkarya dan memberikan dampak positif.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Irfan Syauqi Beik tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia dengan rendah hati mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh civitas akademika FEM IPB, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga para mahasiswa. "Tanpa dukungan mereka, mustahil kami mendapatkan penghargaan ini," ujarnya, menunjukkan betapa kuatnya semangat kolaborasi dan kebersamaan yang ia tanamkan di fakultas yang dipimpinnya.

Proses Seleksi yang Ketat dan Transparan

Penghargaan "Principal/Dean of the Year" bukanlah gelar yang didapatkan dengan mudah. Proses seleksinya sangat ketat dan berlapis, dimulai dengan tahap profiling mendalam terhadap calon penerima penghargaan. Tim penilai secara cermat menelusuri jejak rekam digital para kandidat melalui akun LinkedIn masing-masing, mencari indikator kepemimpinan, inovasi, dan dampak yang telah mereka ciptakan.

Selanjutnya, panitia melakukan penelusuran lebih mendalam mengenai kiprah dan kontribusi global para kandidat. Ini mencakup proyek-proyek internasional, publikasi ilmiah, keterlibatan dalam forum-forum global, hingga inisiatif yang memberikan manfaat lintas negara. Tahapan krusial berikutnya adalah validasi data melalui penyampaian curriculum vitae (CV) yang komprehensif oleh calon penerima penghargaan, memastikan setiap klaim dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah seluruh proses seleksi yang panjang dan objektif selesai, pengumuman pemenang dilakukan secara daring pada 25 September 2025. Barulah kemudian, prosesi penganugerahan secara luring dilaksanakan di Dubai, memberikan momen formalitas dan pengakuan yang layak bagi para pemenang, termasuk Dr. Irfan Syauqi Beik.

Membuka Gerbang Kerja Sama Global, Terutama Selatan-Selatan

Lebih dari sekadar bentuk apresiasi, Dr. Irfan Syauqi Beik melihat penghargaan ini sebagai pembuka jalan bagi peluang kerja sama yang lebih luas. Ia secara khusus menyoroti potensi kolaborasi dengan universitas-universitas di kawasan Selatan-Selatan, yang meliputi Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan sebagian Eropa Timur. Ini sejalan dengan visi besar IPB University untuk menjadi pemimpin dalam kerja sama antar perguruan tinggi di kawasan tersebut.

"Penghargaan ini semakin membuka peluang bagi FEM untuk terus melakukan ekspansi ke kawasan ini," tegas Dr. Irfan. Visi ini sangat strategis, mengingat negara-negara di kawasan Selatan-Selatan memiliki tantangan dan potensi yang serupa, sehingga kerja sama dapat menghasilkan solusi inovatif yang relevan dan berkelanjutan. Ini adalah langkah maju bagi IPB untuk tidak hanya menjadi pemain regional, tetapi juga kontributor penting dalam pembangunan global.

Model CIBEST: Inovasi IPB yang Mendunia

Salah satu bukti nyata kontribusi IPB yang telah mendunia adalah Model CIBEST. Dr. Irfan mencontohkan bagaimana produk pengetahuan yang dikembangkan IPB ini telah mulai digunakan oleh negara lain. Model CIBEST, yang merupakan alat ukur kemiskinan dan kesejahteraan, telah lama digunakan secara luas di dunia perzakatan dan perwakafan nasional di Indonesia.

Kini, Model CIBEST mulai diadaptasi dan digunakan di Malaysia serta di beberapa negara di kawasan Afrika Barat. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari IPB memiliki relevansi dan dampak praktis yang melampaui batas-batas geografis. Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat nama IPB, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan solusi-solusi cerdas untuk permasalahan global.

Komitmen Tanpa Henti untuk Inovasi dan Kebaikan Umat

Di akhir pernyataannya, Dr. Irfan Syauqi Beik menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mengembangkan berbagai program yang membawa manfaat bagi IPB, masyarakat luas, bangsa, dan dunia internasional. Baginya, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah penguat semangat.

"Penghargaan ini bukanlah akhir segalanya, namun menjadi penguat untuk terus berinovasi bagi kebaikan umat manusia," pungkasnya. Filosofi ini mencerminkan semangat kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada dampak. Keberhasilan Dr. Irfan Syauqi Beik adalah bukti nyata bahwa dengan dedikasi, inovasi, dan kolaborasi, akademisi Indonesia mampu bersinar di panggung dunia dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban.

banner 325x300