Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bikin Bangga! FHUB Brawijaya Beri Penghargaan Tokoh Alumni Berprestasi, Ada I Wayan Sudirta

bikin bangga fhub brawijaya beri penghargaan tokoh alumni berprestasi ada i wayan sudirta portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) Malang kembali menorehkan kebanggaan. Dalam sebuah acara temu alumni yang hangat di Jakarta, sejumlah tokoh alumni berprestasi dari berbagai bidang mendapatkan apresiasi tinggi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata kontribusi luar biasa para lulusan FHUB bagi bangsa.

Acara bertajuk "Sapa Alumni, Silahturahim dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya" ini digelar pada Jumat, 7 November 2025 malam. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penganugerahan bagi mereka yang telah mengharumkan nama almamater.

banner 325x300

Salah satu penerima penghargaan paling senior adalah Dr. I Wayan Sudirta, yang dikenal sebagai anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia diganjar penghargaan dalam Kategori Kepemimpinan Publik atas kiprahnya yang tak diragukan lagi. Selain Sudirta, penghargaan juga diberikan untuk Kategori Penguatan Masyarakat Sipil dan Penghargaan Pegawai 2025. Ini menunjukkan keberagaman bidang pengabdian para alumni FHUB.

Sosok Inspiratif I Wayan Sudirta: Dari Advokat Hingga Senayan

Kiprah I Wayan Sudirta memang patut diacungi jempol. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Provinsi Bali selama dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

Dedikasinya di ranah legislatif berlanjut sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029. Perjalanan kariernya yang panjang dan konsisten ini menjadi inspirasi bagi banyak alumni lainnya.

Dekan FHUB: Alumni Adalah Sumber Daya Paling Berharga

Dekan FHUB, Aan Eko Widiarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya acara temu alumni ini. Ia melihatnya sebagai wadah vital untuk bertukar pikiran, informasi, dan membuka peluang jejaring.

Menurut Aan, sumber daya paling berharga bagi sebuah perguruan tinggi, setelah reputasinya, adalah alumni itu sendiri. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi tulus atas dampak nyata yang telah diberikan alumni FHUB di berbagai sektor.

Meski tidak semua alumni bisa mendapatkan penghargaan, Aan menegaskan bahwa hal ini tidak mengurangi rasa bangganya. Ia juga berjanji bahwa penghargaan serupa akan menjadi agenda rutin tahunan, memberikan kesempatan lebih banyak alumni untuk diapresiasi.

Pesan Mendalam dari I Wayan Sudirta: Jangan Pernah Menyerah dan Berbakti untuk Rakyat

I Wayan Sudirta, dengan kerendahan hati, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk evaluasi atas tanggung jawab besar yang diembannya. Ia merasa pengabdiannya masih jauh dari kata cukup untuk layak mendapat apresiasi.

"Saya masih merasa banyak kekurangan dan kegagalan yang harus ditutupi," ujar Sudirta. Ia bertekad untuk terus berjuang menaikkan marwah keluarga besar Brawijaya, khususnya Fakultas Hukum.

Politisi senior PDIP ini juga mengingatkan para alumni untuk tidak mudah menyerah. Ia mengajak mereka untuk terus mengejar impian dan menaikkan nama besar FHUB di tengah masyarakat.

Sudirta secara khusus mengajak alumni Unibraw untuk memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat, apapun bentuknya. Baginya, keadilan sosial masih belum terwujud sepenuhnya di lapisan masyarakat bawah.

"Salah satu misi penting dari Unibraw, itu ke rakyat. Bergotong royong," tegasnya. Ia pun berbagi pengalaman tentang programnya membantu lansia di Bali dengan memberikan bantuan sembako yang terus ditingkatkan setiap tahunnya.

Mengangkat Nama Brawijaya di Kancah Nasional dan Internasional

Sudirta juga mengapresiasi kiprah luar biasa alumni FHUB di berbagai sektor. Mulai dari Ketua Muda Mahkamah Agung, Wakil Jaksa Agung, hingga pimpinan komisi hukum DPR, bahkan ada yang sukses mengelola podcast di media massa.

Ia menegaskan bahwa alumni FHUB tak kalah dengan lulusan kampus top lainnya, mengingat Unibraw masuk sepuluh besar kampus terbaik di Indonesia. "Jadi, tidak usah diragukan lagi dari segi itu," katanya.

Sudirta mengajak alumni untuk berani berkiprah lebih jauh di kancah nasional dan internasional. Namun, keberanian itu harus ditopang dengan kejujuran, keilmuan, dan kerja sama yang kuat.

IKA FHUB: Lebih dari 14 Ribu Alumni Siap Berkontribusi

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (IKA FHUB), Didik Farkhan Alisyahdi, mengungkapkan fakta menarik. Sejak kelahirannya pada 1 Juli 1957, FHUB telah melahirkan lebih dari 14 ribu alumni. "Luar biasa jumlah itu," serunya.

Angka ini, menurut Didik, bahkan mengungguli jumlah alumni fakultas hukum di beberapa perguruan tinggi negeri bergengsi lain seperti Universitas Airlangga, UI, dan UGM. Ini menunjukkan skala dan potensi besar dari jaringan alumni FHUB.

Didik menekankan bahwa perguruan tinggi bukanlah pabrik pencetak devisa, melainkan tempat menebar ilmu untuk diabdikan kepada bangsa dan negara. Di sinilah letak peran esensial sebuah universitas.

Ia juga membeberkan target ambisius FHUB: dari peringkat 300 besar dunia saat ini, mereka menargetkan masuk 100 besar pada tahun 2028. Sebuah visi yang menunjukkan semangat untuk terus maju dan berprestasi.

Acara temu alumni ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung inspirasi dan motivasi. FHUB terus berkomitmen mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan peduli terhadap kemajuan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, para alumni siap membawa nama Brawijaya semakin bersinar.

banner 325x300