Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

5 Nyawa Melayang Akibat Kebakaran Mobil Listrik di Jakarta: Jangan Anggap Remeh Charger & Instalasi Rumah!

5 nyawa melayang akibat kebakaran mobil listrik di jakarta jangan anggap remeh charger instalasi rumah portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Tragedi memilukan melanda sebuah rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, ketika insiden kebakaran mobil listrik (EV) merenggut lima nyawa. Dugaan awal mengarah pada masalah serius pada sistem pengisian daya, di mana proses charging yang tidak didukung infrastruktur kelistrikan memadai menjadi pemicu utama. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan dalam penggunaan kendaraan listrik.

Charger dan Instalasi Listrik Jadi Biang Kerok?

banner 325x300

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memberikan analisis awal yang cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, kebakaran pada kendaraan listrik seringkali bermula dari penggunaan charger berkualitas rendah atau instalasi listrik rumah yang tidak dirancang untuk menahan arus tinggi. Kondisi fatal ini bisa memicu overheating, korsleting, hingga percikan api awal yang tak terkendali.

Yannes menjelaskan lebih lanjut bahwa faktor ini menjadi pemicu utama, terutama saat proses pengisian daya melibatkan arus tinggi yang tidak sesuai dengan kapasitas infrastruktur kelistrikan yang ada. Meskipun jenis mobil listrik yang terbakar belum disebutkan secara resmi, dugaan mengarah pada produk keluaran Wuling.

Bahaya Bahan Mudah Terbakar dan Efek Domino

Situasi semakin memburuk jika percikan api awal ini terjadi di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti thinner atau cat. Interaksi awal ini dapat mempercepat penyebaran api secara signifikan, mengubah percikan kecil menjadi kobaran api yang dahsyat dalam sekejap mata.

Setelah api awal muncul, baterai kendaraan, termasuk jenis lithium ferro phosphate (LFP), dapat berperan sebagai pemicu lanjutan yang sangat berbahaya. Panas ekstrem dari kebakaran awal berpotensi memicu thermal runaway. Ini adalah kondisi pelepasan energi tak terkendali yang disertai gas mudah terbakar dan ledakan termal.

Yannes menambahkan, lingkungan yang diperparah dengan bahan-bahan flammable berbahaya akan memperburuk situasi melalui efek domino. Uap kimia yang menyambar dapat menghasilkan asap beracun, membuat kondisi semakin mematikan dan menyulitkan upaya pemadaman.

Ruang Sempit, Ancaman Berlipat Ganda

Informasi sementara menyebutkan bahwa mobil listrik yang terbakar terparkir di ruang tertutup dan sempit. Kondisi ini dinilai memperparah dampak kebakaran secara drastis. Akumulasi panas dan gas beracun di ruang terbatas menghambat proses evakuasi dan pemadaman, menjebak korban dan petugas dalam situasi yang sangat berbahaya.

"Dari informasi awal, tampaknya mobil tersebut parkir di ruang tertutup dan sempit. Ini semakin fatal karena akumulasi panas dan gas menghambat evakuasi serta pemadaman," kata Yannes, menyoroti betapa krusialnya faktor lingkungan dalam insiden semacam ini.

Kronologi dan Tantangan Pemadaman

Insiden tragis ini terjadi di Jalan Lopis Teluk Gong, Pejagalan, Penjaringan, pada Kamis (18/12) pukul 20.13 WIB. Menurut keterangan Kasiops Damkar Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, kejadian bermula dari ledakan saat pengisian daya baterai mobil listrik. Ledakan api tersebut kemudian menyambar minyak thinner dan kaleng cat, menyebabkan api membesar dan melahap rumah.

Proses pemadaman berlangsung sangat panjang, membutuhkan 22 unit mobil damkar dan 110 personel untuk menangani kasus ini. Api baru dinyatakan padam total pada pagi hari berikutnya, pukul 08.08 WIB. Area yang terbakar meliputi satu unit rumah kosong dan dua unit rumah penduduk yang digunakan sebagai toko online.

Gatot menyampaikan bahwa proses pendinginan di lokasi kejadian terhambat oleh banyak faktor. Adanya bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti minyak thinner, cat, biji plastik, dan kertas, serta akses masuk lokasi yang sempit dan bersekat, membuat petugas damkar kesulitan untuk mengendalikan api dengan cepat.

Lima korban jiwa dalam kejadian ini adalah perempuan berinisial B (56), pria TAM (70), perempuan berinisial NTL (24), perempuan berinisial GSL (7), dan seorang pengasuh bayi. Sebuah kehilangan yang sangat mendalam bagi keluarga dan komunitas.

Pencegahan: Kunci Keselamatan Pengguna EV

Mengingat potensi bahaya yang ada, Yannes Martinus Pasaribu menekankan pentingnya langkah pencegahan bagi masyarakat yang memiliki kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Menerapkan sistem keamanan berlapis adalah sebuah keharusan, bukan pilihan.

Berikut adalah beberapa rekomendasi penting:

  1. Gunakan Charger Asli dan Bersertifikat: Pastikan charger yang digunakan adalah produk asli dari pabrikan kendaraan dan telah memiliki sertifikasi standar keamanan. Charger berkualitas rendah atau palsu seringkali tidak memiliki fitur keamanan yang memadai, berisiko tinggi menyebabkan overheating dan korsleting.
  2. Instalasi Listrik Memadai: Pastikan instalasi listrik di rumah Anda dirancang untuk menahan arus tinggi yang dibutuhkan saat pengisian daya EV. Pertimbangkan untuk memasang fitur pemutus arus otomatis yang dipasang oleh teknisi berkompeten. Ini akan mencegah kelebihan beban listrik yang bisa memicu kebakaran.
  3. Pemeriksaan Rutin Kabel Pengisian: Lakukan pemeriksaan rutin pada kabel pengisian daya. Pastikan tidak ada kerusakan fisik, retakan, atau bahkan bekas gigitan hewan yang bisa merusak isolasi kabel dan menyebabkan korsleting.
  4. Parkir di Area Terbuka dan Berventilasi: Rekomendasikan agar kendaraan listrik diparkir di area terbuka atau terpisah dari bangunan utama. Area yang memiliki ventilasi baik dan bebas dari bahan mudah terbakar akan mengurangi risiko akumulasi panas dan gas berbahaya jika terjadi insiden.
  5. Lengkapi dengan APAR Khusus Baterai: Siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) khusus untuk kebakaran baterai (biasanya jenis foam atau CO2) di dekat lokasi charging. APAR biasa mungkin tidak efektif untuk kebakaran baterai lithium.
  6. Pemeliharaan Berkala: Lakukan pemeliharaan berkala pada kendaraan dan stasiun charging Anda. Pastikan semua komponen berfungsi dengan baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan.
  7. Jalur Evakuasi Bebas Hambatan: Pastikan jalur evakuasi di rumah Anda bebas hambatan. Ini krusial untuk memitigasi risiko kebakaran baterai dan memastikan keselamatan penghuni jika terjadi keadaan darurat.

Yannes juga meminta agar aparat segera melakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui detail kejadian secara komprehensif. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa kenyamanan teknologi harus selalu diiringi dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang maksimal. Keselamatan adalah prioritas utama, terutama saat berinteraksi dengan teknologi baru seperti kendaraan listrik.

banner 325x300