Atlet voli putri nasional Yolla Yuliana kembali menjadi sorotan jelang Proliga 2026. Di usianya yang menginjak 31 tahun, Yolla menunjukkan semangat membara dengan bergabung bersama Jakarta Livin Mandiri (JLM). Ia dengan tegas menyatakan belum ada niat untuk gantung sepatu, siap menghadapi tantangan baru di kancah voli profesional.
Motivasi Membara di Usia 31 Tahun
Yolla Yuliana, yang lahir pada tahun 1994, kini menjadi pemain paling senior di skuad Jakarta Livin Mandiri. Namun, angka 31 tahun sama sekali tidak melunturkan motivasinya untuk terus beraksi di lapangan. Justru, ia melihatnya sebagai pemicu semangat.
"Di hati sendiri itu memacu, bisa kok ayo lawan diri kamu," ungkap Yolla dengan nada penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa cedera ringan pun tidak akan menghentikannya. Ada semacam "pertandingan" di dalam dirinya, antara keinginan untuk berhenti atau terus melanjutkan.
Tantangan fisik dan potensi cedera memang menjadi bagian tak terpisahkan dari karier seorang atlet profesional. Namun, Yolla memilih untuk melawan batasan-batasan tersebut, membuktikan bahwa usia hanyalah angka jika semangat masih menyala. Dedikasinya pada olahraga voli tetap tinggi, seolah tak ada yang bisa menghentikannya.
Petualangan Baru Bersama Jakarta Livin Mandiri
Musim ini, Yolla Yuliana resmi berlabuh ke Jakarta Livin Mandiri, meninggalkan tim sebelumnya, Jakarta Popsivo Polwan. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, ia mencari suasana dan tantangan baru yang bisa memacu performanya. Ini adalah bagian dari perjalanan kariernya yang selalu ingin mencoba hal baru.
"Yang pastinya emang tiap tahun juga mencoba warna baru, mencoba keluarga baru juga," jelas Yolla. Ia merasa berjodoh dengan Livin Mandiri tahun ini, melihat keseriusan tim dalam meminangnya. Ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier voli Yolla.
Bergabung dengan JLM juga menjadi bukti bahwa Yolla selalu terbuka terhadap perubahan dan siap beradaptasi. Ia ingin merasakan dinamika tim yang berbeda, berharap bisa menemukan energi baru untuk mencapai puncak performa. Langkah ini menunjukkan profesionalismenya sebagai atlet.
Senior Paling ‘Gaul’ di Antara Para Junior
Di Jakarta Livin Mandiri, Yolla menemukan dirinya berada di tengah komposisi tim yang didominasi oleh pemain-pemain muda belia. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia belasan tahun, mulai dari 14 hingga 17 tahun. Hal ini menjadikan Yolla sebagai pemain paling senior di dalam tim.
"Dengan banyaknya pemain muda, itu memang PR [pekerjaan rumah] tersendiri," kata Yolla sambil tersenyum. Namun, ia melihat situasi ini sebagai peluang, bukan hambatan. Justru, keberadaan para junior yang energik ini semakin membakar semangatnya.
Yolla percaya bahwa mental membara yang dimiliki pemain muda adalah kebutuhan utama Jakarta Livin Mandiri saat ini. Energi dan semangat para junior diharapkan mampu menjadi pendorong utama performa tim di Proliga 2026. Ia ingin menjadi mentor sekaligus inspirasi bagi mereka.
"Kalau dilihat, mental pemain muda biasanya membara," ujarnya. "Itu yang dibutuhkan Mandiri. Kalau kebanyakan senior biasanya kurang berapi-api." Kehadiran Yolla diharapkan bisa menyeimbangkan tim, memberikan pengalaman dan ketenangan di tengah semangat membara para junior.
Beban ‘Langganan Grand Final’ yang Melekat
Sejak Proliga kembali digelar pascapandemi COVID-19, nama Yolla Yuliana selalu identik dengan predikat "pemain langganan tampil di babak grand final." Label ini, meskipun membanggakan, diakui Yolla sebagai beban tersendiri yang harus ia pikul. Ekspektasi publik voli nasional terhadapnya memang sangat tinggi.
"Predikat grand final itu memang sudah melekat, dan itu jadi beban buat saya pribadi," aku Yolla jujur. Beban ini terasa semakin berat mengingat Jakarta Livin Mandiri saat ini masih berjuang keras untuk mengamankan tiket ke babak Final Four. Tujuan tim adalah melangkah selangkah demi selangkah.
Namun, Yolla juga memahami bahwa setiap pemain pasti memiliki bebannya masing-masing. Ia tidak ingin terlalu larut dalam tekanan, melainkan menjadikannya motivasi untuk memberikan yang terbaik. Fokusnya adalah membantu JLM mencapai target terdekat mereka.
Posisi dan Peran di Lapangan: Middle Blocker Sejati
Terkait posisi bermain, Yolla Yuliana memastikan akan tetap bermain sebagai middle blocker bersama Jakarta Livin Mandiri di Proliga musim 2026. Posisi ini memang merupakan peran idealnya, baik di level klub maupun saat membela tim nasional. Ia merasa paling nyaman dan efektif di posisi tersebut.
Sementara itu, mengenai kemungkinan kembali dipercaya sebagai kapten tim, Yolla mengaku belum mengetahui keputusan tersebut. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pihak klub terkait siapa yang akan memimpin tim di lapangan. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada manajemen dan pelatih.
Apapun perannya nanti, Yolla siap memberikan kontribusi maksimal. Ia adalah pemain berpengalaman yang bisa diandalkan, baik sebagai penyerang di depan net maupun dalam membendung serangan lawan. Kehadirannya di posisi middle blocker akan menjadi kekuatan penting bagi JLM.
Dengan semangat yang tak pernah padam dan pengalaman segudang, Yolla Yuliana siap membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi. Kehadirannya di Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026 tidak hanya membawa harapan bagi tim, tetapi juga inspirasi bagi para junior dan seluruh pecinta voli Indonesia. Ia siap guncang lapangan dan menorehkan sejarah baru.


















