Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terungkap! Drama VAR dan Gol Penentu Bawa Persib Kokoh di Puncak Super League, Malut United Tak Berdaya!

terungkap drama var dan gol penentu bawa persib kokoh di puncak super league malut united tak berdaya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Persib Bandung kembali menunjukkan dominasinya di kancah Super League 2025/2026. Dalam laga krusial yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (6/2) malam, Maung Bandung berhasil menaklukkan Malut United dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan hanya mengamankan posisi puncak klasemen, tetapi juga menjadi ajang balas dendam sempurna atas kekalahan di putaran pertama.

Awal Laga: Maung Bandung Langsung Tancap Gas

banner 325x300

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persib Bandung langsung tampil menyerang dengan intensitas tinggi. Anak asuh Bojan Hodak ini tak memberikan ruang bagi Malut United untuk mengembangkan permainan mereka. Gelombang serangan bertubi-tubi dilancarkan, terutama melalui sayap yang diisi oleh Beckham Putra di sisi kanan dan Eliano Reijnders di kiri.

Para pemain Persib menunjukkan determinasi tinggi untuk membuka keunggulan sejak menit-menit awal. Tekanan konstan ini membuat lini pertahanan Malut United harus bekerja ekstra keras. Mereka dipaksa lebih banyak bertahan dan hanya sesekali mencoba melancarkan serangan balik yang mudah dipatahkan.

Momen Kontroversial VAR: Penalti yang Mengubah Permainan

Pertandingan memasuki menit ke-30 ketika sebuah insiden di kotak penalti Malut United memicu drama. Robi Darwis terjatuh setelah kakinya bersenggolan dengan Ridho Syuhada, namun wasit Yudai Yamamoto awalnya memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Keputusan ini sontak memicu protes dari para pemain Persib.

Saat bola keluar lapangan, Yamamoto kemudian berkomunikasi dengan Video Operations Room (VOR) dan diminta untuk meninjau insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Proses peninjauan berlangsung cukup lama dan penuh ketegangan, mengingat rekaman video yang tersedia tidak begitu memadai, hanya ada dua gambar yang cukup jelas dari sudut jauh.

Setelah tiga menit memantau dengan seksama, Yamamoto akhirnya membuat keputusan krusial: penalti untuk Persib. Sebuah keputusan yang mengubah jalannya pertandingan dan memicu perdebatan di kalangan penonton maupun pengamat. Thom Haye, sang metronom permainan Maung Bandung, ditunjuk sebagai algojo.

Dengan ketenangan yang luar biasa, Thom Haye mengeksekusi penalti pada menit ke-36. Bola ditembakkan ke sisi tengah atas gawang, tak mampu dijangkau kiper Malut United. Gol! Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persib, membuat GBLA bergemuruh.

Tak lama berselang, drama kembali terjadi. Semenit setelah gol Haye, Ulillam Barros terjatuh di kotak penalti Malut United setelah bersentuhan dengan Gustafo Franca. Namun, kali ini Yamamoto dengan yakin memutuskan bahwa itu bukan pelanggaran dan pertandingan tetap dilanjutkan. Sebuah kontras yang menarik dari dua insiden di kotak penalti.

Dominasi Babak Pertama: Malut United Terkunci

Hingga babak pertama usai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Persib Bandung sepenuhnya menguasai jalannya pertandingan, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Tim asuhan Hendri Susilo, Malut United, tampak kesulitan mengembangkan permainan mereka dan lebih banyak berkutat di area pertahanan.

Strategi bertahan Malut United memang cukup solid, namun mereka gagal memberikan ancaman berarti ke gawang Teja Paku Alam. Persib memasuki ruang ganti dengan keunggulan tipis 1-0, namun dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa dominan mereka.

Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Kehadiran Penting

Memasuki babak kedua, Bojan Hodak melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Andrew Jung. Ini adalah isyarat jelas bahwa Persib ingin menambah keunggulan dan tidak puas dengan skor tipis. Namun, di 15 menit awal babak kedua, peluang emas masih belum banyak tercipta. Pertandingan berjalan lebih alot di lini tengah.

Di tribune VVIP stadion, terlihat kehadiran yang menarik perhatian: pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Ia tampak serius berdiskusi dengan Marc Klok, gelandang Persib yang tidak tampil dalam laga tersebut karena cedera. Kehadiran Herdman tentu menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain yang berlaga, sekaligus memunculkan spekulasi mengenai potensi pemanggilan ke tim nasional.

Jual Beli Serangan: Ketegangan di Lapangan

Kombinasi Berguinho, Jung, dan Barros sempat membahayakan gawang Malut United pada menit ke-67. Sayangnya, sundulan Barros masih menyamping tipis di sisi kiri gawang. Persib terus menekan, mencari celah untuk menggandakan keunggulan.

Malut United bukannya tanpa perlawanan. Pada menit ke-77, mereka nyaris saja mencetak gol penyeimbang. Sundulan Franca berhasil ditepis Teja Paku Alam, namun bola liar mengarah tepat ke posisi David da Silva. Beruntung, Dewangga dengan sigap melakukan penyelamatan krusial sebelum David da Silva sempat menyundul bola. Momen ini menjadi peringatan bagi Persib bahwa Malut United masih bisa mengancam.

Tujuh menit berselang, tepatnya menit ke-84, Persib kembali mendapat peluang manis. Memanfaatkan umpan matang dari Thom Haye, Andrew Jung melepas tembakan keras yang sayangnya masih membentur mistar gawang. Para pendukung Persib menahan napas, hampir saja gol kedua tercipta.

Tak lama kemudian, dalam skema serangan balik cepat, Tyron del Pino terjatuh di kotak penalti Persib. Situasi ini kembali memicu tinjauan VAR, menambah ketegangan di lapangan. Namun, setelah beberapa saat, wasit memutuskan tidak ada penalti dan laga berlanjut.

Gol Penentu dan Balas Dendam Sempurna

Kegigihan Persib akhirnya membuahkan hasil. Saddil Ramdani, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, langsung membukukan namanya di papan skor pada menit ke-87. Memanfaatkan assist brilian dari Berguinho, Saddil membobol gawang Malut United dengan sentuhan pertamanya. Gol ini memastikan keunggulan Persib menjadi 2-0 dan praktis mengunci kemenangan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Persib Bandung berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 2-0. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan juga menjadi revans atau balas dendam sempurna atas kekalahan 0-2 yang mereka alami pada putaran pertama melawan Malut United.

Implikasi Kemenangan: Persib Makin Kokoh di Puncak

Dengan kemenangan impresif ini, Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Mereka berhasil mempertahankan jarak dan untuk sementara unggul empat angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC. Performa dominan dan kemampuan untuk mengatasi drama VAR serta mencetak gol di momen krusial menunjukkan mental juara yang dimiliki Pangeran Biru.

Para pemain seperti Thom Haye yang tenang dalam mengeksekusi penalti, Saddil Ramdani yang langsung memberikan dampak, serta penyelamatan heroik Dewangga dan Teja Paku Alam, menjadi kunci kemenangan ini. Persib kini menatap sisa musim dengan optimisme tinggi, selangkah lebih dekat menuju gelar juara Super League.

Susunan Pemain

Persib: Teja Paku Alam (PG); Frans Putros, Federico Barba, Julio Cesar, Patricio Matricardi; Adam Alis, Robi Darwis, Thom Haye, Eliano Reijnsders, Beckham Putra; Uilliam Barros

Malut United: Alan Jose (PG); Igor de Oliverira, Gustavo Franca, Safrudin Tahar, Nilson Barbosa; Manahati Lestusen, Wbeymar Angulo, Ridho Syuhada; Ciro Laves, David da Silva, Taufik Rustam

banner 325x300