Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terkuak! Fakta Mengejutkan Liga Indonesia Tertinggal 2 Dekade dari Liga Inggris, Ini Buktinya!

terkuak fakta mengejutkan liga indonesia tertinggal 2 dekade dari liga inggris ini buktinya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

CNN Indonesia
Jumat, 26 Des 2025 20:10 WIB

Perdebatan tentang kualitas kompetisi sepak bola Indonesia dibandingkan liga-liga top Eropa, khususnya Liga Inggris, seolah tak ada habisnya. Namun, sebuah analisis terbaru dari operator Liga Indonesia, I.League, justru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan dan mungkin sedikit pahit. Mereka menyebut, Super League 2025/2026 kita masih tertinggal dua dekade dari Premier League.

banner 325x300

Benarkah klaim ini hanya sekadar asumsi atau ada bukti konkret di baliknya? Mari kita bedah lebih dalam data yang disajikan, yang mungkin akan membuat para pecinta sepak bola nasional mengernyitkan dahi.

Mengapa Liga Indonesia Disebut Tertinggal Jauh?

Stigma bahwa sepak bola Indonesia masih jauh tertinggal dari kancah Eropa memang sudah lama beredar. Namun, kali ini, penilaian tersebut datang bukan dari pengamat biasa, melainkan dari pihak yang paling bertanggung jawab atas kompetisi di Tanah Air, I.League. Mereka mencoba menjawab predikat tak resmi ini dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan berbasis data.

Alih-alih sekadar opini, I.League melakukan perbandingan mendalam. Mereka memfokuskan analisis pada salah satu aspek fundamental dalam permainan modern: efisiensi dalam menciptakan peluang dan mencetak gol. Hasilnya, cukup membuat kita berpikir ulang tentang arah perkembangan sepak bola nasional.

Data Tembakan Jarak Jauh Jadi Kunci Perbandingan

Dalam sepak bola modern, efisiensi adalah segalanya. Tim-tim top dunia kini semakin jarang mengandalkan tendangan spekulatif dari jarak jauh, yang memiliki probabilitas gol rendah. Mereka lebih memilih membangun serangan terstruktur untuk menciptakan peluang emas dari posisi yang lebih menjanjikan.

Fenomena ini menjadi dasar perbandingan yang dilakukan I.League. Mereka merujuk pada data olahan Opta yang diulas oleh The Athletic, sebuah media olahraga terkemuka. Data tersebut secara gamblang menunjukkan bagaimana klub-klub Liga Inggris telah berevolusi, meninggalkan gaya bermain yang mengandalkan "keberuntungan" semata.

Evolusi Premier League: Tinggalkan Tendangan Spekulatif

Premier League adalah salah satu liga paling kompetitif dan maju di dunia. Perkembangan taktik di sana menjadi barometer bagi banyak liga lain. Data Opta menunjukkan bahwa pada musim 2006/2007, rata-rata jarak tembakan yang dilepaskan klub Premier League untuk percobaan mencetak gol adalah 17,7 meter. Angka ini mencerminkan kecenderungan untuk mencoba peruntungan dari luar kotak penalti.

Namun, seiring berjalannya waktu, pola ini berubah drastis. Pada musim 2023/2024, rata-rata jarak tembakan klub Liga Inggris menurun signifikan menjadi 14,9 meter. Ini berarti ada penurunan sebesar 15,8 persen dalam rata-rata jarak tembakan jarak jauh. Penurunan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari evolusi taktik yang menekankan pada penciptaan peluang berkualitas tinggi di area yang lebih berbahaya.

Kondisi Liga Indonesia: Masih Nyaman dengan Gaya Klasik?

Berbanding terbalik dengan Premier League, klub-klub di Super League Indonesia 2025/2026 justru masih "nyaman" dengan pola klasik. Hingga pekan ke-10 musim ini, rata-rata jarak tembakan yang dilepaskan klub Liga 1 tercatat sebesar 17,9 meter. Angka ini hampir sama dengan rata-rata tembakan Premier League 18 tahun lalu!

Kondisi serupa juga terjadi di kompetisi Liga 2 atau Championship Indonesia. Meskipun rata-rata gol yang tercipta dari tembakan jarak jauh terbilang rendah, praktik ini masih sering terlihat di lapangan. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan fundamental dalam filosofi bermain dan cara tim-tim kita membangun serangan dibandingkan dengan liga-liga top Eropa.

"Data menunjukkan bahwa rata-rata jarak tembakan di Liga 1 musim ini setara dengan Premier League 18 tahun lalu," tulis I.League dalam analisisnya di laman resmi operator. Mereka menambahkan, "Artinya, dalam hal gaya bermain dan cara mencetak peluang, sepak bola kita mungkin bisa dibilang masih ‘tertinggal’ hampir dua dekade." Kesimpulan ini tentu menjadi pukulan telak yang harus kita terima.

Lebih dari Sekadar Tembakan: Aspek Lain yang Perlu Dikejar

Tentu saja, tembakan jarak jauh hanyalah satu dari sekian banyak aspek yang bisa menjadi tolok ukur. Namun, data ini memberikan gambaran yang jelas tentang perbedaan mendasar dalam pendekatan taktik dan efisiensi permainan. Jika dalam satu aspek saja kita tertinggal begitu jauh, bagaimana dengan aspek lainnya?

Ada banyak area lain yang juga perlu menjadi perhatian serius. Mulai dari kondisi fisik pemain, kedisiplinan taktik, kualitas pengembangan pemain muda, hingga infrastruktur dan manajemen klub yang profesional. Semua elemen ini saling berkaitan dan membentuk ekosistem sepak bola yang maju. Mengejar ketertinggalan di satu area berarti juga harus memperbaiki area lainnya secara simultan.

Harapan dan Tantangan untuk Sepak Bola Nasional

Meskipun data ini cukup mengkhawatirkan, bukan berarti tidak ada harapan. Kabar baiknya, klub-klub sepak bola Indonesia secara perlahan terus berupaya mengarah ke jalur yang lebih baik. Ada kesadaran untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan sepak bola modern.

Kunci utama terletak pada kualitas pelatih dan staf kepelatihan. Jika para pelatih terus memperbarui pengetahuannya, mengikuti tren taktik terbaru, dan mampu menerapkannya dalam latihan serta pertandingan, bukan tidak mungkin Liga Indonesia akan meningkat secara signifikan. Proses ini memang tidak instan, butuh waktu, komitmen, dan investasi besar. Namun, dengan langkah yang tepat, mimpi untuk melihat Liga Indonesia setara dengan liga-liga top dunia bisa saja terwujud di masa depan.

banner 325x300