Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Super League Gempar! PSBS Biak Lumat Bhayangkara FC 4-1, Ini Dia Drama Lengkapnya!

super league gempar psbs biak lumat bhayangkara fc 4 1 ini dia drama lengkapnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Stadion Maguwoharjo menjadi saksi bisu sebuah drama mengejutkan di pekan ke-17 Super League 2025/2026 pada Senin (12/1). PSBS Biak berhasil menciptakan pesta gol, menghancurkan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-1. Kemenangan ini menjadi bukti kekuatan tim berjuluk Badai Pasifik yang tampil luar biasa di hadapan publik.

Hasil ini tentu menjadi sorotan utama, mengingat Bhayangkara FC datang dengan ambisi untuk meraih poin. Namun, mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk di tangan PSBS Biak yang tampil sangat efektif dan klinis sepanjang pertandingan.

banner 325x300

Awal yang Mengejutkan: Bhayangkara Menggebrak, PSBS Menderita

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bhayangkara FC, yang bertindak sebagai tim tamu, langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menunjukkan dominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan PSBS Biak. Kiper PSBS, Kadu Monteiro, dipaksa bekerja keras dengan serangkaian penyelamatan gemilang.

Beberapa kali serangan Bhayangkara FC mengancam gawang PSBS, membuat barisan belakang Badai Pasifik harus bekerja ekstra keras. Tekanan dari The Guardians, julukan Bhayangkara FC, memang terasa intens di 20 menit pertama pertandingan.

Drama Pergantian Kiper dan Gol Akrobatik Pembuka Keunggulan

Namun, petaka datang bagi PSBS pada menit ke-20. Kadu Monteiro harus ditarik keluar lapangan setelah berbenturan keras dengan penyerang Bhayangkara, Fareed Sadat. Insiden ini memaksa pergantian kiper lebih awal, dengan Andika Wisnu masuk menggantikan posisinya.

Empat menit setelah pergantian kiper yang tak terduga itu, justru PSBS yang berhasil memecah kebuntuan dengan cara yang spektakuler. Bek Sandro Embalo mencetak gol pembuka pada menit ke-24, membuat seisi stadion bergemuruh. Ia memanfaatkan bola liar hasil sapuan yang kurang sempurna dari pemain lawan.

Dengan insting tajam, Sandro langsung menyambar bola tersebut dengan tembakan akrobatik kaki kiri yang memukau. Bola melesat deras tanpa bisa dihalau kiper Bhayangkara, Aqil Savik, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan PSBS Biak. Gol ini bukan hanya memecah kebuntuan, tapi juga menjadi salah satu kandidat gol terbaik pekan ini.

Badai Gol Babak Pertama: The Guardians Tak Berdaya Dihantam Bertubi-tubi

Momentum langsung beralih ke kubu PSBS Biak setelah gol pertama. Mereka terus menekan dan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-37. Mohcina Hassan Nader mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan bola rebound dari tembakan keras Ruyery Blanco yang sempat ditepis Aqil Savik.

Nader, yang berdiri di posisi tepat, tanpa ampun langsung menyambar bola liar tersebut. Dengan tenang dan akurat, ia mengirimkan si kulit bundar ke jaring gawang, menggandakan keunggulan PSBS menjadi 2-0 dan membuat Bhayangkara FC semakin tertekan.

Sebelum babak pertama usai, PSBS Biak kembali menambah pundi-pundi gol mereka. Ruyery Blanco yang sebelumnya berperan dalam gol Nader, kini ikut mencetak gol pada menit ke-44. Ia berhasil menyambar umpan silang matang dari Nader di sisi kanan dengan penyelesaian yang klinis.

Kerja sama apik antara Nader dan Ruyery ini semakin memperlebar jarak keunggulan PSBS menjadi 3-0. Pertahanan Bhayangkara FC terlihat kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi dari tim tuan rumah yang tampil sangat efisien.

Penderitaan Bhayangkara FC belum berakhir di babak pertama. Pada menit injury time, tepatnya menit ke-45+7, Luquinhas melengkapi pesta gol PSBS Biak. Golnya membuat PSBS unggul telak 4-0 saat turun minum, sebuah hasil yang sulit dipercaya mengingat dominasi awal Bhayangkara.

Babak pertama benar-benar menjadi mimpi buruk bagi The Guardians. Mereka harus menelan pil pahit setelah gawangnya kebobolan empat gol tanpa balas, meski sempat mendominasi di awal laga. Efisiensi serangan balik PSBS Biak terbukti jauh lebih mematikan.

Babak Kedua: Bhayangkara Berusaha Bangkit, PSBS Tetap Mengancam

Memasuki babak kedua, PSBS Biak kian termotivasi dengan keunggulan telak 4-0. Namun, Bhayangkara FC tidak menyerah begitu saja dan berusaha memberikan perlawanan sengit untuk mengejar ketertinggalan dan menjaga martabat mereka.

Pada menit ke-62, pemain pengganti Bhayangkara, Lautaro Belleggia, mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang PSBS, menunjukkan bahwa mereka masih mencari celah.

Meski sudah unggul jauh, PSBS Biak tetap tidak mengendurkan serangan. Mereka hampir saja unggul 5-0 pada menit ke-72 melalui tendangan kaki kiri Eduardo Barbosa dari dalam kotak penalti. Namun, Aqil Savik kembali menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola tersebut.

Giliran Bhayangkara FC yang nyaris mencetak gol balasan pada menit ke-77. Sebuah peluang emas dari lemparan ke dalam dari sisi kiri membentur tiang kiri gawang setelah gagal dibuang sempurna oleh bek lawan. Keberuntungan belum berpihak pada The Guardians.

PSBS juga memiliki banyak peluang di sisa laga. Tembakan spekulasi kaki kiri Heri Susanto dari jarak jauh membentur mistar gawang Bhayangkara FC, membuat suporter PSBS menahan napas. Tendangan Ilham Udin Armaiyn juga berhasil ditangkap Aqil pada menit ke-84, menegaskan ketangguhan kiper Bhayangkara.

Gol Hiburan Spasojevic dan Kemenangan Telak PSBS Biak

Perjuangan Bhayangkara FC akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-88, Ilija Spasojevic berhasil mencetak gol hiburan bagi timnya. Gol ini tercipta berkat assist matang dari Belleggia yang tampil cukup impresif di babak kedua.

Gol Spasojevic, sang bomber berpengalaman, menjadi sedikit penghibur bagi Bhayangkara FC. Ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki semangat juang, meskipun sudah terlalu terlambat untuk mengubah hasil pertandingan. Tanpa tambahan gol pada sisa laga, PSBS Biak mengunci kemenangan meyakinkan 4-1 atas Bhayangkara FC di Super League.

Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang besar bagi PSBS Biak untuk melanjutkan kiprah mereka di Super League 2025/2026. Mereka menunjukkan karakter tim yang solid dan kemampuan finishing yang klinis, bahkan saat di bawah tekanan. Performa gemilang ini patut diacungi jempol dan menjadi peringatan bagi lawan-lawan selanjutnya.

Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bhayangkara FC. Mereka harus segera mengevaluasi lini pertahanan dan efektivitas serangan agar tidak terus terpuruk di sisa musim. The Guardians perlu bangkit dan menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin bersaing di papan atas Super League.

Susunan Pemain Kunci

Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan kedua tim dalam pertandingan sengit ini:

PSBS Biak: Kadu Monteiro (Andika Wisnu 20′); Arif Budiyono, Nurhidayat, Pablo Andrade; Luquinhas, Eduardo Barbosa, Yano Putra; Hero Susanto, Sandro Sene, Ruyery, Hassan Nader.

Bhayangkara FC: Aqil Savik; Putu Gede, Nehar Sadiki, Firza Andika, Slavko Damjanovic; Moises Wolschick, TM Ichsan, Christian Ilic; Frengky Misa, Fareed Sadat, Ilija Spasojevic.

banner 325x300