San Siro bergemuruh! AC Milan berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menumbangkan Fiorentina dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan Serie A pekan ketujuh. Rafael Leao tampil sebagai pahlawan dengan dua gol krusialnya, membawa Rossoneri melesat ke puncak klasemen sementara.
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti mental juara Milan yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Pertandingan penuh tensi ini menyajikan jual beli serangan dan keputusan wasit yang kontroversial, menjadikannya tontonan yang tak terlupakan bagi para penggemar sepak bola Italia.
Awal Laga Penuh Tekanan, Fiorentina Mendominasi
Pertandingan yang digelar di markas kebanggaan AC Milan, Stadion San Siro, pada Senin (20/10) dini hari WIB ini, sejatinya sangat krusial bagi kedua tim. AC Milan berambisi mengudeta puncak klasemen, sementara Fiorentina berjuang menjauh dari zona degradasi. Atmosfer San Siro yang selalu membara menjadi saksi bisu bagaimana kedua tim memulai pertandingan dengan tensi tinggi.
Namun, di luar dugaan, Fiorentina justru menunjukkan dominasi di awal laga. Mereka berhasil menekan AC Milan, membuat anak asuh Stefano Pioli kesulitan untuk leluasa membangun serangan dan menusuk pertahanan lawan. Tim tamu menerapkan pressing ketat, menutup ruang gerak para gelandang Milan, dan membuat aliran bola Rossoneri tersendat di lini tengah.
Peluang Emas Milan dan Buntu Serangan La Viola
Meski berada di bawah tekanan, AC Milan justru mendapatkan peluang emas pertama di menit ke-21. Bek Rossoneri, Strahinja Pavlovic, gagal memanfaatkan umpan tendangan bebas dengan baik di depan gawang, menyia-nyiakan kesempatan untuk memimpin. Momen ini seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan lebih awal.
Di sisi lain, Fiorentina terus berupaya membongkar pertahanan tuan rumah. Motor serangan La Viola seperti Jacopo Fazzini dan Moise Kean tampak buntu, tidak menemukan celah untuk menciptakan ancaman berarti bagi gawang Mike Maignan. Frustrasi mulai terlihat dari para penyerang tim tamu.
Para pemain Milan kemudian mulai mencoba mendekati kotak penalti Fiorentina, mencari celah untuk menembus. Namun, lini belakang tim tamu yang tampil solid berhasil meredam setiap potensi bahaya yang datang, menjaga skor tetap kacamata hingga jeda babak pertama.
Petaka Gol Bunuh Diri dan Respons Kilat Leao
Memasuki babak kedua, Fiorentina tidak mengendurkan serangannya. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-54, meski dengan sedikit keberuntungan yang mengiringi. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Milan yang sedang berusaha mencari ritme.
Sundulan Luca Ranieri sebenarnya mampu ditepis dengan brilian oleh Mike Maignan, namun bola memantul mengenai Matteo Gabbia. Robin Gosens yang berada di posisi tepat langsung mendorong bola masuk ke gawang, membuat Fiorentina unggul 0-1 dan membuat San Siro terdiam sejenak.
Tertinggal satu gol, AC Milan langsung merespons dengan cepat dan penuh semangat. Hanya berselang sembilan menit, Rafael Leao kembali membuktikan dirinya sebagai juru gedor andalan Rossoneri yang tak kenal menyerah. Sebuah sepakan jarak jauh nan terukur dari pemain Portugal itu melesat indah ke gawang Fiorentina, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-63. Gol ini membangkitkan kembali gairah dan semangat juang Milan.
Drama Penalti dan Gol Penentu Kemenangan
Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan semakin memanas dan terbuka. AC Milan nyaris berbalik unggul di menit ke-76, namun penyelesaian akhir Santiago Gimenez masih bisa digagalkan dengan gemilang oleh kiper Davide De Gea. Penyelamatan krusial ini membuat skor tetap imbang.
Momen krusial dan paling dramatis terjadi di menit ke-85. Wasit memutuskan untuk memberikan hadiah penalti kepada Milan setelah meninjau rekaman tayangan ulang insiden yang melibatkan Gimenez dan Fabiano Parisi di kotak terlarang. Keputusan ini memicu ketegangan luar biasa di seluruh stadion.
Para pemain dan staf pelatih dari kedua tim tampak tegang menanti hasil tinjauan VAR tersebut. Ketika penalti akhirnya diberikan, sorak sorai pendukung Milan membahana, sementara kubu Fiorentina protes keras. Rafael Leao, dengan beban berat di pundaknya, melangkah maju. Tatapan matanya tajam, menunjukkan determinasi penuh. Ia dengan dingin menaklukkan De Gea, memastikan Milan memimpin 2-1 dan mendekatkan mereka pada kemenangan.
Milan Amankan Puncak, Fiorentina Gigit Jari
Sisa waktu pertandingan tidak cukup bagi Fiorentina untuk menyamakan kedudukan. Pertahanan Milan tampil disiplin dan kokoh menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini dirayakan dengan suka cita oleh para pemain dan pendukung Rossoneri.
Tiga poin berharga ini memastikan AC Milan melesat ke puncak klasemen sementara Liga Italia Serie A, menggeser para pesaingnya. Sebuah kemenangan dramatis yang penuh perjuangan, menunjukkan karakter kuat dari tim asuhan Stefano Pioli. Mereka berhasil mengatasi tekanan dan bangkit di momen-momen krusial.
Sementara itu, Fiorentina harus pulang dengan tangan hampa, gagal menambah poin untuk menjauh dari zona degradasi. Kekalahan ini tentu menjadi pil pahit bagi La Viola, terutama setelah sempat unggul dan memberikan perlawanan sengit. Mereka harus segera berbenah untuk pertandingan selanjutnya.
Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam pertandingan sengit di San Siro:
AC Milan: Mike Maignan; Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic; Zachary Athekame, Youssouf Fofana, Luka Modric, Samuele Ricci, Davide Bartesaghi; Alexis Saelemaekers, Rafael Leao.
Fiorentina: Davide De Gea; Marin Pongracic, Pablo Mari, Luca Ranieri; Dodo, Rolando Mandragora, Hans Nicolussi Caviglia, Nicolo Fagoli, Robin Gosens; Jacopo Fazzini; Moise Kean.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin bagi AC Milan, melainkan juga suntikan moral yang luar biasa. Mereka membuktikan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan posisi puncak klasemen. Perjalanan Serie A masih panjang, namun start gemilang ini tentu menjadi modal berharga bagi Rossoneri untuk terus bersaing di papan atas dan meraih Scudetto.


















