Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Hancurkan Dewa United 4-0, Drama VAR Warnai Kemenangan Sempurna

pesta gol di segiri borneo fc hancurkan dewa united 4 0 drama var warnai kemenangan sempurna portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Borneo FC kembali menunjukkan dominasinya di kancah Super League 2025/2026. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Rabu (5/11) malam, Pesut Etam sukses membantai Dewa United dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini bukan hanya memperpanjang rekor sempurna mereka, tetapi juga diwarnai drama VAR yang sempat membuat wasit pusing.

Babak Pertama: Dominasi Sejak Menit Awal

banner 325x300

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Borneo FC langsung tampil menggebrak dengan intensitas tinggi. Pasukan Pesut Etam menunjukkan niatnya untuk meraih kemenangan di kandang sendiri, menekan pertahanan Dewa United dari berbagai sisi lapangan. Serangan-serangan tajam dilancarkan, membuat barisan belakang tim tamu bekerja keras sejak awal.

Dewa United, di sisi lain, tampak kesulitan mengembangkan permainan mereka. Aliran bola sering terputus di tengah lapangan, dan minimnya ancaman ke gawang Borneo FC menjadi indikasi jelas betapa dominannya tuan rumah. Mereka seolah tak diberi ruang untuk bernapas, terus-menerus digempur oleh gelombang serangan Borneo FC.

Pada menit ke-14, peluang emas pertama bagi Borneo FC tercipta melalui sontekan striker andalan mereka, Mariano Peralta. Namun, kiper Dewa United dengan sigap berhasil menepis bola, menghasilkan tendangan penjuru yang krusial. Ini menjadi pertanda awal betapa berbahayanya serangan-serangan Borneo FC.

Dari sepak pojok tersebut, bek tangguh Borneo, Komang Teguh, berhasil menanduk bola dengan keras. Sayangnya, sundulannya masih membentur tiang gawang, membuat para pendukung di Segiri menahan napas. Bola liar kemudian dibuang oleh pemain Dewa United, menghasilkan sepak pojok kedua secara beruntun bagi Borneo FC.

Tak butuh waktu lama, dari sepak pojok kedua ini, Borneo FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-15, Christophe Nduwarugira melompat tinggi dan menyundul bola dengan sempurna, mengoyak jala gawang Dewa United. Gol ini disambut sorak sorai riuh rendah dari ribuan suporter yang memadati Stadion Segiri, memberikan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.

Drama VAR dan Penalti Kontroversial

Memasuki babak kedua, Dewa United mencoba bangkit dan mencari celah untuk menyamakan kedudukan, namun solidnya pertahanan Borneo FC membuat mereka frustrasi. Justru, momen paling dramatis terjadi pada menit ke-65, ketika bek Dewa United, Cassio Scheld, melakukan pelanggaran keras terhadap Joel Vinicius Silva Dos Anjos.

Wasit Aprisman Aranda tanpa ragu langsung mengganjar Cassio Scheld dengan kartu merah, memicu protes keras dari para pemain Dewa United. Situasi semakin memanas ketika wasit memutuskan untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Ini adalah momen krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

Setelah beberapa menit meninjau rekaman VAR, Aprisman Aranda membuat keputusan mengejutkan. Ia menganulir kartu merah untuk Cassio Scheld, menggantinya dengan kartu kuning. Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan Dewa United, karena wasit tetap memberikan hadiah penalti untuk Borneo FC atas pelanggaran yang terjadi.

Mariano Peralta, dengan ketenangan seorang eksekutor ulung, maju sebagai algojo. Tanpa kesalahan, ia sukses menjalankan tugasnya dengan baik, menempatkan bola ke sudut gawang yang tak terjangkau kiper lawan. Gol penalti ini menggandakan keunggulan Borneo FC menjadi 2-0, sekaligus memberikan pukulan telak bagi mental Dewa United yang baru saja melewati drama VAR.

Pesta Gol di Babak Kedua dan Rekor Sempurna

Unggul dua gol dan dengan momentum di tangan, Borneo FC semakin percaya diri. Mereka terus melancarkan serangan bertubi-tubi, memanfaatkan kelengahan dan keputusasaan tim tamu. Pada menit ke-78, Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini berawal dari sepakan keras Westherley Garcia Nogueira yang membentur tiang gawang Dewa United.

Bola muntah tersebut langsung disambar oleh Vinicius yang berada di posisi tepat, tanpa ampun menjebol gawang lawan. Skor berubah menjadi 3-0, membuat kemenangan Borneo FC semakin di depan mata. Para pemain Dewa United tampak semakin tertekan dan sulit menemukan ritme permainan mereka.

Borneo FC belum puas dengan tiga gol. Pada menit ke-85, Vinicius kembali mengancam gawang Dewa United dengan sontekannya, namun kali ini masih mengarah tepat kepada kiper lawan. Namun, kegagalan itu tak menyurutkan semangat Pesut Etam untuk terus menyerang.

Tak lama berselang, Borneo FC berhasil menambah keunggulan menjadi 4-0 melalui gol berkelas dari Mariano Peralta. Dengan skill individu yang memukau, Peralta sukses menggocek kiper Dewa United sebelum melepaskan sontekan pelan namun mematikan ke dalam gawang yang sudah kosong. Gol ini menjadi penutup pesta gol Borneo FC di malam itu.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Borneo FC berhasil mengamankan kemenangan telak 4-0 atas Dewa United, sebuah hasil yang menunjukkan betapa superiornya mereka di Super League musim ini. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, tetapi juga sebuah pernyataan tegas dari Borneo FC.

Borneo FC Kokoh di Puncak Klasemen

Kemenangan fantastis ini memperkokoh posisi Borneo FC di puncak klasemen Super League 2025/2026. Dengan mengemas poin sempurna 27 dari sembilan kemenangan beruntun sejak awal musim, Pesut Etam benar-benar tak terbendung. Mereka menjelma menjadi tim yang paling konsisten dan menakutkan di liga.

Performa gemilang ini menjadi bukti kerja keras dan strategi jitu dari tim pelatih serta dedikasi para pemain. Dengan rekor sempurna ini, Borneo FC semakin memantapkan diri sebagai kandidat kuat peraih gelar juara Super League musim ini. Sementara itu, Dewa United harus segera berbenah diri untuk bisa bersaing di papan atas, belajar dari kekalahan telak ini.

Para pendukung Borneo FC pulang dengan senyum lebar dan kebanggaan. Malam itu, Stadion Segiri menjadi saksi bisu dominasi tim kesayangan mereka yang tak hanya menang, tetapi juga menghibur dengan pesta gol dan drama yang tak terlupakan. Super League 2025/2026 kini memiliki raja baru yang siap mempertahankan tahtanya.

banner 325x300