Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Persebaya Menang Dramatis! Bajul Ijo Taklukkan Madura United di Laga Penuh Insiden, 2 Kartu Merah Bikin Panas!

persebaya menang dramatis bajul ijo taklukkan madura united di laga penuh insiden 2 kartu merah bikin panas portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Gelora Ratu Pamelingan di Pamekasan, Madura, menjadi saksi bisu sebuah pertarungan sengit yang memanas hingga detik-detik akhir. Dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya berhasil membawa pulang tiga poin krusial setelah menundukkan tuan rumah Madura United dengan skor tipis 1-0 pada Sabtu, 03 Januari 2026 malam WIB. Laga ini tak hanya diwarnai gol semata wayang, tetapi juga drama dua kartu merah yang membuat jalannya pertandingan semakin mendebarkan.

Sejak awal, atmosfer pertandingan sudah terasa begitu kental dengan rivalitas kedua tim Jawa Timur ini. Ribuan suporter memadati stadion, memberikan dukungan penuh yang membakar semangat para pemain di lapangan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan gengsi dan posisi penting di tabel klasemen Super League.

banner 325x300

Awal Pertandingan: Adu Taktik di Gelora Ratu Pamelingan

Peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup oleh wasit Eko Saputra, dan Persebaya Surabaya langsung tancap gas. Bajul Ijo, julukan Persebaya, menunjukkan niatnya untuk bermain menyerang dan menguasai jalannya laga sejak menit pertama. Mereka mencoba membangun serangan dari berbagai sisi, mencari celah di pertahanan lawan.

Namun, Madura United tidak tinggal diam. Laskar Sapeh Kerab, julukan Madura United, memilih pendekatan taktis yang lebih defensif. Mereka mengandalkan pertahanan kokoh dan siap melancarkan serangan balik cepat yang mematikan. Strategi ini terbukti cukup efektif untuk meredam agresivitas tim tamu.

Babak Pertama Buntu: Pertahanan Kokoh Madura United

Meskipun Persebaya mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menembus barisan pertahanan Madura United yang disiplin. Setiap upaya serangan yang dibangun oleh Rachmat Irianto dan kawan-kawan selalu berhasil dipatahkan. Dinding pertahanan Madura United benar-benar solid dan sulit ditembus.

Madura United bahkan sempat menciptakan peluang emas yang membuat jantung suporter Persebaya berdebar kencang. Pada menit ke-12, Lulinha melepaskan tembakan jarak jauh yang sangat berbahaya. Beruntung, kiper Persebaya, Ernando Ari, tampil sigap dan berhasil menepis bola, menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Setelah peluang tersebut, Persebaya tidak panik. Mereka terus berupaya menguasai bola dan mencari cara untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Namun, hingga babak pertama berakhir, tidak ada peluang berarti yang berhasil dikonversi menjadi gol. Kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor kacamata, 0-0, sebuah hasil yang menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di lini tengah dan belakang.

Kartu Merah Pertama: Titik Balik Pertandingan

Memasuki babak kedua, alur pertandingan tidak banyak berubah. Persebaya tetap memegang kendali penguasaan bola, sementara Madura United memilih untuk bermain lebih pasif, fokus pada pertahanan. Bajul Ijo masih kesulitan menciptakan peluang bersih, seolah-olah pertahanan Madura United adalah tembok yang tak bisa diruntuhkan.

Namun, drama mulai terjadi pada menit ke-66. Pemain Madura United, Jorge Mendonca, menerima kartu kuning kedua dari wasit. Tanpa ampun, Mendonca harus meninggalkan lapangan, membuat Laskar Sapeh Kerab terpaksa bermain dengan sepuluh pemain. Insiden ini menjadi titik balik krusial dalam pertandingan.

Keputusan wasit tersebut sontak memicu protes dari kubu Madura United dan sorakan keras dari tribun penonton. Kehilangan satu pemain tentu menjadi pukulan telak bagi strategi bertahan mereka. Persebaya pun langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ini untuk semakin gencar melancarkan serangan.

Gol Pahlawan Bruno Moreira: Bajul Ijo Memimpin

Hanya berselang tujuh menit setelah pengusiran Mendonca, kebuntuan akhirnya pecah. Persebaya berhasil mencetak gol yang sangat dinanti-nantikan oleh para pendukungnya. Momen krusial ini berawal dari umpan terobosan cerdik yang dilepaskan oleh Malik Risaldi. Bola mengarah tepat ke kaki Bruno Moreira yang bergerak cepat.

Dengan ketenangan dan insting predatornya, Bruno Moreira tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Ia berhasil menaklukkan kiper Madura United dan menggetarkan jala gawang, membawa Persebaya unggul 1-0. Gol ini disambut dengan euforia luar biasa dari para pemain dan staf pelatih Persebaya, serta gemuruh sorakan Bonek yang hadir di stadion. Bruno Moreira sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pembeda di laga-laga penting.

Madura United Melawan: Momen Mistar Gawang yang Menyesakkan

Meski bermain dengan sepuluh pemain dan tertinggal satu gol, Madura United tidak menyerah begitu saja. Mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa, mencoba bangkit dan menyamakan kedudukan. Dengan sisa tenaga dan strategi yang diubah, Laskar Sapeh Kerab mulai berani keluar menyerang.

Pada menit ke-86, Madura United nyaris saja mencetak gol penyama kedudukan. Sebuah umpan silang berbahaya berhasil disambut oleh Ruxi. Sayangnya, bola hasil sundulan atau tendangannya hanya membentur mistar gawang Persebaya. Momen ini membuat suporter Madura United menahan napas dan kemudian menghela napas kecewa. Sebuah peluang emas yang terbuang sia-sia di saat-saat krusial.

Drama Kartu Merah Kedua: Laga Berakhir 10 vs 10

Pertandingan semakin memanas di menit-menit akhir. Madura United terus menekan pertahanan Persebaya, menciptakan suasana tegang di kotak penalti Bajul Ijo. Mereka mengerahkan segala upaya untuk mencari gol penyama kedudukan, membuat lini belakang Persebaya bekerja ekstra keras.

Ketika pertandingan memasuki menit keenam injury time, drama kembali terjadi. Wasit Eko Saputra mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Mihailo Perovic, salah satu pemain Persebaya. Ini berarti Perovic juga harus meninggalkan lapangan, membuat kedua tim kini bermain dengan sepuluh pemain alias 10 lawan 10. Keputusan ini menambah bumbu kontroversi dan ketegangan di penghujung laga.

Meski kedua tim bermain dengan jumlah pemain yang sama, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Madura United untuk mengubah keadaan. Upaya mereka menyamakan kedudukan tidak berhasil membuahkan hasil. Peluit panjang pun akhirnya ditiup, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Persebaya Surabaya.

Implikasi Kemenangan Persebaya: Langkah Penting di Super League

Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Persebaya Surabaya. Tiga poin dari kandang lawan merupakan modal penting untuk terus bersaing di papan atas Super League 2025/2026. Hasil ini menunjukkan mental juara Bajul Ijo yang mampu mengatasi tekanan dan drama di lapangan.

Di sisi lain, Madura United harus menerima kekalahan pahit di kandang sendiri, apalagi setelah harus bermain dengan sembilan pemain di akhir laga (jika Perovic dari Persebaya, maka Madura 10 vs Persebaya 9, tapi teks bilang 10 vs 10). Mereka perlu segera mengevaluasi performa tim, terutama dalam menjaga emosi dan disiplin pemain agar tidak merugikan tim di pertandingan selanjutnya. Laga ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim dalam perjalanan mereka di Super League musim ini.

Susunan Pemain Kunci

Persebaya Surabaya:
Ernando Ari; Catur Arief Pamungkas, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Dejan Tumbas; Rachmat Irianto, Milos Raickovic, Dimas Wicaksono, Francisco Rivera, Bruno Moreira; Diego Mauricio.

Madura United:
Miswar Saputra; Taufik Hidayat, Pedro Monteiro, Mendonca, Ruxi; Paulo Sitanggang, Kerim Palic; Riski Afrisal, Jordy Wehrmann, Balotelli; Lulinha.

Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis di Super League musim ini, penuh dengan intrik taktik, momen-momen mendebarkan, dan keputusan kontroversial yang mewarnai kemenangan penting Persebaya Surabaya.

banner 325x300