Kamis, 20 November 2025, menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi Semen Padang dan para pendukungnya. Di tengah tekanan dan keraguan, Kabau Sirah akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana di bawah asuhan pelatih Dejan Antonic, setelah menumbangkan Persijap Jepara dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Super League.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini ini bukan sekadar laga biasa. Ia diwarnai insiden kartu merah kontroversial, gol-gol dramatis, dan perjuangan pantang menyerah dari kedua tim, menjadikannya tontonan yang mendebarkan hingga peluit akhir dibunyikan.
Awal Laga Penuh Tekanan dan Insiden Kartu Merah
Sejak awal, atmosfer pertandingan sudah terasa panas. Kedua tim bermain agresif, mencoba menguasai lini tengah dan menciptakan peluang. Semen Padang yang datang dengan misi meraih kemenangan pertama, tampil menekan sejak menit awal.
Namun, petaka justru menimpa tim tuan rumah, Persijap Jepara, di menit ke-24. Pemain andalan mereka, Najeeb Yakubu, harus diusir keluar lapangan setelah diganjar kartu merah oleh wasit. Pelanggaran keras yang dilakukannya menjadi titik balik krusial dalam jalannya pertandingan.
Keputusan wasit ini sontak memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Persijap, serta sorakan kekecewaan dari ribuan suporter yang memadati stadion. Kehilangan satu pemain di awal babak pertama tentu menjadi pukulan telak bagi strategi yang telah disiapkan oleh tim berjuluk Laskar Kalinyamat.
Semen Padang Memanfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Situasi ini praktis memberikan keuntungan besar bagi Semen Padang. Tim tamu yang dilatih Dejan Antonic langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka mulai mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Persijap.
Hanya berselang tiga menit setelah insiden kartu merah, Semen Padang berhasil memecah kebuntuan. Adalah Pedro Matos yang sukses mencatatkan namanya di papan skor, membawa Kabau Sirah unggul 1-0. Tendangan kerasnya tak mampu dihalau oleh kiper Persijap, Johanzah, yang sudah berjuang mati-matian.
Gol ini seolah menjadi napas lega bagi Semen Padang dan Dejan Antonic, yang selama ini terus dibayangi hasil kurang memuaskan. Selebrasi para pemain menunjukkan betapa pentingnya gol pembuka ini untuk membangkitkan semangat tim.
Perlawanan Heroik Persijap dengan 10 Pemain
Meski bermain dengan 10 pemain dan tertinggal satu gol, Persijap Jepara tidak menyerah begitu saja. Mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa, terus berupaya mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Dukungan penuh dari suporter setia mereka di Gelora Bumi Kartini menjadi suntikan motivasi yang tak ternilai.
Kerja keras Persijap akhirnya membuahkan hasil di menit ke-43. Sudi Abdallah berhasil menyamakan skor lewat tembakan keras yang tak kalah memukau. Gol ini disambut gegap gempita oleh para pendukung tuan rumah, yang seolah mendapatkan kembali harapan di tengah kesulitan.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, menutup babak pertama yang penuh drama dan kejutan. Hasil ini menunjukkan bahwa sepak bola adalah tentang mentalitas, di mana tim dengan 10 pemain pun masih bisa memberikan perlawanan sengit.
Babak Kedua: Gol Penentu dan Kemenangan Bersejarah
Memasuki babak kedua, Semen Padang kembali tampil agresif. Dejan Antonic tampaknya memberikan instruksi khusus untuk memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Mereka terus menggempur pertahanan Persijap yang mulai terlihat kelelahan.
Tekanan tanpa henti dari Semen Padang akhirnya membuahkan hasil di pertengahan babak kedua. Armando Obet Oropa berhasil mencetak gol tambahan, membawa Kabau Sirah kembali memimpin dengan skor 2-1. Gol ini menjadi penentu kemenangan yang sangat berarti bagi tim tamu.
Persijap, meskipun sudah tertinggal dan bermain dengan 10 orang, tetap berjuang keras hingga menit terakhir. Mereka mencoba segala cara untuk kembali menyamakan kedudukan, menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat upaya mereka sia-sia.
Dejan Antonic Tersenyum, Semen Padang Bangkit
Peluit panjang akhirnya dibunyikan, menandai kemenangan 2-1 untuk Semen Padang. Tiga poin penting berhasil dibawa pulang dari Jepara, sebuah hasil yang sangat dinanti-nantikan. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan juga penanda kebangkitan Semen Padang.
Ini adalah kemenangan pertama bagi Semen Padang sejak ditangani oleh pelatih asal Serbia, Dejan Antonic, yang mulai melatih pada 10 Oktober lalu. Hasil ini tentu saja menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi tim dan para staf pelatih, membuktikan bahwa kerja keras mereka mulai membuahkan hasil.
Bagi Persijap, kekalahan ini tentu menyakitkan, terutama setelah menunjukkan semangat juang yang luar biasa dengan 10 pemain. Namun, mereka bisa memetik pelajaran berharga dari pertandingan ini dan membangun kembali kekuatan untuk laga-laga selanjutnya.
Kemenangan ini diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Semen Padang untuk tampil lebih konsisten di Super League. Dengan semangat baru dan kepercayaan diri yang meningkat, Kabau Sirah siap menghadapi tantangan berikutnya dan menunjukkan performa terbaik mereka.
Susunan Pemain
Persijap XI: Moch Sendi Johanzah (GK); Douglas Cruz, Elvis Sakyi, Indra Arya, Sudi Abdallah, Rahmat Hidayat, Rendi Saeful, Diogo Araujo Brito, Najeeb Yakubu, Adzikry Fadlillah, Carlos Franca.
Semen Padang XI: Arthur Augusto Da Silva (GK); Leo Guntara, Abrizal Umanailo, Ricki Ariansyah, Pedro Matos, Muhammad Ridwan, Rampa, Angelo Rafael, Alhassan Wakaso, Rosad Setiawan, Armando Obet Oropa.


















