San Siro, salah satu stadion paling ikonik di dunia, seharusnya menjadi panggung kebangkitan bagi Timnas Italia. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Sebuah drama kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia, Senin (17/11) dini hari WIB, menyisakan luka mendalam bagi para penggemar Gli Azzurri.
Kekalahan ini bukan hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan pukulan telak yang mengancam perjalanan mereka menuju panggung dunia. Mimpi untuk melaju langsung ke turnamen akbar itu kini harus pupus, memaksa Italia menempuh jalur yang lebih berliku dan penuh tekanan.
Misi Mustahil dan Awal yang Menjanjikan
Sejak awal, Italia dihadapkan pada misi yang nyaris mustahil. Bayangkan saja, sebuah tim sekelas Italia harus mengejar kemenangan dengan selisih sembilan gol atas Norwegia untuk bisa mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia 2026. Sebuah target yang membuat dahi berkerut, bahkan bagi para optimis sejati.
Tekanan mental yang luar biasa sudah terasa bahkan sebelum peluit kick-off ditiup. Seluruh mata tertuju pada skuad asuhan Gennaro Gattuso, menanti apakah mereka mampu menciptakan keajaiban di hadapan ribuan pendukung setia.
Meski demikian, Gli Azzurri tetap tampil menyerang sejak peluit kick-off dibunyikan. Tekanan tinggi langsung diterapkan, demi mencetak gol secepat mungkin dan membangun momentum yang sangat dibutuhkan.
Upaya keras tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-11. Francesco Esposito berhasil menuntaskan umpan ciamik dari Federico Dimarco, membuat San Siro bergemuruh dengan gol pembuka. Skor 1-0 seolah menyuntikkan semangat baru bagi para pemain dan pendukung Italia.
Buntu di Babak Pertama, Asa Mulai Memudar
Setelah gol pembuka yang disambut gegap gempita, mesin gol Italia seolah macet. Serangan demi serangan dilancarkan, peluang demi peluang tercipta, tapi dewi fortuna belum berpihak. Bola-bola yang seharusnya masuk, entah mengapa selalu melebar atau mampu dihalau kiper lawan.
Rasa frustrasi mulai merayap di benak para pemain dan penonton. Nama-nama seperti Davide Frattesi, Dimarco, Manuel Locatelli, Matteo Politano, dan Mateo Retegui silih berganti mencoba peruntungan, namun kokohnya lini belakang Norwegia tak tergoyahkan.
Ketidakberuntungan di depan gawang membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Target sembilan gol terasa semakin jauh, dan asa untuk lolos langsung mulai memudar seiring berjalannya waktu.
Kebangkitan Viking dan Gol Penyeimbang yang Mengejutkan
Memasuki babak kedua, Norwegia tampil dengan pendekatan yang jauh berbeda. Jika di paruh pertama mereka cenderung pasif dan bertahan, kini skuad Viking mulai berani menyerang. Perubahan taktik ini terbukti efektif, dan kehadiran Erling Haaland serta kawan-kawan di lini depan mulai menebar ancaman serius.
Gawang Italia yang dijaga Gianluigi Donnarumma langsung berada dalam bahaya. Alexander Sorloth nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-49, memberikan sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan bagi Italia.
Ancaman itu akhirnya menjadi kenyataan pada menit ke-64. Antonio Nusa berhasil melepaskan sepakan kaki kiri yang akurat, merobek jala Donnarumma. Skor berubah menjadi 1-1, dan keunggulan Italia yang sempat diraih kini sirna begitu saja.
Haaland Mengamuk, Italia Terpukul Telak
Gol penyeimbang Norwegia mengubah jalannya pertandingan menjadi sangat terbuka. Kedua tim saling jual beli serangan, menciptakan banyak peluang di kedua sisi lapangan. Namun, momentum kini sepenuhnya berada di tangan Norwegia, dan Italia mulai kehilangan kendali.
Pada menit ke-78, mimpi buruk Italia benar-benar dimulai. Berawal dari pressing ketat, Oscar Bobb berhasil mengirim umpan matang ke kotak penalti. Erling Haaland, sang monster gol dari Norwegia, yang berdiri tanpa pengawalan, langsung melepaskan tembakan kencang yang tak mampu dibendung Donnarumma. Norwegia berbalik unggul 2-1, dan San Siro pun terdiam.
Belum sempat Italia mengatur napas setelah kebobolan, petaka kembali datang. Setelah kick-off, Italia melakukan kesalahan fatal yang tak termaafkan. Morten Thorsby dengan sigap menguasai bola dan memberikan umpan ke muka gawang.
Haaland lagi-lagi tak menyia-nyiakan kesempatan, mencetak gol keduanya dan menegaskan keunggulan Norwegia menjadi 3-1. Momen itu adalah titik balik, Haaland bukan hanya membalikkan keadaan, tetapi juga menghancurkan mental para pemain Italia.
Pukulan Telak di Masa Injury Time, Harapan Pupus
Unggul 3-1, Norwegia sedikit menurunkan tempo permainan, namun tetap solid dalam bertahan. Sementara itu, Italia terus berupaya mencari gol untuk memperkecil ketertinggalan, namun pertahanan Norwegia sudah terlanjur kokoh dan sulit ditembus.
Justru Norwegia yang kembali menambah pundi-pundi golnya di masa injury time. Jorgen Larsen memastikan kemenangan telak 4-1 bagi Norwegia, sekaligus mengakhiri harapan Italia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026. San Siro pun terdiam, menyisakan kekecewaan mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Klasemen dan Nasib Azzurri di Ujung Tanduk
Kemenangan dramatis ini membuat Norwegia kokoh di puncak klasemen Grup I dengan raihan 24 poin. Mereka berhak atas tiket langsung ke Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian luar biasa bagi skuad Viking yang tampil memukau.
Sebaliknya, Italia harus puas menjadi runner-up grup. Hasil ini berarti mereka gagal lolos otomatis dan harus menempuh jalur yang lebih berliku dan penuh tantangan. Sebuah skenario yang tentu saja tidak diharapkan oleh para penggemar Gli Azzurri, mengingat sejarah panjang mereka di kancah sepak bola dunia.
Jalur Play-off: Harapan Terakhir yang Penuh Tekanan
Meski gagal lolos langsung, perjalanan Italia menuju Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya berakhir. Anak asuh Gennaro Gattuso itu masih memiliki peluang melalui jalur play-off. Ini adalah kesempatan kedua, namun juga jalan yang penuh tantangan dan tekanan yang luar biasa.
Jalur play-off bukanlah hal baru bagi Italia, dan pengalaman sebelumnya tidak selalu berakhir manis. Ini adalah ujian mental dan fisik yang sesungguhnya, di mana setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Para penggemar Italia kini menanti dengan cemas, apakah tim kesayangan mereka mampu bangkit dari keterpurukan ini. Mampukah mereka melewati babak play-off yang sengit dan akhirnya mengamankan tempat di Piala Dunia? Atau justru, mimpi buruk ini akan berlanjut dan mengulang sejarah kelam? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Susunan Pemain Inti Italia vs Norwegia:
Italia: Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Gianluca Mancini, Alessandro Bastoni; Manuel Locatelli; Matteo Politano, Davide Frattesi, Nicolo Barella, Federico Dimarco; Mateo Retegui, Francesco Esposito.
Norwegia: Orjan Nyland; Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Wolfe; Sander Berge; Alexander Sorloth, Patrick Berg, Kristian Thostvedt, Antonio Nusa; Erling Haaland.


















