Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Manahan Bergejolak! Persita Permalukan Persis Solo 3-1 di Kandang Sendiri, Drama VAR dan Penalti Bikin Laga Makin Panas!

manahan bergejolak persita permalukan persis solo 3 1 di kandang sendiri drama var dan penalti bikin laga makin panas portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Minggu sore di Stadion Manahan, Solo, menjadi saksi bisu sebuah pertarungan sengit yang memukau para penggemar sepak bola. Dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026, Persita Tangerang berhasil mencuri perhatian dengan performa gemilang. Mereka sukses menundukkan tuan rumah Persis Solo dengan skor meyakinkan 3-1, sebuah hasil yang tentu saja membuat Laskar Sambernyawa harus menelan pil pahit di kandang sendiri.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa bagi Pendekar Cisadane. Laga tersebut diwarnai dengan gol-gol cepat yang mengejutkan, keputusan kontroversial dari VAR, hingga drama penalti yang nyaris mengubah jalannya pertandingan. Sejak peluit kick-off ditiup, intensitas laga sudah terasa membara, menjanjikan tontonan yang tak terlupakan.

banner 325x300

Awal Laga: Kejutan Kilat dari Pendekar Cisadane

Sebelum pertandingan dimulai, Persita Tangerang memang sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Dengan kepercayaan diri tinggi, tim asuhan pelatih kepala langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit-menit awal. Strategi agresif ini terbukti sangat efektif, bahkan sebelum para pemain Persis Solo sempat mengatur ritme permainan mereka.

Siapa sangka, kejutan pertama langsung datang pada menit kelima! Matheus Alves, striker andalan Persita, berhasil membuka keunggulan dengan gol cepat yang membuat Stadion Manahan terdiam sejenak. Berawal dari sebuah sepak pojok cerdik yang dilepaskan oleh Aleksa Andrejic, Alves dengan sigap menyambut bola dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau kiper Gianluca Pandenuwu. Skor langsung berubah 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Gol kilat ini seolah menjadi tamparan keras bagi lini pertahanan Persis Solo yang terlihat belum sepenuhnya siap. Umpan matang dari Andrejic memang diselesaikan dengan sempurna oleh Alves, menunjukkan betapa klinisnya lini depan Persita pada laga ini. Momentum langsung berpindah ke tangan Pendekar Cisadane, membuat mereka semakin percaya diri untuk terus menekan.

Andrejic Menggila, VAR Bikin Persis Gigit Jari

Tak butuh waktu lama bagi Persita untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-14, giliran sang pemberi assist, Aleksa Andrejic, yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan manis dari Matheus Alves, Andrejic dengan tenang menceploskan bola ke gawang Persis, mengubah skor menjadi 2-0. Duet Alves-Andrejic benar-benar menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Laskar Sambernyawa di awal babak pertama.

Tertinggal dua gol di kandang sendiri tentu saja memicu reaksi dari Persis Solo. Mereka mulai meningkatkan intensitas serangan dan mencoba mencari celah di pertahanan Persita. Pada menit ke-28, harapan sempat muncul ketika Kodai Tanaka berhasil mencetak gol. Namun, kegembiraan itu harus sirna setelah wasit memutuskan untuk melihat tayangan ulang VAR.

Setelah meninjau VAR, wasit akhirnya menganulir gol Tanaka. Keputusan ini tentu saja sangat merugikan Persis Solo dan menambah frustrasi para pemain serta pendukung tuan rumah. Drama VAR ini menjadi salah satu highlight penting di babak pertama, menunjukkan bagaimana teknologi kini memegang peran krusial dalam menentukan jalannya pertandingan.

Alih-alih bangkit, Persis Solo justru kembali kebobolan menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-42, Andrejic kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol keduanya dalam laga ini, sekaligus membawa Persita unggul jauh 3-0. Gol tersebut bermula dari umpan silang mendatar yang cerdik dari Hokky Caraka di sisi kanan lapangan.

Bola umpan Hokky Caraka sebenarnya sempat coba dihalau oleh gelandang Persis, Cleylton Dos Santos, namun tidak sempurna. Bola liar yang bergerak di depan gawang langsung disambar Andrejic dengan kaki kirinya, tanpa ampun menembus jala Gianluca Pandenuwu. Persita menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0, sebuah hasil yang mungkin tidak banyak diprediksi sebelumnya.

Drama Penalti dan Gol Rebound Laskar Sambernyawa

Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil dengan semangat yang berbeda. Mereka bertekad untuk membalikkan keadaan atau setidaknya memperkecil ketertinggalan. Tekanan demi tekanan mulai dilancarkan ke pertahanan Persita, yang terlihat sedikit menurunkan tempo permainan setelah unggul jauh.

Harapan bagi Persis Solo akhirnya muncul pada menit ke-59. Wasit Mustafa Kamal menunjuk titik putih setelah menganggap Javlon Guseynov melakukan pelanggaran terhadap Cleylton Dos Santos di dalam kotak terlarang. Keputusan penalti ini tentu saja disambut antusias oleh para pendukung Laskar Sambernyawa, yang melihat celah untuk bangkit.

Gervane Kastaneer maju sebagai algojo penalti. Dengan tendangan kaki kanan yang keras mengarah ke sisi kiri gawang, Kastaneer mencoba menaklukkan kiper Persita, Igor Rodrigues. Namun, Rodrigues menunjukkan refleks luar biasa dengan berhasil menebak arah bola dan menepisnya. Stadion Manahan kembali bergemuruh, kali ini dengan ketegangan yang memuncak.

Meski penalti sempat ditepis, keberuntungan masih berpihak pada Kastaneer. Bola rebound yang melaju liar kembali mengarah kepadanya, dan tanpa pikir panjang, ia langsung menyambar bola tersebut untuk menuntaskannya menjadi gol. Pada menit ke-62, Persis Solo akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3, membuka kembali asa untuk mengejar ketertinggalan.

Pertarungan Sengit di Babak Kedua: Flare dan Tambahan Waktu

Gol Kastaneer ini seolah menyuntikkan motivasi baru bagi Persis Solo. Mereka semakin gencar melancarkan serangan, berusaha memanfaatkan momentum yang ada. Sementara itu, Persita Tangerang terlihat lebih fokus untuk menjaga keunggulan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat.

Meskipun dalam posisi unggul, Persita juga tidak sepenuhnya bertahan. Pada menit ke-83, mereka nyaris menambah pundi-pundi golnya. Tembakan keras dari Rayco Medina berhasil ditepis dengan gemilang oleh Gianluca Pandenuwu. Bola rebound yang disambar Pablo Ganet pun masih mampu diblok oleh Dos Santos, menggagalkan peluang emas Persita.

Menjelang akhir pertandingan, suasana di Stadion Manahan sempat memanas. Asap flare yang muncul dari tribun penonton membuat pertandingan harus ditunda sejenak. Insiden ini berujung pada tambahan waktu yang cukup panjang, yaitu hingga 12 menit, memberikan lebih banyak kesempatan bagi kedua tim untuk mengubah skor.

Dalam sisa waktu yang krusial tersebut, kedua tim saling jual beli serangan dan menciptakan beberapa peluang. Namun, solidnya pertahanan Persita dan ketangguhan kiper Igor Rodrigues berhasil menjaga gawang mereka dari kebobolan lebih lanjut. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Persita Tangerang tidak berubah.

Dampak Kemenangan dan Perjalanan Kedua Tim

Kemenangan telak ini tentu saja menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi Persita Tangerang. Tiga poin dari kandang lawan membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan di Super League musim ini. Performa Matheus Alves dan Aleksa Andrejic yang mencetak gol-gol penting juga menjadi sinyal positif bagi kekuatan lini serang mereka.

Bagi Persis Solo, kekalahan di kandang sendiri ini tentu menjadi evaluasi besar. Meskipun sempat memperkecil ketertinggalan, mereka harus mengakui keunggulan lawan. Pelatih dan para pemain harus segera berbenah untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya, agar tidak kehilangan poin krusial di sisa musim.

Terlepas dari hasil akhir, pertandingan antara Persis Solo dan Persita Tangerang ini menyajikan tontonan yang penuh drama dan intensitas. Mulai dari gol-gol cepat, keputusan VAR yang kontroversial, penalti yang ditepis namun berbuah gol, hingga insiden flare, semuanya membuat laga ini menjadi salah satu yang paling menarik di pekan ke-16 Super League.

Susunan Pemain: Strategi di Balik Laga Panas

Untuk pertandingan ini, Persis Solo menurunkan formasi terbaiknya dengan Gianluca Pandenuwu di bawah mistar gawang. Lini belakang dipercayakan kepada Cleyton Santos, Xandro Schenk, Althaf Indie, dan Eky Taufik. Di lini tengah, ada Fuad Sule, Sutanto Tan, Sho Yamamoto, dan Andriano Castanheira, sementara Kodai Tanaka dan Gervane Kastaneer menjadi ujung tombak serangan.

Sementara itu, Persita Tangerang juga datang dengan kekuatan penuh. Igor Rodrigues menjaga gawang, didukung oleh Tamirlan Kozubaev, Charisma Fathoni, M Toha, dan Mario Jardel di lini pertahanan. Lini tengah diisi oleh Bae Shin-Yeong, Javlon Guseynov, Andrejic Aleksa, Hokky Caraka, dan Rayci Rodriguez Medina, dengan Matheus Alves Leandro sebagai penyerang tunggal yang mematikan.

banner 325x300